alexametrics
26.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Dorce Gamalama Meninggal, Dimakamkan secara Perempuan atau Laki-laki?

MANADOPOST.ID- Dorce Gamalama meninggal dunia pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB di RSPP Simpruk, lantaran Covid-19.

Sebelum meninggal, sempat ramai wasiat Dorce yang ingin jenazahnya diurus selayaknya perempuan. Hal itu menuai kontroversi. Tidak sedikit publik atau bahkan pemuka agama yang ikut angkat bicara mengenai hal tersebut.

Salah satunya Gus Miftah yang mengkritik keinginannya. Pernyataan Pengurus Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta itu ada di kanal YouTube Official Nitnot.

Gus Miftah menjelaskan hukum transgender dalam Islam. Kata dia, di dalam Alquran jelas bahwa jenis kelamin hanya dibagi dua. “Jadi yang pertama, dalam Surat Al Hujurat itu, Allah menciptakan kelamin itu cuma ada dua, jadi jenis laki-laki dan perempuan. Kemudian dalam fikih itu ada jenis kelamin yang ketiga namanya, Khunsa,” kata Gus Miftah.

Sepanjang yang dia tahu, Dorce lahir sebagai laki-laki. Baru setelah itu, Dorce mengubahnya jadi perempuan. Karena itu, menurut Gus Miffah, secara fikih Dorce tetap sebagai seorang laki-laki. Dengan demikian, pemakaman harus dilakukan sesuai kodratnya.

“Artinya, pengebumiannya sepanjang yang saya tahu, yaitu kembali ke kodrat asal dulu dia dilahirkan. Artinya kalau dulu dia dilahirkan dalam keadaan laki-laki ya sebaiknya, seyogyanya juga dimakamkan dalam keadaan laki-laki,” katanya.

Hal ini penting bagi Gus Miftah. Sebab, pengurusan jenazah lelaki dan perempuan, dimulai dari dimandikan hingga disalatkan cukup berbeda. “Soal kain kafan, perempuan jauh lebih banyak. Kemudian soal salat jenazah niatnya dan lain sebagainya, ini kan berbeda,” kata Gus Miftah.

Dorce tak terima atas pernyataan yang menanggapi keinginannya untuk dimakamkan sebagai perempuan. Dia bahkan beri teguran lewat video yang diunggah di Instagram.(jpc)

MANADOPOST.ID- Dorce Gamalama meninggal dunia pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB di RSPP Simpruk, lantaran Covid-19.

Sebelum meninggal, sempat ramai wasiat Dorce yang ingin jenazahnya diurus selayaknya perempuan. Hal itu menuai kontroversi. Tidak sedikit publik atau bahkan pemuka agama yang ikut angkat bicara mengenai hal tersebut.

Salah satunya Gus Miftah yang mengkritik keinginannya. Pernyataan Pengurus Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta itu ada di kanal YouTube Official Nitnot.

Gus Miftah menjelaskan hukum transgender dalam Islam. Kata dia, di dalam Alquran jelas bahwa jenis kelamin hanya dibagi dua. “Jadi yang pertama, dalam Surat Al Hujurat itu, Allah menciptakan kelamin itu cuma ada dua, jadi jenis laki-laki dan perempuan. Kemudian dalam fikih itu ada jenis kelamin yang ketiga namanya, Khunsa,” kata Gus Miftah.

Sepanjang yang dia tahu, Dorce lahir sebagai laki-laki. Baru setelah itu, Dorce mengubahnya jadi perempuan. Karena itu, menurut Gus Miffah, secara fikih Dorce tetap sebagai seorang laki-laki. Dengan demikian, pemakaman harus dilakukan sesuai kodratnya.

“Artinya, pengebumiannya sepanjang yang saya tahu, yaitu kembali ke kodrat asal dulu dia dilahirkan. Artinya kalau dulu dia dilahirkan dalam keadaan laki-laki ya sebaiknya, seyogyanya juga dimakamkan dalam keadaan laki-laki,” katanya.

Hal ini penting bagi Gus Miftah. Sebab, pengurusan jenazah lelaki dan perempuan, dimulai dari dimandikan hingga disalatkan cukup berbeda. “Soal kain kafan, perempuan jauh lebih banyak. Kemudian soal salat jenazah niatnya dan lain sebagainya, ini kan berbeda,” kata Gus Miftah.

Dorce tak terima atas pernyataan yang menanggapi keinginannya untuk dimakamkan sebagai perempuan. Dia bahkan beri teguran lewat video yang diunggah di Instagram.(jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/