30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Masih Ingat Pahlawan Super Saras 008? Sekarang Fokus Urus Anak, Ini Sosoknya

MANADOPOST.ID–Saat ini, pahlawan dalam serial Marvel sangat digandrungi kaum anak-anak sampai dewasa. Tapi di tahun 1998, ada juga pahlawan super Indonesia yang sangat hits bahkan .

Saras 008, menjadi idola milenial di masa itu. Sosok Saraswati kali pertama diperankan Sindy Dewiana. Meski hanya sebentar, Sindy sempat menjadi idola anak-anak pada masa itu. Kini, 23 tahun berlalu, Jawa Pos berkesempatan berbincang kembali dengan Sindy.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Hai, Sindy apa kabar. Lama vakum dari dunia hiburan, sibuk apa sih?

Alhamdulillah, baik. Setelah menikah aku memang mendedikasikan diri untuk menjadi ibu rumah tangga. Kebetulan langsung punya anak juga. Selain itu, aku melatih senam, ngajar tari peacock, dan mengenalkan segala jenis tarian, busana, dan alat musik tradisional Indonesia di sanggar milik mamahku di Australia. Nah, sekarang mau meneruskan di sini. Sekaligus bisnis kecil-kecilan Lemon Acil yang produknya dari kebun sendiri.

Tinggal di Australia berapa lama? Alasannya?

Tujuh tahun belakangan ya, sekitar tahun 2013–2014. Awalnya karena mau berobat anak pertamaku yang sakit virus mielitis transversa. Setelah satu setengah tahun pengobatan, Allah berkehendak lain, anakku meninggal dunia di sana. Tapi, betah karena di sana orang-orangnya open minded tentang penyakitnya, penanganannya, dan lebih manusiawi kalau lagi sharing mengenai ini. Dari segi pendidikan juga Australia baik, suami kuliah di sana, dan keluargaku juga banyak yang menetap di sana. Bahkan, mamahku udah jadi warga sana. Itu sih yang jadi motivasi kami.

Sindy Dewiana (LAYAR.ID – SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Sejak kapan balik ke Indonesia? Menurutmu, apa yang berubah?

Baru pulang sekitar 6 bulan ya. Lumayan kaget melihat perubahannya. Saya harus beradaptasi kembali dengan kultur Indonesia yang saya rasa sudah hilang karena ketiban (tertutup, Red) budaya-budaya asing. Sejujurnya saya sedih banget, ngerasa identitas bangsa ilang.

Bakal menetap selamanya di sini?

Nah, itu saya belum bisa jawab karena suami masih ada tawaran scholarship di Norwegia. Kalau border dibuka kami langsung berangkat. Anak-anakku juga kurang betah di sini.

Masih ingat dengan dialog/jurus-jurus andalan Saras?

Aduh kalau dialog sih udah lupa ya, tapi kalau jurus dia berputar sembari ngomong Saras 008 sih inget. Hehehe..

Dengan para pemain yang lain, masih berhubungan?

Hhmm nggak, hehehe.

Karena jarang aktif di medsos?

Saya memang menghindari gosip-gosip juga sebenarnya. Karena semakin kita mengekspos, akan bikin orang makin pengin tahu. Saya punya kesedihan waktu kehilangan anak di Perth. Dan saya merasa udah bukan bintang lagi. Jadi, mau fokus sama keluarga aja. Menikmati profesi saya sebagai pelatih senam dan ibu rumah tangga.

Sindy Dewiana. (Instagram)

Ketika beraktivitas di luar, masih ada yang mengenalimu sebagai Saras?

Pernah tuh kedatangan tamu waktu di Perth, orang Bali atau Lombok gitu ya. Dan mereka ngeh kalau saya pemeran Saras. Terus minta diperagain pose jurus-jurus andalannya Saras. Bahkan, waktu pulang ke Indonesia sebelum yang sekarang ini, ada orang yang cerita langsung ke saya kalau dia punya komiknya. Saya pun kaget dan malah nggak tahu kalau Saras dibikin komik. Akhirnya saya dikasih satu. Senang ya, berarti memang masih melekat dan punya image yang baik. Ada juga yang ngontak lewat Instagram. Mereka menanyakan kabar dan memang karena interest feeling sama saya. Bahkan, ada yang ngirimin foto waktu jumpa fans dulu, hahaha. Dia (fansnya, Red) masih kecil dan aku pun masih gadis, hahaha. Tapi, saya lebih senang begitu, nggak fake. Bersyukur berarti saya masih dirindukan.

Dulu, Anda hanya bermain sebentar di sinetron Saras, kenapa?

Sebenarnya waktu ditawarin main itu kontraknya panjang, tapi berhubung saat itu mulai sibuk pindah lokasi karena kejar tayang juga kan. Nah, posisinya saya masih jadi atlet senam ritmik dan harus ikut karantina karena ada kejuaraan. Akhirnya saya mengundurkan diri setelah berjalan 20 episode karena komitmen dengan profesi saya sebagai atlet.

Berarti, Saras jadi sinetron terakhirmu?

Nggak. Aku tuh terakhir main di sinetron Si Doel.

Ada hasrat ingin balik lagi ke dunia entertainment?

Susah-susah gampang nih jawabnya, hehehe. Yaaaa we’ll see lah, jadi belum tahu. Apalagi kan saya baru balik dari Perth.

Tapi, tawaran syuting mulai berdatangan?

Sejujurnya ini adalah wawancara pertama saya, hahaha. Orang-orang belum ada yang tahu saya ada di sini (Indonesia, Red). Lagi menikmati proses yang sekarang aja sih. Kalaupun ada ya pastinya akan selektif. Harus ada sisi edukasinya juga.

Anak-anak tahu kalau Mbak Sindy seorang publik figur?

Awalnya nggak. Waktu di Australia ada salah satu stasiun televisi swasta yang ngontak saya minta bikin video gitu. Anakku nanya dan saya jelasin lah kalau dulu saya seorang artis. Begitu saya kasih lihat Instagram dan video-video lama saya, baru mereka tahu. Dan mereka takjub nggak percaya gitu awalnya karena tahunya saya atlet. Di sana pun saya kerjanya sebagai pelatih senam kan. Lucu lah komentar-komentar mereka, saya dibilang cat woman karena Saras kan penampilannya superhero yang pakai topeng. Dan pakai bahasa Indonesia pula, anak saya kan fasihnya bahasa Inggris, hahaha.

Mengizinkan anak untuk menjadi artis?

Saya sih penginnya mereka tuh berprestasi jadi atlet karena basic sportivitas dan disiplinnya tinggi. Supaya nanti mereka mau terjun ke bidang mana pun mentalnya sudah siap. Anakku yang pertama, Kayla mau jadi model. Jadi, sepertinya aku yang manajerin seperti yang Mamah lakukan dulu kepada saya. Kalau anak keduaku, Keisha maunya jadi arsitek.

(jawapos)

MANADOPOST.ID–Saat ini, pahlawan dalam serial Marvel sangat digandrungi kaum anak-anak sampai dewasa. Tapi di tahun 1998, ada juga pahlawan super Indonesia yang sangat hits bahkan .

Saras 008, menjadi idola milenial di masa itu. Sosok Saraswati kali pertama diperankan Sindy Dewiana. Meski hanya sebentar, Sindy sempat menjadi idola anak-anak pada masa itu. Kini, 23 tahun berlalu, Jawa Pos berkesempatan berbincang kembali dengan Sindy.

 

Hai, Sindy apa kabar. Lama vakum dari dunia hiburan, sibuk apa sih?

Alhamdulillah, baik. Setelah menikah aku memang mendedikasikan diri untuk menjadi ibu rumah tangga. Kebetulan langsung punya anak juga. Selain itu, aku melatih senam, ngajar tari peacock, dan mengenalkan segala jenis tarian, busana, dan alat musik tradisional Indonesia di sanggar milik mamahku di Australia. Nah, sekarang mau meneruskan di sini. Sekaligus bisnis kecil-kecilan Lemon Acil yang produknya dari kebun sendiri.

Tinggal di Australia berapa lama? Alasannya?

Tujuh tahun belakangan ya, sekitar tahun 2013–2014. Awalnya karena mau berobat anak pertamaku yang sakit virus mielitis transversa. Setelah satu setengah tahun pengobatan, Allah berkehendak lain, anakku meninggal dunia di sana. Tapi, betah karena di sana orang-orangnya open minded tentang penyakitnya, penanganannya, dan lebih manusiawi kalau lagi sharing mengenai ini. Dari segi pendidikan juga Australia baik, suami kuliah di sana, dan keluargaku juga banyak yang menetap di sana. Bahkan, mamahku udah jadi warga sana. Itu sih yang jadi motivasi kami.

Sindy Dewiana (LAYAR.ID – SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Sejak kapan balik ke Indonesia? Menurutmu, apa yang berubah?

Baru pulang sekitar 6 bulan ya. Lumayan kaget melihat perubahannya. Saya harus beradaptasi kembali dengan kultur Indonesia yang saya rasa sudah hilang karena ketiban (tertutup, Red) budaya-budaya asing. Sejujurnya saya sedih banget, ngerasa identitas bangsa ilang.

Bakal menetap selamanya di sini?

Nah, itu saya belum bisa jawab karena suami masih ada tawaran scholarship di Norwegia. Kalau border dibuka kami langsung berangkat. Anak-anakku juga kurang betah di sini.

Masih ingat dengan dialog/jurus-jurus andalan Saras?

Aduh kalau dialog sih udah lupa ya, tapi kalau jurus dia berputar sembari ngomong Saras 008 sih inget. Hehehe..

Dengan para pemain yang lain, masih berhubungan?

Hhmm nggak, hehehe.

Karena jarang aktif di medsos?

Saya memang menghindari gosip-gosip juga sebenarnya. Karena semakin kita mengekspos, akan bikin orang makin pengin tahu. Saya punya kesedihan waktu kehilangan anak di Perth. Dan saya merasa udah bukan bintang lagi. Jadi, mau fokus sama keluarga aja. Menikmati profesi saya sebagai pelatih senam dan ibu rumah tangga.

Sindy Dewiana. (Instagram)

Ketika beraktivitas di luar, masih ada yang mengenalimu sebagai Saras?

Pernah tuh kedatangan tamu waktu di Perth, orang Bali atau Lombok gitu ya. Dan mereka ngeh kalau saya pemeran Saras. Terus minta diperagain pose jurus-jurus andalannya Saras. Bahkan, waktu pulang ke Indonesia sebelum yang sekarang ini, ada orang yang cerita langsung ke saya kalau dia punya komiknya. Saya pun kaget dan malah nggak tahu kalau Saras dibikin komik. Akhirnya saya dikasih satu. Senang ya, berarti memang masih melekat dan punya image yang baik. Ada juga yang ngontak lewat Instagram. Mereka menanyakan kabar dan memang karena interest feeling sama saya. Bahkan, ada yang ngirimin foto waktu jumpa fans dulu, hahaha. Dia (fansnya, Red) masih kecil dan aku pun masih gadis, hahaha. Tapi, saya lebih senang begitu, nggak fake. Bersyukur berarti saya masih dirindukan.

Dulu, Anda hanya bermain sebentar di sinetron Saras, kenapa?

Sebenarnya waktu ditawarin main itu kontraknya panjang, tapi berhubung saat itu mulai sibuk pindah lokasi karena kejar tayang juga kan. Nah, posisinya saya masih jadi atlet senam ritmik dan harus ikut karantina karena ada kejuaraan. Akhirnya saya mengundurkan diri setelah berjalan 20 episode karena komitmen dengan profesi saya sebagai atlet.

Berarti, Saras jadi sinetron terakhirmu?

Nggak. Aku tuh terakhir main di sinetron Si Doel.

Ada hasrat ingin balik lagi ke dunia entertainment?

Susah-susah gampang nih jawabnya, hehehe. Yaaaa we’ll see lah, jadi belum tahu. Apalagi kan saya baru balik dari Perth.

Tapi, tawaran syuting mulai berdatangan?

Sejujurnya ini adalah wawancara pertama saya, hahaha. Orang-orang belum ada yang tahu saya ada di sini (Indonesia, Red). Lagi menikmati proses yang sekarang aja sih. Kalaupun ada ya pastinya akan selektif. Harus ada sisi edukasinya juga.

Anak-anak tahu kalau Mbak Sindy seorang publik figur?

Awalnya nggak. Waktu di Australia ada salah satu stasiun televisi swasta yang ngontak saya minta bikin video gitu. Anakku nanya dan saya jelasin lah kalau dulu saya seorang artis. Begitu saya kasih lihat Instagram dan video-video lama saya, baru mereka tahu. Dan mereka takjub nggak percaya gitu awalnya karena tahunya saya atlet. Di sana pun saya kerjanya sebagai pelatih senam kan. Lucu lah komentar-komentar mereka, saya dibilang cat woman karena Saras kan penampilannya superhero yang pakai topeng. Dan pakai bahasa Indonesia pula, anak saya kan fasihnya bahasa Inggris, hahaha.

Mengizinkan anak untuk menjadi artis?

Saya sih penginnya mereka tuh berprestasi jadi atlet karena basic sportivitas dan disiplinnya tinggi. Supaya nanti mereka mau terjun ke bidang mana pun mentalnya sudah siap. Anakku yang pertama, Kayla mau jadi model. Jadi, sepertinya aku yang manajerin seperti yang Mamah lakukan dulu kepada saya. Kalau anak keduaku, Keisha maunya jadi arsitek.

(jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/