29.9 C
Manado
Jumat, 7 Mei 2021
spot_img

Singgung Perasaan Anak, Atalarik Syah Bikin Surat Terbuka, Ini Isinya

MANADOPOST.ID–Atalarik Syah langsung bereaksi usai asca penjemputan kedua anaknya yang dilakukan oleh mantan istrinya, Tsania Marwa.

Aktor yang juga model ini membuat surat terbuka yang dipajang melalui akun Instagram pribadinya yang dilengkapi foto dirinya bersama kedua anaknya dan Tsania.

Adapun melalui surat tersebut, ia ingin mengungkapkan kebenaran dan apa yang sebenarnya terjadi saat kejadian tersebut.

“Alhamdulillah anak2 yang punya hati dan perasaan masih memilih bersama saya, adapun surat terbuka yg tertuang dalam Photo 2 – 10 adalah sebagai bentuk menunjukan kebenaran dan apa yang sebenarnya terjadi,” tulisnya sebagai caption.

Dalam surat terbukanya, Atalarik Syah menyampaikan bahwa kedua anaknya menginginkan untuk tinggal bersamanya.

“Alhamdulillah, anak-anak dengan kuasa Allah SWT dan atas kemauan mereka sendiri hanya mau tinggal dengan saya, Bapak mereka,” tulisnya.

Lebih lanjut, ia pun mengungkap agenda penjemputan oleh Tsania Marwa bersama Pengadilan Agama Cibinong yang didampingi sejumlah petugas polisi berdasarkan sejumlah saksi pihaknya dan kuasa hukumnya.

Diakui, ketika kejadian pada tanggal 29 April 2021 itu ia tidak ada di rumah lantaran sedang bekerja. Meski begitu, ia tahu akan agenda tersebut dan memilih pasrah.

“Sedih dan miris hati saya membayangkan anak-anak saya akan dieksekusi. Selain istilah yang tidak lazim karena lebih tepat diperuntukkan kepada benda daripada manusia, saya juga tidak mau kehadiran saya membingungkan anak-anak untuk mengambil keputusan,” paparnya.

Atalarik Syah.

Atalarik Syah dan Tsania Marwah.

Atalarik Syah.

Menurut Atalarik Syah, tindakan Pengadilan Agama Cibinong dalam melaksanakan eksekusi dengan mengerahkan sejumlah petugas kepolisian dinilai sebagai tindakan yang berlebihan dan bisa memancing kerusuhan, serta ketegangan dan keresahan pada anak-anaknya.

Selain itu, menurutnya, tindakan tersebut juga melanggar UU Perlindungan Anak, UU Peradilan Anak bahkan hingga diangap tindakan melawan hukum.

Yang membuat Atalarik prihatin, peristiwa tersebut terjadi di bulan Ramadhan.

“Saya anggap terlalu memaksakan tanpa menunjukkan alasan-alasan yang dibenarkan dalam ajaran Islam bagi orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa bulan suci Ramadhan,” tulisnya.

“Tindakan tersebut tidak menghiraukan imbauan saya sebelumnya, saat saya memohon kepada komisi Perlindungan Anak Daerah Cibinong agar menyampaikan Eksekusi tersebut selepas Idul Fitri 1442 H sebagai wujud Pengadilan Agama yang lebih dapat menimbang urusan bersama dengan adil demi kepentingan ibadah umat,” sambungnya.

Menutup surat terbukanya, Atalarik Syah pun berharap apa yang terjadi pada anak-anaknya bisa menjadi perhatian pemerintah. (pojoksatu)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru