MANADOPOST.ID - Banyak orang bertanya-tanya, apakah puasa bisa menurunkan berat badan? Pertanyaan ini sering muncul, terutama saat Ramadan atau ketika seseorang ingin mencoba cara alami untuk mengurangi berat badan tanpa diet ekstrem.
Selain sebagai ibadah, puasa juga dinilai mampu membantu mengontrol pola makan dan asupan kalori jika dijalani dengan benar.
Selama berpuasa, tubuh mengalami berbagai perubahan. Waktu makan menjadi terbatas, asupan kalori cenderung berkurang, dan tubuh mulai menggunakan cadangan energi untuk bertahan.
Inilah yang membuat puasa sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Namun, hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang.
Pada dasarnya, berat badan akan turun ketika jumlah kalori yang masuk lebih sedikit daripada kalori yang dibakar tubuh.
Saat berpuasa, kondisi ini lebih mudah tercapai karena waktu makan dibatasi hanya saat sahur dan berbuka.
Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama beberapa jam, simpanan gula (glikogen) di hati akan digunakan sebagai sumber energi.
Setelah cadangan tersebut menipis, tubuh mulai beralih menggunakan lemak sebagai bahan bakar. Proses inilah yang dapat membantu menurunkan berat badan.
Selain itu, kadar hormon insulin juga menurun selama puasa. Penurunan insulin membantu tubuh lebih mudah memanfaatkan cadangan lemak sebagai energi.
Perubahan metabolisme ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa bisa mendukung penurunan berat badan.
Meski secara teori puasa bisa menurunkan berat badan, hasil akhirnya sangat bergantung pada pola makan dan gaya hidup selama menjalankannya.
Berat badan justru bisa naik jika saat sahur dan berbuka mengonsumsi makanan tinggi gula, gorengan, minuman manis, serta makanan berkalori tinggi dalam jumlah berlebihan.
Makan dalam porsi besar tanpa kontrol juga dapat menggagalkan manfaat puasa untuk penurunan berat badan.
Selain pola makan, faktor lain yang memengaruhi adalah:
- Tingkat aktivitas fisik
- Kualitas dan durasi tidur
- Kondisi kesehatan masing-masing
- Komposisi makanan yang dikonsumsi
Perlu diketahui pula bahwa sebagian penurunan berat badan saat puasa bisa berasal dari berkurangnya cairan tubuh, bukan sepenuhnya dari lemak.
Karena itu, hasilnya bisa berbeda pada setiap orang dan tidak selalu permanen.
Jadi, apakah puasa bisa menurunkan berat badan? Jawabannya: bisa, terutama jika disertai pola makan seimbang, pengaturan porsi, dan gaya hidup aktif.
Tips Aman Menurunkan Berat Badan Saat Puasa
Agar puasa membantu menurunkan berat badan secara sehat dan tetap aman, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:
1. Pilih makanan bergizi saat sahur dan berbuka
Konsumsi buah, sayur, protein rendah lemak serta karbohidrat kompleks seperti nasi merah.
2. Batasi makanan tinggi gula dan lemak
Kurangi gorengan, kue manis, serta minuman bersirup yang dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.
3. Atur porsi makan
Mulailah berbuka dengan porsi kecil, lalu beri jeda sebelum makan besar agar tubuh memiliki waktu untuk merespons rasa kenyang.
4. Cukupi kebutuhan cairan
Minum sekitar 6–8 gelas air putih dari waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.
5. Hindari terlalu banyak kafein dan minuman bersoda
Minuman ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan mengganggu kualitas tidur.
6. Tetap aktif bergerak
Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau peregangan untuk menjaga kebugaran dan membantu mempertahankan massa otot.
7. Jaga kualitas tidur
Kurang tidur dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga meningkatkan risiko makan berlebihan.
Baca Juga: Ini 6 Alasan Mengapa Kurma Baik untuk Buka Puasa
Puasa memang bisa membantu menurunkan berat badan, tetapi bukan jaminan pasti.
Hasilnya sangat bergantung pada pola makan, gaya hidup, dan kondisi tubuh masing-masing.
Dengan pengaturan nutrisi yang tepat, kontrol porsi, serta tetap aktif bergerak, puasa dapat menjadi momen yang baik untuk memperbaiki pola hidup sekaligus menjaga berat badan tetap ideal. (*)
Sumber: alodokter
Editor : Tina Mamangkey