31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

SMP Katolik BHK Woloan Tomohon Laksanakan Program Organisasi Penggerak

MANADOPOST.ID – SMP Katolik Bunda Hati Kudus (BHK) Woloan hari ini Senin (04/10/2021) melaksanakan Program Organisasi Penggerak (POP). Yaitu Evaluasi Dampak pada Siswa Kelas 7 SMP.

 

Dikutip dari laman web, sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id, POP merupakan bagian dari rangkaian terobosan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Organisasi Penggerak akan melaksanakan program di daerah-daerah dengan dukungan Kemendikbud. Dukungan yang diberikan berupa bantuan dana, pemantauan dana, evaluasi dampak, dan integrasi program yang terbukti baik ke dalam program Kemendikbud.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kepala SMP Katolik BHK Woloan Jeane Sewow SPd mengutarakan, dirinya mendapat informasi dari Dinas Pendidikan Kota Tomohon yaitu sekolahnya terpilih menjadi sampel POP. Sekolah-sekolah yang mengikuti POP berjumlah 304 sekolah di seluruh Indonesia.

 

Sewow menjelaskan pelaksanaan POP bersama dengan panitia pelaksana, proktor, teknisi, serta peserta siswa kelas 7. Evaluasi berbasis komputer ini meliputi evaluasi literasi, numerasi, dan survei lingkungan.  “Jumlah peserta ada 45 siswa dan 5 siswa peserta cadangan. Evaluasi ini sehari dibagi menjadi 3 sesi dan akan dilaksanakan selama 2 hari yakni hari ini dan besok hari Selasa,” beber Sewow.

 

“Dengan adanya Program Organisasi Penggerak melalui evaluasi seperti ini, perkembangan sekolah dapat terlihat dan juga akan mendapat perhatian khusus dari Kemendikbud melalui Dinas Pendidikan Kota Tomohon,” ungkapnya. (nia)

 

MANADOPOST.ID – SMP Katolik Bunda Hati Kudus (BHK) Woloan hari ini Senin (04/10/2021) melaksanakan Program Organisasi Penggerak (POP). Yaitu Evaluasi Dampak pada Siswa Kelas 7 SMP.

 

Dikutip dari laman web, sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id, POP merupakan bagian dari rangkaian terobosan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Organisasi Penggerak akan melaksanakan program di daerah-daerah dengan dukungan Kemendikbud. Dukungan yang diberikan berupa bantuan dana, pemantauan dana, evaluasi dampak, dan integrasi program yang terbukti baik ke dalam program Kemendikbud.

 

Kepala SMP Katolik BHK Woloan Jeane Sewow SPd mengutarakan, dirinya mendapat informasi dari Dinas Pendidikan Kota Tomohon yaitu sekolahnya terpilih menjadi sampel POP. Sekolah-sekolah yang mengikuti POP berjumlah 304 sekolah di seluruh Indonesia.

 

Sewow menjelaskan pelaksanaan POP bersama dengan panitia pelaksana, proktor, teknisi, serta peserta siswa kelas 7. Evaluasi berbasis komputer ini meliputi evaluasi literasi, numerasi, dan survei lingkungan.  “Jumlah peserta ada 45 siswa dan 5 siswa peserta cadangan. Evaluasi ini sehari dibagi menjadi 3 sesi dan akan dilaksanakan selama 2 hari yakni hari ini dan besok hari Selasa,” beber Sewow.

 

“Dengan adanya Program Organisasi Penggerak melalui evaluasi seperti ini, perkembangan sekolah dapat terlihat dan juga akan mendapat perhatian khusus dari Kemendikbud melalui Dinas Pendidikan Kota Tomohon,” ungkapnya. (nia)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/