26.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

ULASAN BUKU SAPIENS

Oleh
THENRA REYFANDO RUSDIHARJO LAOTONG
20091102184
MAHASISWA SAM RATULANGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
PRODI SASTRA INGGRIS
uts DASAR DASAR FILSAFAT

Buku karangan penulis Yuval Noah Harari, mempunyai pemikiran yang menakjubkan akan apa yang dapat dilakukan oleh manusia, perkembangan kehidupan dunia serta pemahaman akan teknologi yang berkembang hingga seekor binatang yang menjadi Tuhan.

Apa yang disajikan oleh Yuval bukanlah sebuah narasi fiksi sains, tapi sebuah metadata yang mempunyai kekuatan akan apa yang sedang terjadi saat ini, pola pola yang terbentuk dengan seiring perkembangan zaman, pergesaran makna akan sebuah kebenaran.

Hal yang hanya dapat dialakukan oleh sebuah makhluk hidup yang mempunyai nama Homo Sapiens memberikan jalan akan bergesernya sebuah kebenaran yang dapat diartikan menjadi fakta dan bukti akan eksistensi sebuah kehidupan. Pemikiran – pemikiran serta Gerakan yang tertulis dalam buku karangan pemenang Polonsky, Prize for Creativity and originality, pada tahun 2009 dan 2012 ini mengartikan akan sebuah alur dalam sejarah dan pembenaran akan apa yang sedang dilakukan dunia saat ini, menciptakan sebuah pertanyaan apa yang membuat Homo Sapiens lebih baik dari makhluk lainnya ?

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Apakah keadilan benar benar ada dalam sebuah sejarah? Apakah sejarah bak sebuah kotak pandora menyimpan ribuan keberuntungan, kepedihan dan kebahagian? Tanda tanya yang dihadirkan dalam setiap tulisan Yuval membuat para pembaca dapat menajawab dengan pemikiran pemikiran yang lebih segar dan sudut pandang yang lebih luas layaknya samudera raya, luas, tidak terhitung, dan tidak berbatas.

Dalam buku yang berisikan tentang perbuatan para MANUSIA atas apa yang telah mereka lakukan terhadap dunia dan seisinya, seperti mencoba sebuah eksistensi baru antara hidup – mati – dan keabadian, mencoba melakukan tindakan layaknya Tuhan menghadirkan sebuah realitas baru dalam tatanan hukum hukum kehidupan.

Mencoba untuk mengerti akan isi kepala dari Yuval Noah Harari atas tulisan tulisan yang tercipta akibat keingintahuan dan ketakutan akan akhir dari makhluk Homo Sapiens, atau kemungkinan menciptakan nubuatan baru berdasarkan pemikiran pemikiran yang terhimpun dalam buku Sapiens? yang menjadi menarik adalah buku ini memberikan sudut pandang yang baru dalam pemikiran terhadap teknologi, manusia, bianatang, sains, dan masa depan.

Penguatan akan sebuah perubahan yang mendasar adalah sebuah sistem yang telah di re-invented agar dapat menjadi lebih cepat, lebih bersahaja terhadap siapapun yang mengingini dan mengetahui pola yang diciptakan oleh sebuah sistem yang dianarasikan untuk kebaikan bersama tetapi dijalankan oleh individualis.

Ketika buku ini menulis tentang semua kemustahilan yang membuat para Homo Sapiens mencoba untuk menerjang awan awan keniscayaan yang mendorong hasrat manusia untuk lebih melakukan apa yang sebenarnya dilarang, tercatat bahwa ilmuwan serta para politisi hingga penguasa sedang mencoba menuliskan sebuah tata krama baru terhadap dunia, ingin menjadikan dunia sebagai laboratorium dan manusia lain layaknya sebuah tikus percobaan dalam mencapai apa yang mereka inginkan.

Perubahan terhadap bahasa, kemajuan dalam teknologi, pemikiran – pemikiran layaknya seorang dewa, perubahan tatanan kehidupan, dan kepunahan, serta mencoba untuk menyamai kekuatan Tuhan, adalah ulasan yang menarik untuk dibaca dan dipertimbangkan dalam melihat dunia ini bekerja. Buku SAPIENS adalah sebuah
bentuk konkrit akan perubahan sebuah hewan yang hanya memikirkan diri sendiri hingga berevolusi untuk menjadi penguasa terhadap segenap planet ingin menjelajahi batas – batas kemustahilan hingga berdiri di ambang igin menjadi sama seperti Tuhan, tergerak untuk meraih kemudaan abadi tetapi juga kemampuan ketuhanan untuk menciptakan dan menghancurkan.

SAPIENS menciptakan banyak hal yang dapat ia gunakan sebagai penunjang habitatnya selama beratus – ratus abad dan sekarang berada dalam ambang kehancuran planet yang telah ditinggali dan di keruk demi keberlangsungan spesiesnya yang membuat ia menjadi makhluk setengah dewa. Tanpa kita sadari manusia terlepas dari apa yang telah kita lakukan baik atau buruk hal tersebut kita tetap tidak dapat memastikan tujuan – tujuan selanjutnya dalam kehidupan berkembang biak demi menjaga eksistensi Homo Sapiens itu sendiri.

Kita telah maju dari sebuah kano ke perahu sampai kapal uap dan bahkan pesawat ulang-alik. tuhan – tuhan buatan sendiri dengan hanya hukum – hukum fisika yang menjadi dasar akan sebuah penciptaan tampaknya menjadi semakin tidak bertanggung jawab, Akibatnya kita membuat kekacauan pada sesama makhluk, yakni binatang – binatang, dan habitat di sekitar kita, berusaha mencari yang dijadikan sebuah perburuan hanya demi memuaskan hasrat kita yang tidak tahu kapan akan merasa puas hingga akhirnya yang ada hanyalah sebuah kerakusan, dan keegoisan semata.

Oleh karena itu Buku ini dapat menjadi sebuah petunjuk terhadap apa yang sedang dan akan terjadi di masa mendatang dengan segala perubahan dan pemahaman untuk menjaga keberlangsungan hidup Homo Sapiens itu sendiri.Apakah ada sesuatu yang lebih berbahaya ketimbang tuhan-tuhan yang tidak puas dan tidak bertanggung jawab yang tidak tahu apa yang
mereka inginkan? – Binatang yang menjadi
Tuhan.

SAPIENS

Oleh
THENRA REYFANDO RUSDIHARJO LAOTONG
20091102184
MAHASISWA SAM RATULANGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
PRODI SASTRA INGGRIS
uts DASAR DASAR FILSAFAT

Buku karangan penulis Yuval Noah Harari, mempunyai pemikiran yang menakjubkan akan apa yang dapat dilakukan oleh manusia, perkembangan kehidupan dunia serta pemahaman akan teknologi yang berkembang hingga seekor binatang yang menjadi Tuhan.

Apa yang disajikan oleh Yuval bukanlah sebuah narasi fiksi sains, tapi sebuah metadata yang mempunyai kekuatan akan apa yang sedang terjadi saat ini, pola pola yang terbentuk dengan seiring perkembangan zaman, pergesaran makna akan sebuah kebenaran.

Hal yang hanya dapat dialakukan oleh sebuah makhluk hidup yang mempunyai nama Homo Sapiens memberikan jalan akan bergesernya sebuah kebenaran yang dapat diartikan menjadi fakta dan bukti akan eksistensi sebuah kehidupan. Pemikiran – pemikiran serta Gerakan yang tertulis dalam buku karangan pemenang Polonsky, Prize for Creativity and originality, pada tahun 2009 dan 2012 ini mengartikan akan sebuah alur dalam sejarah dan pembenaran akan apa yang sedang dilakukan dunia saat ini, menciptakan sebuah pertanyaan apa yang membuat Homo Sapiens lebih baik dari makhluk lainnya ?

Apakah keadilan benar benar ada dalam sebuah sejarah? Apakah sejarah bak sebuah kotak pandora menyimpan ribuan keberuntungan, kepedihan dan kebahagian? Tanda tanya yang dihadirkan dalam setiap tulisan Yuval membuat para pembaca dapat menajawab dengan pemikiran pemikiran yang lebih segar dan sudut pandang yang lebih luas layaknya samudera raya, luas, tidak terhitung, dan tidak berbatas.

Dalam buku yang berisikan tentang perbuatan para MANUSIA atas apa yang telah mereka lakukan terhadap dunia dan seisinya, seperti mencoba sebuah eksistensi baru antara hidup – mati – dan keabadian, mencoba melakukan tindakan layaknya Tuhan menghadirkan sebuah realitas baru dalam tatanan hukum hukum kehidupan.

Mencoba untuk mengerti akan isi kepala dari Yuval Noah Harari atas tulisan tulisan yang tercipta akibat keingintahuan dan ketakutan akan akhir dari makhluk Homo Sapiens, atau kemungkinan menciptakan nubuatan baru berdasarkan pemikiran pemikiran yang terhimpun dalam buku Sapiens? yang menjadi menarik adalah buku ini memberikan sudut pandang yang baru dalam pemikiran terhadap teknologi, manusia, bianatang, sains, dan masa depan.

Penguatan akan sebuah perubahan yang mendasar adalah sebuah sistem yang telah di re-invented agar dapat menjadi lebih cepat, lebih bersahaja terhadap siapapun yang mengingini dan mengetahui pola yang diciptakan oleh sebuah sistem yang dianarasikan untuk kebaikan bersama tetapi dijalankan oleh individualis.

Ketika buku ini menulis tentang semua kemustahilan yang membuat para Homo Sapiens mencoba untuk menerjang awan awan keniscayaan yang mendorong hasrat manusia untuk lebih melakukan apa yang sebenarnya dilarang, tercatat bahwa ilmuwan serta para politisi hingga penguasa sedang mencoba menuliskan sebuah tata krama baru terhadap dunia, ingin menjadikan dunia sebagai laboratorium dan manusia lain layaknya sebuah tikus percobaan dalam mencapai apa yang mereka inginkan.

Perubahan terhadap bahasa, kemajuan dalam teknologi, pemikiran – pemikiran layaknya seorang dewa, perubahan tatanan kehidupan, dan kepunahan, serta mencoba untuk menyamai kekuatan Tuhan, adalah ulasan yang menarik untuk dibaca dan dipertimbangkan dalam melihat dunia ini bekerja. Buku SAPIENS adalah sebuah
bentuk konkrit akan perubahan sebuah hewan yang hanya memikirkan diri sendiri hingga berevolusi untuk menjadi penguasa terhadap segenap planet ingin menjelajahi batas – batas kemustahilan hingga berdiri di ambang igin menjadi sama seperti Tuhan, tergerak untuk meraih kemudaan abadi tetapi juga kemampuan ketuhanan untuk menciptakan dan menghancurkan.

SAPIENS menciptakan banyak hal yang dapat ia gunakan sebagai penunjang habitatnya selama beratus – ratus abad dan sekarang berada dalam ambang kehancuran planet yang telah ditinggali dan di keruk demi keberlangsungan spesiesnya yang membuat ia menjadi makhluk setengah dewa. Tanpa kita sadari manusia terlepas dari apa yang telah kita lakukan baik atau buruk hal tersebut kita tetap tidak dapat memastikan tujuan – tujuan selanjutnya dalam kehidupan berkembang biak demi menjaga eksistensi Homo Sapiens itu sendiri.

Kita telah maju dari sebuah kano ke perahu sampai kapal uap dan bahkan pesawat ulang-alik. tuhan – tuhan buatan sendiri dengan hanya hukum – hukum fisika yang menjadi dasar akan sebuah penciptaan tampaknya menjadi semakin tidak bertanggung jawab, Akibatnya kita membuat kekacauan pada sesama makhluk, yakni binatang – binatang, dan habitat di sekitar kita, berusaha mencari yang dijadikan sebuah perburuan hanya demi memuaskan hasrat kita yang tidak tahu kapan akan merasa puas hingga akhirnya yang ada hanyalah sebuah kerakusan, dan keegoisan semata.

Oleh karena itu Buku ini dapat menjadi sebuah petunjuk terhadap apa yang sedang dan akan terjadi di masa mendatang dengan segala perubahan dan pemahaman untuk menjaga keberlangsungan hidup Homo Sapiens itu sendiri.Apakah ada sesuatu yang lebih berbahaya ketimbang tuhan-tuhan yang tidak puas dan tidak bertanggung jawab yang tidak tahu apa yang
mereka inginkan? – Binatang yang menjadi
Tuhan.

SAPIENS

Most Read

Artikel Terbaru

/