Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dihadiri Gubernur Sulut, KKK Tegaskan Iman dan Akar Budaya dalam Perayaan Natal dan Kunci Taong

Foggen Bolung • Senin, 2 Februari 2026 | 21:41 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) kembali menyelenggarakan salah satu hajatan terbesar Tou Kawanua di perantauan: Perayaan Natal dan Kunci Taong yang dipadukan dalam satu momentum spiritual dan budaya yang berlangsung di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (31/1).
Sejak pagi, Balai Samudera dipenuhi ribuan warga Kawanua dari berbagai penjuru Jabodetabek yang hadir langsung dalam rangkaian kegiatan yang bukan sekadar seremoni biasa, tetapi ruang refleksi iman, penguatan persaudaraan, dan pelestarian budaya leluhur Minahasa.
Tema utama perayaan mengusung “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, tema yang juga menjadi benang merah Natal Nasional PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia) dan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) 2025. Tema itu kemudian diperdalam lewat format ibadah naratif teatrikal yang dirancang secara khusus: empat babak cerita mulai dari penciptaan, pergumulan keluarga modern, keluarga yang dilawat Tuhan, hingga panggilan hidup dalam terang.
Ibadah tidak hanya menjadi ruang doa dan renungan, tetapi juga panggung budaya. Tari Kabasaran, Kolintang, Makaruayen, Masamper, hingga Katrili tampil memecah gelap panggung Balai Samudera dengan warna suara dan gerak yang khas kota kelahiran banyak perantau. Paduan suara Nafiri Choir dan GP Choir mengalunkan pujian yang menggema. Tidak ketinggalan, sejumlah artis darah Kawanua seperti Dirly Sompie, Randy Lapian, Angel Punaji, dan penampilan spesial Tonny Wenas turut memeriahkan suasana.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Fernando Rorimpandey menegaskan bahwa perayaan ini lebih dari sekadar acara tahunan. Ini adalah ruang berbagi kasih, memulihkan iman, serta merajut kembali identitas budaya di tengah kehidupan perantauan yang penuh tantangan. “Ini bukan sekadar seremonial; ini ruangan kita untuk mempererat tali persaudaraan,” ujar Fernando.
Tokoh nasional dan unsur pemerintahan pun hadir sebagai bentuk dukungan dan pengakuan terhadap peran komunitas ini.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama istri serta Ketua TP PKK Sulut Anik Yulius Selvanus hadir menyapa dan memberi pesan agar nilai mapalus atau gotong royong khas Kawanua terus diwariskan kepada generasi muda. “Ingat kampung halaman, ikut berkontribusi dengan kampung halaman. Karena banyak hal di kampung halaman perlu ide-ide kreatif bahkan inovasi dari saudara-saudara kita di perantauan. Saya yakin banyak pemikir, banyak jagoan dan jawara di Jakarta yang bisa berkontribusi untuk kampung halaman,” ujar Gubernur.
Dia pun meminta perantauan untuk mendukung pariwisata Sulut. “Tentunya, pariwisata. Saya titip kepada kita semua di perantauan. Promosikan kampung halaman kita. Bukit Kasih, Sumaru Endo sudah kita bangun kembali. Danau Tondano sudah bersih, dan lain sebagainya. Mari berkontribusi, ikut memikirkan, berikan saran dan ide dari perantauan untuk kampung halaman,” tutup Gubernur.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker mengatakan Kawanua di rantau harus menjaga, menyatukan hati, dan menjadi cahaya. “Melalui KKK, kita menjaga akar, nilai-nilai luhur dari tanah leluhur Minahasa di Sulawesi Utara. Juga nilai-nilai iman yang dijaga mulai dari keluarga. Mari kita satu hati, menyatukan hati untuk saling menolong dan memperhatikan. Juga berkontribusi bagi Sulawesi Utara dengan menjadi mitra strategis bagi pemerintah,” ungkap Angelica.

Photo
Photo

Sementara beberapa tokoh senior seperti Letjen (Purn) Glenny Kahuripan, Theo Sambuaga, Jan Maringka, dan Johni Lumintang turut menyampaikan dukungan mereka atas semangat komunitas ini.
Selain ibadah dan budaya, acara ini juga membuka ruang bagi interaksi keluarga besar Kawanua melalui bazar keluarga dan berbagai kegiatan sosial, termasuk pemberian santunan kepada anak yatim piatu di Panti Asuhan Pondok Kasih Agape Jakarta Utara sehari sebelumnya.
Perayaan Natal dan Kunci Taon KKK berakhir dalam suasana hangat, penuh syukur, dan rasa kekeluargaan yang kuat, membuktikan bahwa tradisi yang dilestarikan komunitas ini bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang makna hidup yang berakar dan tumbuh di tengah perjalanan panjang warga Kawanua di tanah rantau. (fgn)

 

Editor : Foggen Bolung
#Yulius Selvanus #Angelica Tengker #DPP KKK #Kerukunan Keluarga Kawanua #kawanua