23C
Manado
Minggu, 11 April 2021

Anggaran Pusat 1,5 Triliun Tunjang SMK

MANADOPOST.ID- Sekolah Menengah Kejuruan se Sulawesi Utara (Sulut) bersama pihak Politeknik, menggelar pertemuan bersama Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud), di Grand Puri Hotel Manado, Selasa (6/4).

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto ST MSc Phd mengatakan, tujuan kegiatan yakni mensinergikan antara pendidikan tinggi vokasi dan pendidikan menengah vokasi.

“Kita sinergikan Politeknik dengan SMK. Kita inginkan SMK di Sulut ini segera bersiap untuk program SMK pusat keunggulan. Episod sembilan merdeka belajar sekaligus bersiap untuk berkolaborasi dengan Politeknik untuk mengembangkan SMK D2 fast track,” ungkapnya.

Menurut dia, SMK tetap tiga tahun dipadukan dengan D2, dinikahkan dengan program D2. Tapi D2-nya di fast track, bukan 2 tahun tapi satu setengah tahun. Cukup kuliah satu semester (setelah lulus SMK) di Politeknik langsung magang setahun.

“Jadi anak D2 fast track itu lulusnya bukan karena ijazah saja. Yang dihitung itu dia bisa menangkap ton tuna selama setahun, apabila dia magang di industri perikanan. Dan program ini akan diterapkan secepatnya,” ujar Wikan yang juga mengatakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE sangat visioner dalam menjawab program-program Kemendikbud.

Sakarinto menambahkan, adapun secara program SMK keunggulan anggarannya sekira Rp 1,4 triliun untuk 900 SMk se-Indonesia. Di mana Sulut masuk kuota penerima di dalamnya.

“Tahun ini mungkin bisa tambah lagi Untuk program SMK keunggulan. Akan tetapi masih ada program yang lain di luar SMK keunggulan. Tapi paling penting saya ingin mindset leadership seluruh Kepala SMK di Sulut bisa berubah. Harus link and match atau pola terobosan. Kalau masih pola-pola lama bahaya, gembos,” ucap Wikan didampingi Kepala Dikda Sulut dr Liesje Grace Punuh dan Ketua MKKS Moodie Lumintang dan Kepala Bidang SMK Dikda Sulut Debbi Mamangkey dan Direktur Politeknik Negeri Manado Maryke Alelo MBA.

Sementara Moodie Lumintang menambahkan, apa yang menjadi point penting yakni perlu terobosan dan serius menyambut program Dirjen Vokasi Kemendikbud.

“Tadi saya petik kita jangan terfokus menghitung dana BOS. Kemudian kaitan dengan link and Match. Dengan adanya Dirjen Vokasi Kemendikbud ini maka mindset kita tentunya harus berubah. Bukan sekadar selfi-selfi melainkan harus diimplementasikan. Hal-hal itu yang menjadi batasan untuk didiskusikan dan dikerjakan,” tukas Lumintang. (gre/ite)

Artikel Terbaru