alexametrics
29.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

SMP PGRI Pangolombian Tomohon Mulai Belajar Tatap Muka

MANADOPOST.ID – SMP PGRI Pangolombian Tomohon mulai pekan lalu telah melakukan aktivitas pembelajaran tatap muka. Kepala SMP PGRI Pangolombian Anneke Nusa SPd mengutarakan kekhawatirannya terhadap pembelajaran siswa yang tertinggal dan tidak efektif saat penerapan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). “Banyak siswa yang tertinggal dalam pembelajarannya karena berbagai kendala. Sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala,” ungkap Nusa di kantornya, Kamis (07/04/2022).

 

“Apalagi dalam pembelajaran daring, gadget itu sangat diperlukan. Tapi hanya minoritas peserta didik yang memiliki handphone atau laptop untuk melaksanakan pembelajaran daring saat PJJ,” bebernya. Pihak sekolah menyikapi persoalan tersebut dengan membuat kelompok belajar. Kelompok belajar tersebut diatur agar peserta didik yang tidak memiliki fasilitas untuk PJJ dapat tergabung dengan peserta didik lain yang mempunyai gawai.

 

Dari hasil evaluasi selama PJJ berlangsung, sekolah juga mendapati banyak peserta didik yang jarang hadir saat pembelajaran daring. Sehingga para guru berinisiatif untuk mengunjungi satu per satu peserta didik yang tidak hadir, dengan harapan dapat mengatasi persoalan tersebut.

 

Nusa membeberkan bahwa sekolah mengatasi persoalan dari PJJ yang tidak efektif ini dengan menerapkan pembelajaran tatap muka bagi seluruh siswanya mulai pekan lalu. Meskipun begitu, pihak sekolah tetap melakukan pembatasan terhadap jumlah siswa di kelas dan waktu belajar untuk memenuhi protokol kesehatan.

 

Nusa juga menyampaikan akses kesehatan yang dekat dan tanggap di Puskesmas Pangolombian, telah memudahkan SMP PGRI Pangolombian dalam menghadapi kasus Covid-19 bagi siswa maupun guru saat pembelajaran tatap muka di sekolah. (nia)

MANADOPOST.ID – SMP PGRI Pangolombian Tomohon mulai pekan lalu telah melakukan aktivitas pembelajaran tatap muka. Kepala SMP PGRI Pangolombian Anneke Nusa SPd mengutarakan kekhawatirannya terhadap pembelajaran siswa yang tertinggal dan tidak efektif saat penerapan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). “Banyak siswa yang tertinggal dalam pembelajarannya karena berbagai kendala. Sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala,” ungkap Nusa di kantornya, Kamis (07/04/2022).

 

“Apalagi dalam pembelajaran daring, gadget itu sangat diperlukan. Tapi hanya minoritas peserta didik yang memiliki handphone atau laptop untuk melaksanakan pembelajaran daring saat PJJ,” bebernya. Pihak sekolah menyikapi persoalan tersebut dengan membuat kelompok belajar. Kelompok belajar tersebut diatur agar peserta didik yang tidak memiliki fasilitas untuk PJJ dapat tergabung dengan peserta didik lain yang mempunyai gawai.

 

Dari hasil evaluasi selama PJJ berlangsung, sekolah juga mendapati banyak peserta didik yang jarang hadir saat pembelajaran daring. Sehingga para guru berinisiatif untuk mengunjungi satu per satu peserta didik yang tidak hadir, dengan harapan dapat mengatasi persoalan tersebut.

 

Nusa membeberkan bahwa sekolah mengatasi persoalan dari PJJ yang tidak efektif ini dengan menerapkan pembelajaran tatap muka bagi seluruh siswanya mulai pekan lalu. Meskipun begitu, pihak sekolah tetap melakukan pembatasan terhadap jumlah siswa di kelas dan waktu belajar untuk memenuhi protokol kesehatan.

 

Nusa juga menyampaikan akses kesehatan yang dekat dan tanggap di Puskesmas Pangolombian, telah memudahkan SMP PGRI Pangolombian dalam menghadapi kasus Covid-19 bagi siswa maupun guru saat pembelajaran tatap muka di sekolah. (nia)

Most Read

Artikel Terbaru

/