alexametrics
23.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sebelum Meninggal, Alm Connie Mamahit Aktif di Misi Pelayanan Rohani

MANADOPOST.ID–Almarhumah Connie Maria Mamahit, yang meninggal Rabu (27/5) lalu di RSUP Kandou Manado, dimakamkan, Kamis (28/5) kemarin, di Desa Timu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.

Connie  tutup usia pada 54 tahun, lima bulan, 25 hari. Ibadah pemakaman dari putri pasangan Frans Mamahit dan Mintje Langi ini, digelar dengan sistem social distancing dan physical distancing, sesuai anjuran pemerintah.

Dalam ibadah, keluarga pelantun ‘Baladah Pelaut’ ini, menggunakan pakaian dominan putih. Ibadah pun berjalan tak begitu lama, mengingat imbauan pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Usai ibadah, almarhumah langsung dibawa ke pekuburan setempat. Dihentar keluarga dan sebagian pelayat.

“Ibadah pemakaman dilakukan dengan tetap mengacu protap kesehatan seperti anjuran pemerintah. Para pelayat pun diharuskan menjaga jarak social,” sebut Camat Remboken Joris Tumilantouw kepada Manado Post ketika hadir dalam ibadah pemakaman.

Connie Maria Mamahit lahir di Remboken 2 Desember 1965. Selama kurang lebih dua pekan, alm harus dirawat di RSUP Prof Kandou. Conny diketahui juga mempopulerkan lagu-lagu seperti ‘Nyanda Mo Balaeng’, ‘Good Bye Nyong’, ‘So Ancor-Ancor’, ‘Sapu-Sapu Dada’, dan ‘Mana Tu Janji’.

Ucapan belangsungkawa pun ramai di sosial media atas kepergian penyanyi bersuara khas ini. Beberapa rekan sesama penyanyi Manado tampak memposting kenangan bersama dengan mom Conny, sapaan akrabnya.

Sebelum meninggal, Conny diketahui sangat aktif di misi pelayanan rohani sembari membuka usaha kuliner yang dirintisnya di ibu kota Jakarta. Dirinya juga sempat menyanyikan sejumlah lagu pop bertemakan rohani.

Seperti disampaikan Ketua Kerukunan Warga Pakasaan Remboken (KWPR) Sulawesi Utara Pdt Renata Ticonuwu. “Connie sakit kanker payudara yang sudah lama dia derita. Sekitar seminggu lebih dirawat di Prof Kandou Malalayang. Terakhir Connie, giat dalam pelayanan KKR dan melagukan lagu-lagu rohani Kristiani,” katanya.

Di mata Pdt Renata, Conny seorang sangat baik. Kebaikannya terungkap untuk suka membantu dan menolong, baik sahabat, keluarga bahkan orang yang baru dikenalnya.

“Almarhumah termasuk salah seorang yang mengangkat nama Minahasa. Khususnya orang Manado di persada nusantara. Misalnya, dengan lagunya Balada Pelaut. Di mana-mana dalam setiap acara lagu ini dinyanyikan. Entah orang Jawa, Batak, Makassar, Papua. Banyak yg suka nyanyikan lagu ini,” tutur Pdt Renata.

Yang paling berkesan, lanjutnya, belakangan ini almarhumah aktif bersaksi di KKR. “Bahkan memilih wilayah di daerah pesisir dan terpencil dengan tidak memilih warna gereja. Conny Mamahit adalah bagian dalam Kerukunan Warga Pakaaaan Remboken (KWPR) Sulut. Selamat jalan Connie,” tutupnya.(cw-01/gnr)

MANADOPOST.ID–Almarhumah Connie Maria Mamahit, yang meninggal Rabu (27/5) lalu di RSUP Kandou Manado, dimakamkan, Kamis (28/5) kemarin, di Desa Timu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.

Connie  tutup usia pada 54 tahun, lima bulan, 25 hari. Ibadah pemakaman dari putri pasangan Frans Mamahit dan Mintje Langi ini, digelar dengan sistem social distancing dan physical distancing, sesuai anjuran pemerintah.

Dalam ibadah, keluarga pelantun ‘Baladah Pelaut’ ini, menggunakan pakaian dominan putih. Ibadah pun berjalan tak begitu lama, mengingat imbauan pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Usai ibadah, almarhumah langsung dibawa ke pekuburan setempat. Dihentar keluarga dan sebagian pelayat.

“Ibadah pemakaman dilakukan dengan tetap mengacu protap kesehatan seperti anjuran pemerintah. Para pelayat pun diharuskan menjaga jarak social,” sebut Camat Remboken Joris Tumilantouw kepada Manado Post ketika hadir dalam ibadah pemakaman.

Connie Maria Mamahit lahir di Remboken 2 Desember 1965. Selama kurang lebih dua pekan, alm harus dirawat di RSUP Prof Kandou. Conny diketahui juga mempopulerkan lagu-lagu seperti ‘Nyanda Mo Balaeng’, ‘Good Bye Nyong’, ‘So Ancor-Ancor’, ‘Sapu-Sapu Dada’, dan ‘Mana Tu Janji’.

Ucapan belangsungkawa pun ramai di sosial media atas kepergian penyanyi bersuara khas ini. Beberapa rekan sesama penyanyi Manado tampak memposting kenangan bersama dengan mom Conny, sapaan akrabnya.

Sebelum meninggal, Conny diketahui sangat aktif di misi pelayanan rohani sembari membuka usaha kuliner yang dirintisnya di ibu kota Jakarta. Dirinya juga sempat menyanyikan sejumlah lagu pop bertemakan rohani.

Seperti disampaikan Ketua Kerukunan Warga Pakasaan Remboken (KWPR) Sulawesi Utara Pdt Renata Ticonuwu. “Connie sakit kanker payudara yang sudah lama dia derita. Sekitar seminggu lebih dirawat di Prof Kandou Malalayang. Terakhir Connie, giat dalam pelayanan KKR dan melagukan lagu-lagu rohani Kristiani,” katanya.

Di mata Pdt Renata, Conny seorang sangat baik. Kebaikannya terungkap untuk suka membantu dan menolong, baik sahabat, keluarga bahkan orang yang baru dikenalnya.

“Almarhumah termasuk salah seorang yang mengangkat nama Minahasa. Khususnya orang Manado di persada nusantara. Misalnya, dengan lagunya Balada Pelaut. Di mana-mana dalam setiap acara lagu ini dinyanyikan. Entah orang Jawa, Batak, Makassar, Papua. Banyak yg suka nyanyikan lagu ini,” tutur Pdt Renata.

Yang paling berkesan, lanjutnya, belakangan ini almarhumah aktif bersaksi di KKR. “Bahkan memilih wilayah di daerah pesisir dan terpencil dengan tidak memilih warna gereja. Conny Mamahit adalah bagian dalam Kerukunan Warga Pakaaaan Remboken (KWPR) Sulut. Selamat jalan Connie,” tutupnya.(cw-01/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/