alexametrics
25.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

TERUNGKAP! Putri Nurul Arifin Tak Tidur Berhari-Hari Sebelum Meninggal, Ini Sebabnya

MANADOPOST.ID – Kabar duka dari keluarga Nurul Arifin telah mengejutkan publik. Maura Magnalia Madyaratri, putri dengan Mayong Suryo Laksono, meninggal secara tiba-tiba pada Selasa (25/1) pukul 02.00 WIB.

Dilansir dari wowkeren.com, berpulangnya Maura dipastikan karena henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest. Karena ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa, perempuan berusia hampir 28 tahun itu tidak bisa diselamatkan. Sang ayah menduga bahwa putrinya meninggal akibat kelelahan.

“Nggak tahu, karena mungkin kondisinya lagi drop,” ungkap Mayong melansir dari Suara.com di rumah duka kawasan Cinere, Depok, Jakarta Barat pada Selasa (25/1).

Pasalnya sebelum meninggal, almarhumah Maura Magnalia disibukkan dengan dengan persiapan wisuda. Maura rencananya akan diwisuda dari Universitas Sydney untuk jenjang S2 bulan depan.

“Dia tidak tidur. Dia lagi ngurusin wisudanya bulan depan, dia akan wisuda dari Sydney University, baru selesai S2. Wisudanya masih belum tahu boleh tidak pergi ke Australia karena masih lockdown,” terang Mayong.

Di samping itu, Maura juga sedang dalam tahap mengurus lamaran kerja. Sang ayah berspekulasi bahwa putrinya bertambah stres hingga beberapa hari tidak tidur.

“Dia juga melamar kerja. Jadi mungkin karena stres, beberapa hari tidak tidur, ya begitu lah,” tambah Mayong Suryo Laksono.

Pihak keluarga masih tidak menyangka bahwa Maura Magnalia bisa pergi secepat ini. Terlebih lagi semalam Maura masih baik-baik saja dan berinteraksi dengan keluarganya. Terlebih lagi, Maura tidak punya riwayat penyakit apapun selain gangguan depresi.

MANADOPOST.ID – Kabar duka dari keluarga Nurul Arifin telah mengejutkan publik. Maura Magnalia Madyaratri, putri dengan Mayong Suryo Laksono, meninggal secara tiba-tiba pada Selasa (25/1) pukul 02.00 WIB.

Dilansir dari wowkeren.com, berpulangnya Maura dipastikan karena henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest. Karena ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa, perempuan berusia hampir 28 tahun itu tidak bisa diselamatkan. Sang ayah menduga bahwa putrinya meninggal akibat kelelahan.

“Nggak tahu, karena mungkin kondisinya lagi drop,” ungkap Mayong melansir dari Suara.com di rumah duka kawasan Cinere, Depok, Jakarta Barat pada Selasa (25/1).

Pasalnya sebelum meninggal, almarhumah Maura Magnalia disibukkan dengan dengan persiapan wisuda. Maura rencananya akan diwisuda dari Universitas Sydney untuk jenjang S2 bulan depan.

“Dia tidak tidur. Dia lagi ngurusin wisudanya bulan depan, dia akan wisuda dari Sydney University, baru selesai S2. Wisudanya masih belum tahu boleh tidak pergi ke Australia karena masih lockdown,” terang Mayong.

Di samping itu, Maura juga sedang dalam tahap mengurus lamaran kerja. Sang ayah berspekulasi bahwa putrinya bertambah stres hingga beberapa hari tidak tidur.

“Dia juga melamar kerja. Jadi mungkin karena stres, beberapa hari tidak tidur, ya begitu lah,” tambah Mayong Suryo Laksono.

Pihak keluarga masih tidak menyangka bahwa Maura Magnalia bisa pergi secepat ini. Terlebih lagi semalam Maura masih baik-baik saja dan berinteraksi dengan keluarganya. Terlebih lagi, Maura tidak punya riwayat penyakit apapun selain gangguan depresi.

Most Read

Artikel Terbaru

/