25 C
Manado
Kamis, 6 Mei 2021
spot_img

Malam Ini Grand Final Indonesian Idol, Duel Pemilik Teknik Tinggi vs si Pop Jazzy

MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Indonesian Idol Special Season akhirnya tiba di klimaks acara. Malam ini (19/4), dua grand finalist bakal head to head demi merebut jawara di musim kesebelas. Ada Rimar Callista dan Mark Natama Saragi. Masing-masing punya kekuatan untuk menarik vote.

Rimar dan Mark dinyatakan lolos sebagai grand finalist di babak Top 3 Senin lalu (12/4). Sementara itu, perwakilan Medan Anggi Marito Simanjuntak tereliminasi lantaran mendapat vote terendah. Dengan demikian, Anggi keluar sebagai juara ketiga.

Rimar dan Mark bukanlah penyanyi pendatang baru. Keduanya pernah merilis single yang bisa didengarkan di streaming platform. Rimar dengan lagu Perantara (2020) dan Cinta & Pesona (2017), sedangkan Mark punya Yesterday (2020) dan Terkejar Waktu (2020).

Meski sudah punya single orisinal, Rimar dan Mark tetap ikut Indonesian Idol untuk mendapat pengalaman manggung yang lebih baik sekaligus menjadi batu loncatan. Keduanya sepakat bahwa Indonesian Idol adalah ajang pencarian bakat yang kredibel dan menjanjikan untuk membentuk karir.

Rimar dan Mark memiliki karakter vokal yang berbeda. Namun, mereka sama-sama menjadi langganan pujian juri. Rimar yang juga alumnus Teknik Perminyakan Universitas Trisakti sanggup membuat juri memberi standing ovation saat membawakan lagu-lagu pop dengan teknik mumpuni. Misalnya, ketika membawakan nada tinggi atau ketika perempuan yang pernah berlatih vokal di Purwa Caraka Music Studio itu melakukan belting.

Saking seringnya memukau juri, Rimar berkali-kali disebut layak berada di grand final. Kualitas vokal dan penampilannya sering disebut level internasional. Rimar yang pernah berduet dengan penyanyi Kazakhstan Dimash Kudaibergen pada konser di St Petersburg, Rusia, juga sering ikut kompetisi menyanyi. Salah satunya FLS2N 2014 ketika dia masih SMA. Saat itu dia mendapat medali perak. Rimar juga tampil di ASEAN ’Be Our Rock & Pop Soul’ Music Competition di Vietnam pada 2015.

Selain rajin ikut lomba atau festival, Rimar memupuk karir bermusiknya dengan meng-cover lagu di media sosial. ’’Itu cukup berpengaruh untuk jadi portofolio saat mau ikut kompetisi. Apalagi, sekarang zaman digital. Banyak orang yang bisa berkarya di media sosial,’’ ujar Rimar saat dihubungi Jawa Pos Kamis siang (15/4).

Rimar mengakui, kekuatan menyanyinya ada di lagu pop. Hal itu dia temukan setelah rajin membuat cover di media sosial. ’’Suaraku bisa dibawa ke yang teknik banget, bisa juga ke simpel. Kalau aku bikin lagu pun yang easy listening,’’ ungkap penyanyi yang pernah ikut ajang The Voice Indonesia 2016 itu. Saat ikut sebuah kompetisi, termasuk Indonesian Idol, Rimar lebih banyak mengambil lagu dengan nada tinggi untuk menonjolkan kualitas.

Sementara itu, bagi Mark, Indonesian Idol Special Season menjadi kompetisi nasional solo pertama. ’’Ini bener-bener pertama aku nyanyi di depan penonton yang lebih banyak dan disiarkan live,’’ terang mahasiswa Manajemen Rekayasa Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) itu saat dihubungi Kamis sore lalu di tengah aktivitas promosi grand final.

Namun, Mark sebenarnya sudah cukup terlatih. Dia sering tampil bersama teman-teman bandnya dalam acara kampus. Saat SMA, pria kelahiran Medan, 20 April 2001, itu juga terlibat dalam drama musikal sebagai penampil, produser, dan co-sutradara. Dia pun percaya diri untuk tampil di panggung, di depan banyak orang.

Besar di keluarga Batak, Mark diajari menyanyi dan bermusik sejak kecil. ’’Aku jadi semakin suka nyanyi karena melihat para musisi itu kayak nggak ada beban ketika tampil dan terlihat seru,’’ papar pemuda yang pernah ikut kelas menyanyi di Elfa Music School besutan mendiang Elfa Secioria itu.

Soal karakter vokal, Mark mengakui ada sedikit perubahan sebelum dan sesudah ikut Indonesian Idol. Sebelumnya, Mark lebih banyak mendalami genre R&B dan soul, seperti terdengar di dua single-nya. ’’Nah, pas di Idol, aku sadar ternyata bisa membawakan lagu pop jazz. Aku dapat banyak skill set-nya,’’ tuturnya.

Kini, dengan ciri khas masing-masing, Rimar dan Mark siap bertanding. Apa pun hasilnya, mereka siap. Berada di grand final ajang menyanyi ternama sudah merupakan capaian besar. ’’Masuk grand final itu udah juara,’’ kata Rimar.

Setelah ini, baik menang atau tidak, fokus Rimar dan Mark adalah berkarya. Membuat lagu atau bahkan album. ’’Pokoknya, gimana caranya aku bisa berkolaborasi dengan produser atau komposer yang sesuai dengan identitas bernyanyi aku,’’ imbuh Mark. (Jawa Pos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru