25.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ternyata Waktu Puasa di Islandia Dua Lebih Lama dari Indonesia, Bisa 22 Jam Berpuasa

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Ramadhan 2021 adalah bulan suci yang selalu dirindukan oleh umat islam. Pasalnya saat Ramadhan, kita dimudahkan untuk beramal dengan menjalankan ibada puasa.

Ngomong tentang puasa, kita di Indonesia biasa berpuasa itu rata-rata 13 jam, menahan lapar, dahaga dan amarah.

Ngabuburit di Bulan Ramadhan

Namun bagaimana jika kita berpuasa lebih lama dari itu? Apakah sanggup?

Nah ternyata diluar sana, ada negara yang waktu puasanya nyaris mencapai 22 jam! seperti di Islandia

- Advertisement -

Hal ini karena di Islandia memiliki waktu siang lebih panjang daripada waktu malam.

Ngabuburit ditengah pandemi

Disana, waktu fajar tiba dengan waktu matahari terbenam sekitar 22 jam lamanya setiap hari.

Sedangkan puasa dimulai usai makan sahur, mulai terbit fajar pada saat adzan subuh hingga terbenamnya matahari yang menandakan waktu magrib telah datang.

Kondisi alam yang seperti ini membuat umat Islam di Islandia merasa khawatir akan jatuh sakit jika berpuasa dengan jangka waktu yang cukup lama, yakni 22 jam.

Ilustrasi ngabuburit

Mengingat kondisi ini, beberapa ulama menyarankan agar waktu puasa di Islandia disamakan dengan waktu puasa di tanah suci, Makkah.

Nah, apakah kita sanggup untuk berpuasa mengikuti durasi di Islandia? (pojoksatu)

MANADOPOST.ID – Ramadhan 2021 adalah bulan suci yang selalu dirindukan oleh umat islam. Pasalnya saat Ramadhan, kita dimudahkan untuk beramal dengan menjalankan ibada puasa.

Ngomong tentang puasa, kita di Indonesia biasa berpuasa itu rata-rata 13 jam, menahan lapar, dahaga dan amarah.

Ngabuburit di Bulan Ramadhan

Namun bagaimana jika kita berpuasa lebih lama dari itu? Apakah sanggup?

Nah ternyata diluar sana, ada negara yang waktu puasanya nyaris mencapai 22 jam! seperti di Islandia

Hal ini karena di Islandia memiliki waktu siang lebih panjang daripada waktu malam.

Ngabuburit ditengah pandemi

Disana, waktu fajar tiba dengan waktu matahari terbenam sekitar 22 jam lamanya setiap hari.

Sedangkan puasa dimulai usai makan sahur, mulai terbit fajar pada saat adzan subuh hingga terbenamnya matahari yang menandakan waktu magrib telah datang.

Kondisi alam yang seperti ini membuat umat Islam di Islandia merasa khawatir akan jatuh sakit jika berpuasa dengan jangka waktu yang cukup lama, yakni 22 jam.

Ilustrasi ngabuburit

Mengingat kondisi ini, beberapa ulama menyarankan agar waktu puasa di Islandia disamakan dengan waktu puasa di tanah suci, Makkah.

Nah, apakah kita sanggup untuk berpuasa mengikuti durasi di Islandia? (pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/