alexametrics
32.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Cerita ARMY Manado, Belajar Algoritma YouTube agar BTS Bisa Pecahkan Rekor

MANADOPOST.ID – Nama BTS terus meroket. Satu per satu rekor dengan mudah dipecahkan boygroup asal Korea Selatan itu. Prestasi luar biasa BTS itu tak lepas dari para ARMY. Mereka berjuang mati-matian mendukung sang idola. Di Manado sendiri, juga ada ARMY. Fanbase lokal ini sudah terbentuk sejak 7 tahun silam.

Ketika video musik Dynamite dilempar ke YouTube 21 Agustus 2020 oleh BigHit Entertainment, ARMY sudah melakukan banyak ‘training‘ dari jauh hari. Lusiana Christin, mewakili admin ARMY Manado menjelaskan proses perjuangannya bersama teman-teman.

Digital flyer tentang tutorial streaming di YouTube yang baik dan benar sudah disebar. ARMY juga melakukan ‘testing view’, semacam percobaan untuk membaca algoritma YouTube dalam hal menghitung views di sebuah video sehingga terhitung streaming dan bukan bot,” jelasnya.

Karena hal itu, tak heran ARMY seluruh dunia termasuk Luciana sudah sangat terlatih dalam hal streaming. “Dalam 24 jam, music video (MV) Dynamite naik pesat. Bahkan pecahkan rekor 101 juta penonton dalam sehari. Capain luar biasa kan,” ujarnya.

Menurut perempuan kelahiran 3 Januari 1992 ini, bukan cuma loyalitas ARMY yang membuat BTS sukses besar. Tapi juga kekompakan. Hasil kerjasama seluruh ARMY yang tersebar di banyak negara, termasuk di Manado mampu meroketkan BTS.

“Kerjasamanya pun sangatlah epic dan terorganisir dengan baik. Seperti adanya pembagian waktu stream di beberapa bagian negara yang memiliki zona waktu berbeda. Ketika Asia ARMY tidur, maka waktunya Eropa ARMY bangun untuk streaming. Pun ketika American ARMY bangun untuk streaming maka itu saatnya Asian ARMY untuk tidur istirahat dari streaming. Team work makes the dreams work,” jelasnya.

Lagu Dynamite sendiri, bagi Luciana begitu easy-listening. Siapapun pasti bisa suka. Liriknya full Bahasa Inggris. Beat-nya mampu membuat pendengar bahagia dan ikut berdansa. “Yang saya baca, lagu ini dibuat untuk menghibur ARMY di masa pandemi Covid-19,” sebutnya.

Luciana membeber, ternyata bukan cuma BTS-nya saja yang punya haters, tapi ARMY pun punya. Banyak yang masih menganggap bahwa menjadi ARMY hanya buang-buang waktu. “Tapi, para haters ini tidak tahu, menjadi ARMY bukanlah sekadar kita mengidolakan BTS, menyanjung visual mereka, atau nge-halu bisa pacaran dengan mereka. Tapi, menjadi ARMY bisa mengubah diri kita jadi anak muda yang berprestasi juga,” kunci dia. (tkg)

MANADOPOST.ID – Nama BTS terus meroket. Satu per satu rekor dengan mudah dipecahkan boygroup asal Korea Selatan itu. Prestasi luar biasa BTS itu tak lepas dari para ARMY. Mereka berjuang mati-matian mendukung sang idola. Di Manado sendiri, juga ada ARMY. Fanbase lokal ini sudah terbentuk sejak 7 tahun silam.

Ketika video musik Dynamite dilempar ke YouTube 21 Agustus 2020 oleh BigHit Entertainment, ARMY sudah melakukan banyak ‘training‘ dari jauh hari. Lusiana Christin, mewakili admin ARMY Manado menjelaskan proses perjuangannya bersama teman-teman.

Digital flyer tentang tutorial streaming di YouTube yang baik dan benar sudah disebar. ARMY juga melakukan ‘testing view’, semacam percobaan untuk membaca algoritma YouTube dalam hal menghitung views di sebuah video sehingga terhitung streaming dan bukan bot,” jelasnya.

Karena hal itu, tak heran ARMY seluruh dunia termasuk Luciana sudah sangat terlatih dalam hal streaming. “Dalam 24 jam, music video (MV) Dynamite naik pesat. Bahkan pecahkan rekor 101 juta penonton dalam sehari. Capain luar biasa kan,” ujarnya.

Menurut perempuan kelahiran 3 Januari 1992 ini, bukan cuma loyalitas ARMY yang membuat BTS sukses besar. Tapi juga kekompakan. Hasil kerjasama seluruh ARMY yang tersebar di banyak negara, termasuk di Manado mampu meroketkan BTS.

“Kerjasamanya pun sangatlah epic dan terorganisir dengan baik. Seperti adanya pembagian waktu stream di beberapa bagian negara yang memiliki zona waktu berbeda. Ketika Asia ARMY tidur, maka waktunya Eropa ARMY bangun untuk streaming. Pun ketika American ARMY bangun untuk streaming maka itu saatnya Asian ARMY untuk tidur istirahat dari streaming. Team work makes the dreams work,” jelasnya.

Lagu Dynamite sendiri, bagi Luciana begitu easy-listening. Siapapun pasti bisa suka. Liriknya full Bahasa Inggris. Beat-nya mampu membuat pendengar bahagia dan ikut berdansa. “Yang saya baca, lagu ini dibuat untuk menghibur ARMY di masa pandemi Covid-19,” sebutnya.

Luciana membeber, ternyata bukan cuma BTS-nya saja yang punya haters, tapi ARMY pun punya. Banyak yang masih menganggap bahwa menjadi ARMY hanya buang-buang waktu. “Tapi, para haters ini tidak tahu, menjadi ARMY bukanlah sekadar kita mengidolakan BTS, menyanjung visual mereka, atau nge-halu bisa pacaran dengan mereka. Tapi, menjadi ARMY bisa mengubah diri kita jadi anak muda yang berprestasi juga,” kunci dia. (tkg)

Most Read

Artikel Terbaru

/