alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Update Kasus Mafia Tanah Nirina Zubir, Polisi Tahan 5 Tersangka, Termasuk Notaris/PPAT

MANADOPOST.ID–Polda Metro Jaya telah melakukan penahanan kepada 5 tersangka kasus mafia tanah yang dialami keluarga artis Nirina Zubir. Sebelumnya, baru 3 tersangka yang dikenakan penahanan.

”Iya betul kelimanya sudah ditahan. Untuk penahanan 20 hari kedepan dan dilanjutkan 40 hari,” ujar Kasubdit Harda Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi saat dikonfirmasi, Selasa (23/11).

Petrus menjelaskan, tiga tersangka tersebut adalah asisten rumah tangga (ART), Riri Khasmita dan suaminya Erdianto, notaris bernama Farida. Mereka resmi ditahan sejak Rabu (17/11).

Sedangkan dua tersangka lain, merupakan notaris pejabat pembuat akta tanah (PPAT) bernama Ina Rosiana dan Erwin Ridwan. Ina ditahan setelah dijemput paksa penyidik pada Selasa (23/11). Sedangkan Erwin menyerahkan diri.

”Untuk Erwin, kami lakukan pemeriksaan awal dengan kapasitas sebagai tersangka. Kemudian kami lanjutkan dengan penahanan,” jelas Petrus.

Para tersangka dijerat pasal 263, 264, 266, dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Pemalsuan Dokumen. Kemudian pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebelumnya, 6 aset milik mendiang ibunda Nirina Zubir telah diambil secara ilegal oleh asisten rumah tangga yang merupakan pasangan suami-istri, RK dan E. Akibat hal tersebut, istri dari Ernest Cokelat dan saudara-saudaranya mengalami kerugian mencapai Rp 17 miliar.

”Kurang lebih 17 miliar. Kami berharap semua balik ke keluarga kami, kepada ahli waris,” kata Nirina Zubir dalam jumpa pers di bilangan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (17/11).

Enam aset tanah milik mendiang Cut Indria Marzuki terletak di bilangan Jakarta Barat. Dua aset barupa tanah kosong sementara 4 lainnya berupa tanah dan bangunan.

Setelah mengantongi bukti yang cukup, pertengahan 2021, Nirina Zubir dan keluarga membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya. Laporannya terdaftar dengan Nomor LP/B/2844/VI/SPKT PMJ tertanggal 3 Juni 2021.

Dalam kasus itu, penyidik sudah resmi menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Mereka masing masing berinisial RK, E, F, IR, dan ER. Mereka adalah pasangan suami-istri asisten rumah tangga di rumah mendiang ibunda Nirina Zubir. Sementara 3 orang lainnya, notaris/PPAT yang membantu mengurusi perpindahan aset secara ilegal.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Polda Metro Jaya telah melakukan penahanan kepada 5 tersangka kasus mafia tanah yang dialami keluarga artis Nirina Zubir. Sebelumnya, baru 3 tersangka yang dikenakan penahanan.

”Iya betul kelimanya sudah ditahan. Untuk penahanan 20 hari kedepan dan dilanjutkan 40 hari,” ujar Kasubdit Harda Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi saat dikonfirmasi, Selasa (23/11).

Petrus menjelaskan, tiga tersangka tersebut adalah asisten rumah tangga (ART), Riri Khasmita dan suaminya Erdianto, notaris bernama Farida. Mereka resmi ditahan sejak Rabu (17/11).

Sedangkan dua tersangka lain, merupakan notaris pejabat pembuat akta tanah (PPAT) bernama Ina Rosiana dan Erwin Ridwan. Ina ditahan setelah dijemput paksa penyidik pada Selasa (23/11). Sedangkan Erwin menyerahkan diri.

”Untuk Erwin, kami lakukan pemeriksaan awal dengan kapasitas sebagai tersangka. Kemudian kami lanjutkan dengan penahanan,” jelas Petrus.

Para tersangka dijerat pasal 263, 264, 266, dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Pemalsuan Dokumen. Kemudian pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebelumnya, 6 aset milik mendiang ibunda Nirina Zubir telah diambil secara ilegal oleh asisten rumah tangga yang merupakan pasangan suami-istri, RK dan E. Akibat hal tersebut, istri dari Ernest Cokelat dan saudara-saudaranya mengalami kerugian mencapai Rp 17 miliar.

”Kurang lebih 17 miliar. Kami berharap semua balik ke keluarga kami, kepada ahli waris,” kata Nirina Zubir dalam jumpa pers di bilangan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (17/11).

Enam aset tanah milik mendiang Cut Indria Marzuki terletak di bilangan Jakarta Barat. Dua aset barupa tanah kosong sementara 4 lainnya berupa tanah dan bangunan.

Setelah mengantongi bukti yang cukup, pertengahan 2021, Nirina Zubir dan keluarga membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya. Laporannya terdaftar dengan Nomor LP/B/2844/VI/SPKT PMJ tertanggal 3 Juni 2021.

Dalam kasus itu, penyidik sudah resmi menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Mereka masing masing berinisial RK, E, F, IR, dan ER. Mereka adalah pasangan suami-istri asisten rumah tangga di rumah mendiang ibunda Nirina Zubir. Sementara 3 orang lainnya, notaris/PPAT yang membantu mengurusi perpindahan aset secara ilegal.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/