MANADOPOST.ID—Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, secara resmi membuka kegiatan Workshop Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) serta Basic Life Support tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulut ini bertujuan memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta membekali masyarakat dengan kemampuan dasar pertolongan pertama.
Dalam sambutannya, Anik Yulius Selvanus mengajak seluruh peserta untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dapat mengikuti kegiatan yang dinilai sangat penting bagi pembangunan ketahanan keluarga di daerah.
Menurutnya, workshop tersebut bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa, melainkan bagian dari upaya strategis untuk membangun keluarga yang sehat, tanggap, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang kesehatan maupun bencana.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat peran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan, lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujar Anik.
Ia menjelaskan PKK sebagai organisasi yang terstruktur dari tingkat pusat hingga daerah terus menggaungkan berbagai program unggulan di setiap bidang. Salah satu program penting yang terus didorong adalah Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) yang digerakkan oleh Pokja IV PKK.
Program tersebut, lanjutnya, bertujuan mewujudkan keluarga dan lingkungan yang sehat melalui berbagai kegiatan di bidang kesehatan, pelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan kehidupan yang sehat dan berkualitas.
“Program ini bertujuan menciptakan keluarga dan lingkungan yang sehat melalui kegiatan bidang kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat,” jelasnya.
Anik juga menekankan bahwa melalui gerakan ini diharapkan setiap anggota keluarga mampu menolong dirinya sendiri serta berperan aktif dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat, baik dari aspek kesehatan manusia maupun keberlanjutan lingkungan.
Lebih jauh ia menjelaskan GKSTTB menjadi salah satu program strategis PKK pada periode kedua 2025–2030 yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan.
Program ini mencakup sembilan gerakan utama, antara lain peduli stunting, menuju perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), peduli kesehatan keluarga yang mencakup ayah, ibu, dan anak, siaga kebakaran lingkungan, mitigasi bencana alam, peduli lingkungan, menuju keluarga sehat berkualitas, menuju keuangan keluarga sehat, serta mewujudkan keluarga sehat bagi pasangan usia subur.
Menurut Anik, pelaksanaan program tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi serta sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing daerah.
Penentuan lokasi desa atau kelurahan sasaran program juga dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, hingga kecamatan serta desa atau kelurahan, dengan mempertimbangkan kondisi, potensi, serta berbagai permasalahan yang dihadapi di wilayah tersebut.
“Penentuan lokasi desa atau kelurahan program dilakukan secara berjenjang dengan memperhatikan kondisi, potensi, serta permasalahan yang dihadapi masing-masing daerah,” katanya.
Di akhir sambutannya, Anik Yulius Selvanus berharap program prioritas PKK, khususnya GKSTTB, dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas di Sulawesi Utara.
Ia juga mendorong Tim Penggerak PKK kabupaten dan kota untuk terus mensosialisasikan program ini hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan agar semakin banyak keluarga yang terlibat dan merasakan manfaatnya.
“Program ini tidak hanya terfokus pada lokasi awal yang menjadi target, tetapi diharapkan dapat dilaksanakan secara luas sehingga semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya,” tutupnya.(gel)
Editor : Angel Rumeen