Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Support Program MBG, Jaga Pasokan Bahan Pangan

Angel Rumeen • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:36 WIB

 

Wakil Kepala BGN Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung, saat berada di Grha Pena Manado Post, Kamis (12/2).
Wakil Kepala BGN Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung, saat berada di Grha Pena Manado Post, Kamis (12/2).

MANADOPOST.ID—Keberlanjutan rantai pasok dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG), khususnya di Kabupaten Minahasa Utara harus dijaga. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung.

 

Pusung memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah di Sulawesi Utara yang dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program nasional tersebut.

 

Menurutnya, salah satu bentuk dukungan nyata terlihat dari pembentukan satuan tugas percepatan pembangunan dapur MBG di hampir seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini dinilai strategis dalam mempercepat implementasi program di lapangan.

 

“Saya berterima kasih karena pemerintah daerah sudah sangat mendukung. Hampir semua daerah sudah memiliki komandan satgas percepatan pembangunan dapur. Ke depan, yang harus kita jaga adalah rantai pasoknya agar tetap terpelihara,” ujar Pusung.

 

Ia menekankan keberlangsungan pasokan bahan pangan menjadi faktor kunci keberhasilan program MBG. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada lahan yang dibiarkan tidak produktif. Pemanfaatan lahan tidur dinilai dapat menjadi solusi dalam menjaga ketersediaan bahan pangan.

 

“Jangan sampai rantai pasok terhenti. Manfaatkan lahan yang ada untuk mendukung kebutuhan program MBG,” tegasnya.

 

Selain sektor pertanian, Pusung juga menyoroti pentingnya pengembangan peternakan skala rumah tangga. Ia mendorong masyarakat untuk memulai usaha ternak, khususnya ayam petelur dan ayam pedaging, sebagai sumber pasokan sekaligus peluang ekonomi.

 

Menurutnya, peternakan keluarga memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan skala kecil namun dikelola dengan baik, hasil yang diperoleh dapat mencukupi kebutuhan harian sekaligus mendukung program gizi.

 

“Jika satu keluarga memelihara sekitar 100 ekor ayam petelur, produksi harian bisa mencapai 90 butir telur. Ini bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan,” jelasnya.

 

Untuk mendukung hal tersebut, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan berupa bibit ternak, pendampingan teknis, serta dukungan kebijakan melalui dinas terkait. Dengan demikian, masyarakat tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usaha produktif tersebut.

 

Pusung juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola aset, terutama tanah. Ia mengingatkan agar lahan tidak dijual untuk kebutuhan konsumtif, melainkan dimanfaatkan untuk kegiatan produktif seperti pertanian dan peternakan.

 

“Lebih baik dimanfaatkan untuk usaha yang berkelanjutan daripada dijual. Hasilnya jelas dan masa depan lebih terjamin,” pesannya.

 

Di akhir kunjungannya, Pusung menekankan pentingnya peran pengawasan publik, termasuk media, dalam memastikan program MBG berjalan transparan dan tepat sasaran.

 

Program Makan Bergizi, rantai pasok pangan, peternakan keluarga, lahan produktif menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini di daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menyukseskan program tersebut demi peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat.(gel)

 

Editor : Angel Rumeen