alexametrics
29.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Wacana Penundaan Pemilu, Ernest Prakasa: Gak Kaget, Anak dan Menantu Aja Jadi Kepala Daerah

MANADOPOST.ID–Isu perpanjangan masa jabatan atau penundaan pemilu 2024 masih terus berkembang di Masyarakat.

Dilansir dari Fajar.co.id, Komika Ernest Prakasa lagi-lagi menyentil Presiden Jokowi terkait wacana tersebut.

Ernest mengaku tak heran wacana presiden tiga periode yang kian berkembang belakangan ini terus menyeruak.

“Anak & menantu aja jadi kepala daerah. Ga kaget lah,” celetuk Ernest lewat akun Twitternya, dikutip pada Senin (7/3/2022).

Cuitan tersebut terlontar saat Ernest saat mengomentari akun Twitter Narasi Newsroom.

Akun tersebut menjabarkan rentetan pernyataan Jokowi soal wacana jabatan tiga periode dari waktu ke waktu.

Daftar respons Presiden Jokowi soal wacana jabatan tiga periode atau penundaan pemilu:

2019: “Yang ngomong ingin menampar muka saya.”

2021: “Saya tidak berminat menjadi presiden tiga periode.”

2022: “Wacana bagian dari demokrasi. Pelaksanaan harus tunduk pada konstitusi.”

Diketahui, wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden kembali dipanaskan oleh sejumlah elite politik.

Mulai dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang mengusulkan wacana ini digulirkan karena berbagai hal dan alasan.

Sejatinya isu ini telah berhembus sejak 2019. Sejak itu pula Jokowi telah beberapa kali meresponsnya.

Pernyataan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Desember 2019 tegas menolak usulan perpanjangan masa jabatan presiden.

“Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga (motif) menurut saya, ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan. Itu saja,” kata Jokowi.

Kemudian pada 15 Maret 2021, Presiden Jokowi lagi-lagi mengaku tidak ada niat menjadi presiden tiga periode.

“Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode,” kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Terakhir saat para elite partai pengusung yakni Golkar, PKB dan PAN mendukung usulan tersebut, Jokowi kembali angkat bicara dan meresponnya.

Kali ini ia menyatakan dirinya bukan hanya taat dan tunduk, tetapi juga patuh pada konstitusi.

Jokowi menyatakan siapa pun boleh-boleh saja mengusulkan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, menteri atau partai politik, karena ini adalah bagian dari demokrasi.

“Bebas aja berpendapat. Tetapi, kalau sudah pada pelaksanaan semuanya harus tunduk dan taat pada konstitusi,” kata Jokowi. (dra/fajar)

MANADOPOST.ID–Isu perpanjangan masa jabatan atau penundaan pemilu 2024 masih terus berkembang di Masyarakat.

Dilansir dari Fajar.co.id, Komika Ernest Prakasa lagi-lagi menyentil Presiden Jokowi terkait wacana tersebut.

Ernest mengaku tak heran wacana presiden tiga periode yang kian berkembang belakangan ini terus menyeruak.

“Anak & menantu aja jadi kepala daerah. Ga kaget lah,” celetuk Ernest lewat akun Twitternya, dikutip pada Senin (7/3/2022).

Cuitan tersebut terlontar saat Ernest saat mengomentari akun Twitter Narasi Newsroom.

Akun tersebut menjabarkan rentetan pernyataan Jokowi soal wacana jabatan tiga periode dari waktu ke waktu.

Daftar respons Presiden Jokowi soal wacana jabatan tiga periode atau penundaan pemilu:

2019: “Yang ngomong ingin menampar muka saya.”

2021: “Saya tidak berminat menjadi presiden tiga periode.”

2022: “Wacana bagian dari demokrasi. Pelaksanaan harus tunduk pada konstitusi.”

Diketahui, wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden kembali dipanaskan oleh sejumlah elite politik.

Mulai dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang mengusulkan wacana ini digulirkan karena berbagai hal dan alasan.

Sejatinya isu ini telah berhembus sejak 2019. Sejak itu pula Jokowi telah beberapa kali meresponsnya.

Pernyataan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Desember 2019 tegas menolak usulan perpanjangan masa jabatan presiden.

“Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga (motif) menurut saya, ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan. Itu saja,” kata Jokowi.

Kemudian pada 15 Maret 2021, Presiden Jokowi lagi-lagi mengaku tidak ada niat menjadi presiden tiga periode.

“Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode,” kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Terakhir saat para elite partai pengusung yakni Golkar, PKB dan PAN mendukung usulan tersebut, Jokowi kembali angkat bicara dan meresponnya.

Kali ini ia menyatakan dirinya bukan hanya taat dan tunduk, tetapi juga patuh pada konstitusi.

Jokowi menyatakan siapa pun boleh-boleh saja mengusulkan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, menteri atau partai politik, karena ini adalah bagian dari demokrasi.

“Bebas aja berpendapat. Tetapi, kalau sudah pada pelaksanaan semuanya harus tunduk dan taat pada konstitusi,” kata Jokowi. (dra/fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/