29.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Manfaatkan Momen, Ajak Ikuti Pilpres

LOS ANGELES— Chris Evans punya cara tersendiri untuk merespons kehebohan akibat foto vulgar yang tak sengaja diunggahnya di Instagram Story.

Pemeran Captain America tersebut buka suara lewat sebuah cuitan di Twitter kemarin (15/9). Dia tidak membantah maupun membenarkan soal foto itu. ’’Sekarang, karena aku mendapat perhatian kalian… Lakukan pemungutan suara pada 3 November!!!’’ cuitnya.

Cuitan itu direspons dengan 146 ribu retweet dan 761 like di Twitter. Pada 3 November mendatang diadakan pemilihan umum presiden (pilpres) Amerika Serikat. Di sisi lain, Evans termasuk sangat kritis terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.

Berharap presiden berganti, Evans memanfaatkan momen itu untuk mengajak para fansnya memilih. Dia bahkan merilis A Starting Point, website keterlibatan sipil berbasis video yang membantu masyarakat agar lebih memahami masalah politik saat ini.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Website tersebut dibuat Evans bersama aktor sekaligus sutradara Mark Kassen dan pengusaha teknologi Joe Kiani. ’’Tujuan kami ialah menciptakan rantai konektivitas antara pejabat terpilih dan pemilih untuk menciptakan keterlibatan,’’ tutur Evans pada Juli lalu, sebagaimana dilansir dari People.

Minggu (13/9), Evans mengunggah video rekaman layar yang menampilkan keluarganya yang sedang bermain Heads Up. Ketika video itu berakhir, tanpa sengaja terlihat galeri foto di ponselnya. Ada salah satu foto vulgar di sana. Tidak jelas apakah itu foto Evans atau bukan. Namun, Evans dengan cepat menghapus posting-an tersebut.

Beberapa figur publik pun buka suara terkait kehebohan yang ditimbulkan Evans. Misalnya, adik Evans, Scott, yang seolah pura-pura tidak tahu. ’’Aku tidak aktif di media sosial kemarin. Jadi, apa yang aku lewatkan?’’ cuitnya di Twitter pada Minggu (13/9). (adn/c18/ayi)

LOS ANGELES— Chris Evans punya cara tersendiri untuk merespons kehebohan akibat foto vulgar yang tak sengaja diunggahnya di Instagram Story.

Pemeran Captain America tersebut buka suara lewat sebuah cuitan di Twitter kemarin (15/9). Dia tidak membantah maupun membenarkan soal foto itu. ’’Sekarang, karena aku mendapat perhatian kalian… Lakukan pemungutan suara pada 3 November!!!’’ cuitnya.

Cuitan itu direspons dengan 146 ribu retweet dan 761 like di Twitter. Pada 3 November mendatang diadakan pemilihan umum presiden (pilpres) Amerika Serikat. Di sisi lain, Evans termasuk sangat kritis terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.

Berharap presiden berganti, Evans memanfaatkan momen itu untuk mengajak para fansnya memilih. Dia bahkan merilis A Starting Point, website keterlibatan sipil berbasis video yang membantu masyarakat agar lebih memahami masalah politik saat ini.

Website tersebut dibuat Evans bersama aktor sekaligus sutradara Mark Kassen dan pengusaha teknologi Joe Kiani. ’’Tujuan kami ialah menciptakan rantai konektivitas antara pejabat terpilih dan pemilih untuk menciptakan keterlibatan,’’ tutur Evans pada Juli lalu, sebagaimana dilansir dari People.

Minggu (13/9), Evans mengunggah video rekaman layar yang menampilkan keluarganya yang sedang bermain Heads Up. Ketika video itu berakhir, tanpa sengaja terlihat galeri foto di ponselnya. Ada salah satu foto vulgar di sana. Tidak jelas apakah itu foto Evans atau bukan. Namun, Evans dengan cepat menghapus posting-an tersebut.

Beberapa figur publik pun buka suara terkait kehebohan yang ditimbulkan Evans. Misalnya, adik Evans, Scott, yang seolah pura-pura tidak tahu. ’’Aku tidak aktif di media sosial kemarin. Jadi, apa yang aku lewatkan?’’ cuitnya di Twitter pada Minggu (13/9). (adn/c18/ayi)

Most Read

Artikel Terbaru

/