25.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ternyata Ini Cara Redam Amarah Saat Berpuasa, Bisa Dijelaskan Secara Ilmiah

- Advertisement -

MANADOPOS.ID – Dibulan suci Ramadhan ini, merupakan momen yang tepat untuk mengumpulkan amal dan ibadah. Sebab dengan berpuasa, maka kita dipastikan akan menerima berkah.

Meski begitu, dalam menjalani ibadah puasa, pasti kita dipenuhi oleh berbagai tantangan, baik rasa lapar, haus dan menahan hawa nafsu.

Meski begitu tantangan terberat saat menjalankan ibadah puasa adalah menahan amarah, yang bisa muncul dan meledak kapan saja.

Ilustrasi marah

Namun ternyata, ada cara menahan amarah ketika sedang berpuasa yang dapat dijelaskan secara ilmiah serta patut dicoba agar puasa kalian tidak batal

- Advertisement -

Dilansir dari jawapos.com, Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, mengatakan, marah adalah reaksi emosi yang bila tidak dikendalikan akan menimbulkan masalah. Penyebab marah bisa apa saja, biasanya adalah sedih, rasa kecewa, frustasi, penilaian sendiri, penolakan, rasa takut, cemburu atau iri, perlakuan tidak adil.

“Semuanya itu akan mengaktifkan Amigdala, bagian otak yg mengontrol emosi. Selanjutnya amigdala lalu Hipotalamus, Pituitary Gland (hipofisis), Adrenal Gland, memicu hormon Stres, yaitu kortisol, adrenaline, dan noradrenaline,” kata dr. Lahargo yang Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dan RS. Siloam Bogor kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Menurutny, peningkatan hormon stres kortisol menyebabkan banyak sel saraf yang mati terutama di beberapa bagian. Prefrontal Cortex (PFC), bagian otak ini penting bagi seseorang dalam membuat suatu keputusan yg baik dan perencanaan tindakan.

Ilustrasi emosi

Gangguan pada area otak ini menyebabkan orang yang marah sering membuat keputusan buruk yang kemudian disesali nya. Lalu hipokampus, bagian otak yang mengatur memori. Ini menyebabkan orang yang marah tidak ingat apa yang diucapkan dan dilakukannya.

“Peningkatan hormon stres kortisol akan mengurangi hormon serotonin dalam otak, yaitu hormon yang membuat seseorang bahagia. Penurunan hormon serotonin ini akan menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah marah, sensitif, galau, baper, dan bisa berujung pada tindakan agresi atau perilaku kekerasan. Tidak jarang yang kemudian juga menjadi depresi,” katanya.

Organ Terganggu Saat Marah

Hormon stres yang meningkat karena marah tadi pun bisa mempengaruhi berbagai sistem organ di dalam tubuh.
Apa saja?

Sistem kardiovaskuler

Tekanan darah dan denyut jantung meningkat, glukosa darah meningkat. Apabila marah tersebut berlangsung lama dan terus menerus maka gangguan pada sistem kardiovaskuler ini dapat menyebakan stroke dan serangan jantung.

Ilustrasi anak dan orang tua bertengkar

Sistem imun

Akan menurun sehingga menyebabkan orang sering marah mudah terkena penyakit.

Bola Mata

Rekanan pada bola mata meningkat sehingga orang yang marah sering merasa migrain atau sakit kepala

Densitas tulang menurun

Sistem pencernaan terganggu

Solusinya

Marah yang terlalu hebat dan terus menerus berulang jelas akan sangat mengganggu. Menurut dr. Lahargo, marah bisa diredam dengan melakukan ‘Anger Management’ (manajemen marah) untuk dapat mengontrol marah agar tidak terjadi hal yang merugikan. Begini caranya :

1. Apa Pemicunya

Kenali ‘triggers’ yang memicu marah dan menghindarinya

2. Hindari

Tinggalkan segera situasi, keadaan, tempat saat marah terjadi, tenangkan diri sampai terjadi ‘cooling down’

3. Tarik Napas

Tarik napas dalam beberapa kali, untuk memberi kesempatan saraf otak mendapatkan oksigen shg lebih relax

4. Alihkan

Alihkan dengan melakukan kegiatan yg menggunakan energi seperti berolahraga, bermain musik, membersihkan, jalan.

5. Bicara

Berbicara dengan orang yg mau mendengarkan dengan baik supaya terjadi ventilasi.

6. Cari Hal Menyenangkan

Cari hal-hal yang menggembirakan, lucu dan menyenangkan, seperti menonton film, dengar musik yg easy listening, ngobrol dengan teman.

7. Konseling

Konsultasikan pada profesional bila sulit mengatasi marah karena ada intervensi khusus yang bisa diberikan. (JPG)

 

MANADOPOS.ID – Dibulan suci Ramadhan ini, merupakan momen yang tepat untuk mengumpulkan amal dan ibadah. Sebab dengan berpuasa, maka kita dipastikan akan menerima berkah.

Meski begitu, dalam menjalani ibadah puasa, pasti kita dipenuhi oleh berbagai tantangan, baik rasa lapar, haus dan menahan hawa nafsu.

Meski begitu tantangan terberat saat menjalankan ibadah puasa adalah menahan amarah, yang bisa muncul dan meledak kapan saja.

Ilustrasi marah

Namun ternyata, ada cara menahan amarah ketika sedang berpuasa yang dapat dijelaskan secara ilmiah serta patut dicoba agar puasa kalian tidak batal

Dilansir dari jawapos.com, Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, mengatakan, marah adalah reaksi emosi yang bila tidak dikendalikan akan menimbulkan masalah. Penyebab marah bisa apa saja, biasanya adalah sedih, rasa kecewa, frustasi, penilaian sendiri, penolakan, rasa takut, cemburu atau iri, perlakuan tidak adil.

“Semuanya itu akan mengaktifkan Amigdala, bagian otak yg mengontrol emosi. Selanjutnya amigdala lalu Hipotalamus, Pituitary Gland (hipofisis), Adrenal Gland, memicu hormon Stres, yaitu kortisol, adrenaline, dan noradrenaline,” kata dr. Lahargo yang Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dan RS. Siloam Bogor kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Menurutny, peningkatan hormon stres kortisol menyebabkan banyak sel saraf yang mati terutama di beberapa bagian. Prefrontal Cortex (PFC), bagian otak ini penting bagi seseorang dalam membuat suatu keputusan yg baik dan perencanaan tindakan.

Ilustrasi emosi

Gangguan pada area otak ini menyebabkan orang yang marah sering membuat keputusan buruk yang kemudian disesali nya. Lalu hipokampus, bagian otak yang mengatur memori. Ini menyebabkan orang yang marah tidak ingat apa yang diucapkan dan dilakukannya.

“Peningkatan hormon stres kortisol akan mengurangi hormon serotonin dalam otak, yaitu hormon yang membuat seseorang bahagia. Penurunan hormon serotonin ini akan menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah marah, sensitif, galau, baper, dan bisa berujung pada tindakan agresi atau perilaku kekerasan. Tidak jarang yang kemudian juga menjadi depresi,” katanya.

Organ Terganggu Saat Marah

Hormon stres yang meningkat karena marah tadi pun bisa mempengaruhi berbagai sistem organ di dalam tubuh.
Apa saja?

Sistem kardiovaskuler

Tekanan darah dan denyut jantung meningkat, glukosa darah meningkat. Apabila marah tersebut berlangsung lama dan terus menerus maka gangguan pada sistem kardiovaskuler ini dapat menyebakan stroke dan serangan jantung.

Ilustrasi anak dan orang tua bertengkar

Sistem imun

Akan menurun sehingga menyebabkan orang sering marah mudah terkena penyakit.

Bola Mata

Rekanan pada bola mata meningkat sehingga orang yang marah sering merasa migrain atau sakit kepala

Densitas tulang menurun

Sistem pencernaan terganggu

Solusinya

Marah yang terlalu hebat dan terus menerus berulang jelas akan sangat mengganggu. Menurut dr. Lahargo, marah bisa diredam dengan melakukan ‘Anger Management’ (manajemen marah) untuk dapat mengontrol marah agar tidak terjadi hal yang merugikan. Begini caranya :

1. Apa Pemicunya

Kenali ‘triggers’ yang memicu marah dan menghindarinya

2. Hindari

Tinggalkan segera situasi, keadaan, tempat saat marah terjadi, tenangkan diri sampai terjadi ‘cooling down’

3. Tarik Napas

Tarik napas dalam beberapa kali, untuk memberi kesempatan saraf otak mendapatkan oksigen shg lebih relax

4. Alihkan

Alihkan dengan melakukan kegiatan yg menggunakan energi seperti berolahraga, bermain musik, membersihkan, jalan.

5. Bicara

Berbicara dengan orang yg mau mendengarkan dengan baik supaya terjadi ventilasi.

6. Cari Hal Menyenangkan

Cari hal-hal yang menggembirakan, lucu dan menyenangkan, seperti menonton film, dengar musik yg easy listening, ngobrol dengan teman.

7. Konseling

Konsultasikan pada profesional bila sulit mengatasi marah karena ada intervensi khusus yang bisa diberikan. (JPG)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/