29.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Ini Kronologi Deddy Corbuzier Positif Covid-19, Sempat Diserang Badai Sitokin

MANADOPOST.ID— Deddy Corbuzier mengaku kesehatannya memburuk akibat Covid-19. Ia bahkan sempat terserang badai sitokin yang membuatnya harus berhadapan dengan situasi hidup atau mati.

Berikut kronologi Deddy positif Covid-19 yang dia ceritakan lewat kanal YouTube-nya. Dia diketahui positif ketika melakukan tes antigen. Untuk memeriksa keabsahan hasil tersebut akhirnya Deddy melakukan PCR Test dan terbukti mengidap Covid-19.

Beberapa hari pascapemeriksaan itu, Deddy kembali melakukan tes antigen di tiga tempat berbeda dengan hasil negatif. Dari situ pun diyakini bahwa memang hasilnya negatif Covid-19 karena dirinya tidak mengalami gejala.

“Tanpa ada gejala, tanpa demam, tanpa semua. Saya mulai podcast lagi pada saat itu karena pikiran saya adalah saya sudah sembuh, sama sekali tidak ada apa-apa,” kata dia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Tiba-tiba di minggu kedua pascapengecekan, mendadak dirinya mengalami demam tinggi hingga 41 derajat Celcius.

Something is wrong. Saya vertigo. Saya cek CT Thorax ke RSPAD dan ada kerusakan, lalu saya diminta stay di sana. Tapi saya punya (saturasi) oksigen masih 99, jadi dokter pada saat itu mengatakan kalau mau stay di rumah boleh,” kata dia.

Anjuran dokter pun dijalankan dengan mengkonsumsi obat Avigan dan Ivermectin. Namun hal itu tidak berefek baik pada tubuhnya. Ia masih demam tinggi dan vertigo. Deddy pun kembali bergegas ke rumah sakit dan dinyatakan masuk ke dalam kondisi badai sitokin, yakni komplikasi penderita Covid-19 yang bisa menyebabkan kematian.

“Pada saat itu juga dikatakan tidak boleh pulang. Saya demam, badan sakit semua, dan kecewa sekali karena saya tidak menyangka orang seperti saya (patuh prokes dan rajin berolahraga, Red) bisa seperti itu,” katanya.

Kenyataan bahwa dirinya kala itu masuk dalam badai sitokin pun membuat Deddy semakin nelangsa karena kondisinya kian kritis. Nyawanya sudah antara hidup atau mati.

Atas hal itu lah, kata Deddy, ia harus rehat dari dunia media sosial. “Itu yang terjadi. Makanya saya harus hilang, karena CT Thorax saya berantakan,” pungkas Deddy.(jawapos.com)

MANADOPOST.ID— Deddy Corbuzier mengaku kesehatannya memburuk akibat Covid-19. Ia bahkan sempat terserang badai sitokin yang membuatnya harus berhadapan dengan situasi hidup atau mati.

Berikut kronologi Deddy positif Covid-19 yang dia ceritakan lewat kanal YouTube-nya. Dia diketahui positif ketika melakukan tes antigen. Untuk memeriksa keabsahan hasil tersebut akhirnya Deddy melakukan PCR Test dan terbukti mengidap Covid-19.

Beberapa hari pascapemeriksaan itu, Deddy kembali melakukan tes antigen di tiga tempat berbeda dengan hasil negatif. Dari situ pun diyakini bahwa memang hasilnya negatif Covid-19 karena dirinya tidak mengalami gejala.

“Tanpa ada gejala, tanpa demam, tanpa semua. Saya mulai podcast lagi pada saat itu karena pikiran saya adalah saya sudah sembuh, sama sekali tidak ada apa-apa,” kata dia.

Tiba-tiba di minggu kedua pascapengecekan, mendadak dirinya mengalami demam tinggi hingga 41 derajat Celcius.

Something is wrong. Saya vertigo. Saya cek CT Thorax ke RSPAD dan ada kerusakan, lalu saya diminta stay di sana. Tapi saya punya (saturasi) oksigen masih 99, jadi dokter pada saat itu mengatakan kalau mau stay di rumah boleh,” kata dia.

Anjuran dokter pun dijalankan dengan mengkonsumsi obat Avigan dan Ivermectin. Namun hal itu tidak berefek baik pada tubuhnya. Ia masih demam tinggi dan vertigo. Deddy pun kembali bergegas ke rumah sakit dan dinyatakan masuk ke dalam kondisi badai sitokin, yakni komplikasi penderita Covid-19 yang bisa menyebabkan kematian.

“Pada saat itu juga dikatakan tidak boleh pulang. Saya demam, badan sakit semua, dan kecewa sekali karena saya tidak menyangka orang seperti saya (patuh prokes dan rajin berolahraga, Red) bisa seperti itu,” katanya.

Kenyataan bahwa dirinya kala itu masuk dalam badai sitokin pun membuat Deddy semakin nelangsa karena kondisinya kian kritis. Nyawanya sudah antara hidup atau mati.

Atas hal itu lah, kata Deddy, ia harus rehat dari dunia media sosial. “Itu yang terjadi. Makanya saya harus hilang, karena CT Thorax saya berantakan,” pungkas Deddy.(jawapos.com)

Most Read

Artikel Terbaru

/