24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Dituding Lalukan Penggelapan, Eks Manager Malah Ungkap Penghasilan Denny Sumargo

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Permasalahan antara Denny Sumargo alias Densu dengan mantan manajernya, Ditya Andrista, semakin memanas dan bergulir di ranah hukum.

Setelah Densu melaporkannya dengan tudingan melakukan penggelapan dan pemalsuan surat, apakah Ditya akan membuat laporan balik? Ditanya tentang hal tersebut, Ditya mengaku menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada kuasa hukumnya, Banggua Togu Tambunan.

Di sisi lain, Banggua mengungkapkan, bahwa pihaknya sampai saat ini masih mengikuti perkembangan. Belum tahu apakah akan membuat laporan polisi atau tidak.

’’Kami masih akan berunding terkait apa yang akan kami lakukan kepada Denny Sumargo atau talent lain,” ucap Banggua Togu Tambunan dalam jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (5/10).

- Advertisement -

Terkait kliennya disebut menyebabkan kerugian hampir mencapai Rp 800 juta sebagaimana diungkapkan  Densu dan kuasa hukumnya, Banggua dengan tegas melayangkan bantahan. Ia menyebut hal itu tidak benar.  Banggua malah membuat tudingan balik kalau Densu belum membayarkan apa yang menjadi hak Ditya Andrista dengan nominal mencapai Rp 1,7 miliar.

Mengenai laporan Densu yang proses hukumnya sedang bergulir di Polda Metro Jaya, pihak Ditya Andrista menyatakan siap menghadapinya. Sang pengacara menyatakan kesiapannya untuk membuktikan kalau kliennya memang tidak bersalah.

Alih-alih membuat kerugian, Banggua mengungkapkan prestasi kliennya yang sukses mendatangkan banyak pekerjaan dengan penghasilan yang terus meningkat untuk Denny Sumargo.

’’Tahun 2018 (penghasilan Densu, Red) cuma Rp 700 juta saja, 2019 naik 200 persen jadi Rp 1,9 M, 2020 Rp 2,6 M, di 2021 sampai dengan Agustus sudah tembus Rp 2,9 M. Artinya harus bersyukur, berterima kasih. Toh sebenarnya mereka itu berteman,” paparnya.

Sebelumnya, Densu membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya terhadap Ditya Andrista terkait dugaan penggelapan dan penipuan. Dilaporkan dengan Pasal 372 KUHP terkait penggelapan dan Pasal 263 KUHP terkait pemalsuan surat. (Jawapos)

MANADOPOST.ID–Permasalahan antara Denny Sumargo alias Densu dengan mantan manajernya, Ditya Andrista, semakin memanas dan bergulir di ranah hukum.

Setelah Densu melaporkannya dengan tudingan melakukan penggelapan dan pemalsuan surat, apakah Ditya akan membuat laporan balik? Ditanya tentang hal tersebut, Ditya mengaku menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada kuasa hukumnya, Banggua Togu Tambunan.

Di sisi lain, Banggua mengungkapkan, bahwa pihaknya sampai saat ini masih mengikuti perkembangan. Belum tahu apakah akan membuat laporan polisi atau tidak.

’’Kami masih akan berunding terkait apa yang akan kami lakukan kepada Denny Sumargo atau talent lain,” ucap Banggua Togu Tambunan dalam jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (5/10).

Terkait kliennya disebut menyebabkan kerugian hampir mencapai Rp 800 juta sebagaimana diungkapkan  Densu dan kuasa hukumnya, Banggua dengan tegas melayangkan bantahan. Ia menyebut hal itu tidak benar.  Banggua malah membuat tudingan balik kalau Densu belum membayarkan apa yang menjadi hak Ditya Andrista dengan nominal mencapai Rp 1,7 miliar.

Mengenai laporan Densu yang proses hukumnya sedang bergulir di Polda Metro Jaya, pihak Ditya Andrista menyatakan siap menghadapinya. Sang pengacara menyatakan kesiapannya untuk membuktikan kalau kliennya memang tidak bersalah.

Alih-alih membuat kerugian, Banggua mengungkapkan prestasi kliennya yang sukses mendatangkan banyak pekerjaan dengan penghasilan yang terus meningkat untuk Denny Sumargo.

’’Tahun 2018 (penghasilan Densu, Red) cuma Rp 700 juta saja, 2019 naik 200 persen jadi Rp 1,9 M, 2020 Rp 2,6 M, di 2021 sampai dengan Agustus sudah tembus Rp 2,9 M. Artinya harus bersyukur, berterima kasih. Toh sebenarnya mereka itu berteman,” paparnya.

Sebelumnya, Densu membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya terhadap Ditya Andrista terkait dugaan penggelapan dan penipuan. Dilaporkan dengan Pasal 372 KUHP terkait penggelapan dan Pasal 263 KUHP terkait pemalsuan surat. (Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/