Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gubernur Yulius Selvanus Promosi Potensi Sulut di PSBM

Angel Rumeen • Jumat, 27 Maret 2026 | 14:20 WIB

 

Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, memanfaatkan momentum Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026), untuk mempromosikan potensi investasi daerahnya kepada para pengusaha nasional dan internasional.

 

Dalam forum yang dihadiri ratusan saudagar tersebut, Gubernur Yulius menegaskan bahwa Sulawesi Utara kini telah berkembang menjadi salah satu kawasan strategis di Indonesia, khususnya sebagai pintu gerbang perdagangan menuju Asia Timur dan Pasifik. Ia menyebut posisi geografis ini sebagai keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak daerah lain.

 

“Sulawesi Utara adalah ekosistem investasi yang matang, dengan masyarakat yang terbuka dan toleran. Ini menjadi jaminan stabilitas sosial bagi para investor,” ujar Yulius dalam paparannya.

 

Data yang disampaikan menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Pada tahun 2025, realisasi investasi di Sulawesi Utara mencapai lebih dari Rp10,12 triliun atau setara 109 persen dari target yang ditetapkan. Angka ini meningkat 35,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berdampak langsung pada penyerapan 18.049 tenaga kerja.

 

Capaian tersebut, menurut Yulius, menjadi bukti bahwa iklim investasi di daerah berjuluk Bumi Nyiur Melambai semakin kompetitif dan menarik bagi pelaku usaha.

 

Dalam pemaparannya, Gubernur juga merinci sejumlah sektor unggulan yang siap dikembangkan lebih lanjut. Di sektor pertanian dan perkebunan, komoditas kelapa menjadi salah satu andalan dengan nilai ekspor mencapai Rp1,2 triliun per tahun. Selain itu, pala Sulawesi atau dikenal sebagai Nutmeg of Sulawesi memiliki produksi hingga 12.800 ton per tahun dengan masa pengembalian investasi relatif cepat, yakni sekitar dua hingga tiga tahun.

 

Sektor kelautan juga menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi ekspor sekitar Rp1 triliun per tahun. Keberadaan Pelabuhan Internasional Bitung menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas logistik dan distribusi ekspor.

 

Sementara itu, sektor pariwisata terus dikembangkan melalui 39 Destinasi Pariwisata Provinsi dan 127 desa wisata. Kawasan seperti Bunaken di Manado, Danau Linow di Tomohon, serta Tangkoko di Bitung menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

 

Tak hanya itu, konektivitas internasional juga terus diperkuat. Saat ini, Sulawesi Utara telah memiliki penerbangan langsung ke sejumlah kota besar di Tiongkok seperti Shenzhen, Guangzhou, dan Shanghai, serta koneksi ke Singapura dan Korea Selatan. Hal ini semakin membuka akses pasar global bagi para investor.

 

Struktur investasi di daerah ini didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar 60 persen, sementara Penanaman Modal Asing mencapai 40 persen. Investor asing utama berasal dari Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Jepang.

 

Menariknya, paparan Gubernur Yulius dalam forum tersebut mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian disebut langsung merespons dengan rencana penambahan alokasi cetak sawah seluas 10.000 hektare di Sulawesi Utara, yang akan ditindaklanjuti dalam kebijakan konkret.

 

“Dengan pertumbuhan yang tinggi dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, ini adalah momentum terbaik bagi para saudagar untuk berinvestasi di Sulawesi Utara,” tegas Yulius.(gel)

 

Editor : Angel Rumeen