32.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Sudah 150 Ribu Tanda Tangan Minta Drama Ji Soo Blackpink Dihentikan, Ini Alasannya

MANADOPOST.ID—Ji Soo ‘Blackpink’ membuat debut perdananya di layar drama Korea Selatan. Sayangnya drama yang berjudul Snowdrop itu menuai polemik. Drama yang menyandingkan Ji Soo dengan aktor terkenal Jung Hae In itu dimintau untuk dihentikan.

Bahkan desakan penghentian Snowdrop yang perdana tayang tadi malam ini, tembus sampai ke Blue House. Petisi permintaan penghentian penayangan drama JTBC ‘Snowdrop’ sudah tembus 150 ribu tanda tangan per jam 8 malam waktu Korea.

Ada sejumlah alasan mengapa drama tersebut diminta untuk dihentikan. Paling utama adalah karena dinilai terjadi penyimpangan sejarah. Di antaranya:

1) Pihak produksi meyakinkan tidak ada karakter utama yang ikut pergerakan demokrasi, dan sama sekali tidak ada pergerakan demokrasi di naskahnya. Namun ternyata di episode 1 langsung ditunjukkan pemeran utama seorang mata-mata disalahpahami sebagai aktivis.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

2) Ada banyak korban pergerakan 1987 yang masih hidup sampai sekarang. Kala itu NSA membuat pembenaran menyiksa sampai membunuh aktivis atas dasar dugaan adanya mata-mata komunis di tengah aktivis. Di drama ‘Snowdrop’ seolah-olah pembenaran NSA benar terjadi.

3) Pemutaran lagu ‘Dear Pine’ di adegan mata-mata dikejar oleh petugas NSA. ‘Dear Pine’ adalah lagu yang melambangkan pergerakan aktivis demokrasi kala itu.

4) Penayangan drama di platform OTT global menambah penyebaran informasi sejarah yang tidak sesuai fakta.

5) Korea Selatan adalah negara demokrasi yang mendapat demokrasinya bukan tanpa usaha melainkan melalui luka dan pengorbanan masyarakat. Sejarah pergerakan demokrasi juga masih segar diingatan karena baru terjadi 30 tahun lalu.

Diketahui, sebelum ‘Snowdrop’ tayang, beberapa bulan lalu juga sudah ada petisi untuk menghentikan produksi drama itu. Saat itu pihak Blue House telah memberikan tanggapan pemerintah tidak bisa ikut campur dalam proses kreativitas suatu karya karena adanya kebebasan berekspresi dan menyerahkan keputusannya ke Komisi Penyiaran serta stasiun TV itu sendiri.(gel)

MANADOPOST.ID—Ji Soo ‘Blackpink’ membuat debut perdananya di layar drama Korea Selatan. Sayangnya drama yang berjudul Snowdrop itu menuai polemik. Drama yang menyandingkan Ji Soo dengan aktor terkenal Jung Hae In itu dimintau untuk dihentikan.

Bahkan desakan penghentian Snowdrop yang perdana tayang tadi malam ini, tembus sampai ke Blue House. Petisi permintaan penghentian penayangan drama JTBC ‘Snowdrop’ sudah tembus 150 ribu tanda tangan per jam 8 malam waktu Korea.

Ada sejumlah alasan mengapa drama tersebut diminta untuk dihentikan. Paling utama adalah karena dinilai terjadi penyimpangan sejarah. Di antaranya:

1) Pihak produksi meyakinkan tidak ada karakter utama yang ikut pergerakan demokrasi, dan sama sekali tidak ada pergerakan demokrasi di naskahnya. Namun ternyata di episode 1 langsung ditunjukkan pemeran utama seorang mata-mata disalahpahami sebagai aktivis.

2) Ada banyak korban pergerakan 1987 yang masih hidup sampai sekarang. Kala itu NSA membuat pembenaran menyiksa sampai membunuh aktivis atas dasar dugaan adanya mata-mata komunis di tengah aktivis. Di drama ‘Snowdrop’ seolah-olah pembenaran NSA benar terjadi.

3) Pemutaran lagu ‘Dear Pine’ di adegan mata-mata dikejar oleh petugas NSA. ‘Dear Pine’ adalah lagu yang melambangkan pergerakan aktivis demokrasi kala itu.

4) Penayangan drama di platform OTT global menambah penyebaran informasi sejarah yang tidak sesuai fakta.

5) Korea Selatan adalah negara demokrasi yang mendapat demokrasinya bukan tanpa usaha melainkan melalui luka dan pengorbanan masyarakat. Sejarah pergerakan demokrasi juga masih segar diingatan karena baru terjadi 30 tahun lalu.

Diketahui, sebelum ‘Snowdrop’ tayang, beberapa bulan lalu juga sudah ada petisi untuk menghentikan produksi drama itu. Saat itu pihak Blue House telah memberikan tanggapan pemerintah tidak bisa ikut campur dalam proses kreativitas suatu karya karena adanya kebebasan berekspresi dan menyerahkan keputusannya ke Komisi Penyiaran serta stasiun TV itu sendiri.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/