Konferensi Pers gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kotamobagu, Kamis (15/4).MANADOPOST.ID—Kabupaten Kepulauan Sangihe mendapat kunjungan staf khusus (Stafsus) Kementerian Pertanian (Kementan). Kedatangan Stafsus ini tak lain untuk melihat dan mendengar langsung permasalahan pertanian yang ada di Sangihe. “Dengan adanya kunjungan Stafsus Kementan tentu merupakan sesuatu yang sangat baik bagi kemajuan pembangunan pertanian di Kabupaten Sangihe. Tujuannya yakni melihat dan mendengar langsung pembangunan pertanian khususnya pertanian hortikultura dan pangan di kawasan perbatasan," ujarnya, Selasa (17/11). Dia juga mengatakan, dari hasil kunjungan yang dilakukan tadi ada beberapa persoalan yang di temukan diantaranya kurangnya tenaga penyuluh petani. "Setelah melihat itu memang banyak hal yang kurang dalam hal ketersediaan produksi terbatas dan sarana prasaran pertanian kemudian tapi juga berkembang terkait kurangnya tenaga penyuluh pertanian,” kata Pella. "Memang yang menjadi kendala bagi teman-teman penyuluh dikarenakan wilayah kerja yang besar dimana dalam satu Kecamatan hanya di isi satu atau dua penyuluh pertanian sedangkan untuk saat ini saja semangat masyarakat untuk petani sangat tinggi," sambungnya. Dia juga mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terkait permasalahan tersebut. “Saya sudah melakukan koordinasi dengan Kepala BKPSDM dan ternyata untuk tahun depan ada formasi P3K untuk penyuluh pertanian dan itu nantinya akan kami fokuskan terhadap para tenaga honorer yang ada," ujarnya. Dia juga mengakui, ada juga kendala yang ditemui diantaranya terkait adanya serangan hama. Memang ada tiga tanam komoditi yang saat ini di fokuskan oleh Dinas Pertanian diantaranya cabai, tomat dan bawang merah. Namun karena curah hujan yang cukup tinggi saat ini sehingga tanaman cabai dan tomat diserang hama. “Untuk itu, tadi pak Erick langsung menginstruksikan BTTP untuk menyediakan varietas yang tahan dengan kondisi saat ini dan varietas itu memang ada. Sehingga nantinya pihak BTTP akan terjun langsung untuk melakukan pelatihan terhadap petani terkait varietas baru tersebut. Penanganan ini baik dari penyuluhan hingga prakteknya bagaimana budidaya dan pengendalian hama serta penyakit," tandasnya. (wan/ite) Editor : Clavel Lukas