31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

530 Mahasiswa Baru UT Manado Ikut OSMB

MANADOPOST.ID— Sebanyak 530 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Manado mengikuti ‘Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB)’. OSMB ini berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Maka kegiatan ini diadakan secara daring lewat aplikasi Zoom, Jumat (24/9).

Dikatakan Direktur UT Manado Dr Ir Ida Zubaidah MA, OSMB ini sangat penting karena memberikan pengetahuan dan pembekalan kepada mahasiswa, agar segera bisa beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT.

Setelah OSMB lanjutnya, langsung dilanjutkan pelatihan keterampilan balajar jarak jauh (PKBJJ). Untuk memperkenalkan penyelenggaraan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, sehingga mahasiswa dapat siap dan terampil dalam menempuh studi di UT.

“Mahasiswa diajak lebih mengenal UT sebagai Perguruan Tinggi Jarak Jauh melalui kegiatan PKBJJ dengan dilatih keterampilan mengelola waktu, membaca efektif, cara tepat membaca dan merekam hasil baca, kiat sukses mengikuti tutorial online, latihan mandiri, memanfaatkan suaka UT, mempersiapkan UAS, dan keterampilan mengakses layanan UT secara online,” ungkapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ia menuturkan materi-materi yang diberikan hampir sama dengan PKBJJ sebelumnya, tapi diupdate menyesuaikan dengan keadaan sekarang yang semuanya serba online. Pihaknya juga memperbaiki masalah-masalah yang dialami mahasiswa di semester sebelumnya. Kemudian juga jika masih kurang sosialisasinya, ia berikan penjelasan di kegiatan ini.

“Selanjutnya kita ada semacam klinik buat membantu mahasiswa yang walaupun sudah mengikuti PKBJJ tetapi masih mengalami kesulitan karena harus ujian online dan mereka belum terbiasa mengunakan aplikasinya. Kami juga mengadakan semacam angket untuk menjaring masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa, misalnya masalah jaringan, skill mengunakan internet, juga masalah pandemi. Jadi kita pertimbangkan itu semua dan menyampaikan ke UT pusat sebagai informasi dan semacam pertimbangan. Karena bisa dibilang UT Manado ini khusus lantaran berada paling ujung utara yang memiliki kabupaten kepulauan yang tidak dimiliki wilayah lain,” tuturnya, sembari menambahkan UT Manado juga memberikan beasiswa untuk sembilan orang mahasiswa di daerah 3T yang terdampak pandemi Covid-19.

Zubaidah menuturkan jumlah mahasiswa baru yang daftar sebenarnya banyak, tetapi ada yang terkendala internet mati dan cuacanya tidak bagus sehingga tidak bisa registrasi dan membayar uang kuliah. “Yang daftar 940, yang bisa bayar 747 orang saja. Kemudian juga sebagian mahasiswa baru tidak bisa ikut OSMB karena masalah internet dan lain sebagainya, dan bagi yang tidak ikut akan ada sesi tersendiri,” terang Dr Ida.

Lanjutnya, sekarang ini yang masuk UT Manado banyak lulusan SMA/SMK sederajat. “Kami juga mengajarkan agar mahasiswa baru lebih mandiri, di mana kesuksesan mereka untuk belajar di UT itu tergantung dari motivasi dan inisiatif diri sendiri. Sehingga begitu mereka lulus akan lebih mandiri dalam menentukan sesuatu. Ketika mereka lulus bukan hanya ilmu yang didapat tapi juga ada keterampilan. Kemudian tahun ini kami berencana akan buat kalender yang juga berisi informasi tentang UT dan itu akan dibagikan ke sekolah-sekolah agar mereka lebih kenal UT,” tukasnya.(*)

MANADOPOST.ID— Sebanyak 530 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Manado mengikuti ‘Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB)’. OSMB ini berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Maka kegiatan ini diadakan secara daring lewat aplikasi Zoom, Jumat (24/9).

Dikatakan Direktur UT Manado Dr Ir Ida Zubaidah MA, OSMB ini sangat penting karena memberikan pengetahuan dan pembekalan kepada mahasiswa, agar segera bisa beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT.

Setelah OSMB lanjutnya, langsung dilanjutkan pelatihan keterampilan balajar jarak jauh (PKBJJ). Untuk memperkenalkan penyelenggaraan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, sehingga mahasiswa dapat siap dan terampil dalam menempuh studi di UT.

“Mahasiswa diajak lebih mengenal UT sebagai Perguruan Tinggi Jarak Jauh melalui kegiatan PKBJJ dengan dilatih keterampilan mengelola waktu, membaca efektif, cara tepat membaca dan merekam hasil baca, kiat sukses mengikuti tutorial online, latihan mandiri, memanfaatkan suaka UT, mempersiapkan UAS, dan keterampilan mengakses layanan UT secara online,” ungkapnya.

Ia menuturkan materi-materi yang diberikan hampir sama dengan PKBJJ sebelumnya, tapi diupdate menyesuaikan dengan keadaan sekarang yang semuanya serba online. Pihaknya juga memperbaiki masalah-masalah yang dialami mahasiswa di semester sebelumnya. Kemudian juga jika masih kurang sosialisasinya, ia berikan penjelasan di kegiatan ini.

“Selanjutnya kita ada semacam klinik buat membantu mahasiswa yang walaupun sudah mengikuti PKBJJ tetapi masih mengalami kesulitan karena harus ujian online dan mereka belum terbiasa mengunakan aplikasinya. Kami juga mengadakan semacam angket untuk menjaring masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa, misalnya masalah jaringan, skill mengunakan internet, juga masalah pandemi. Jadi kita pertimbangkan itu semua dan menyampaikan ke UT pusat sebagai informasi dan semacam pertimbangan. Karena bisa dibilang UT Manado ini khusus lantaran berada paling ujung utara yang memiliki kabupaten kepulauan yang tidak dimiliki wilayah lain,” tuturnya, sembari menambahkan UT Manado juga memberikan beasiswa untuk sembilan orang mahasiswa di daerah 3T yang terdampak pandemi Covid-19.

Zubaidah menuturkan jumlah mahasiswa baru yang daftar sebenarnya banyak, tetapi ada yang terkendala internet mati dan cuacanya tidak bagus sehingga tidak bisa registrasi dan membayar uang kuliah. “Yang daftar 940, yang bisa bayar 747 orang saja. Kemudian juga sebagian mahasiswa baru tidak bisa ikut OSMB karena masalah internet dan lain sebagainya, dan bagi yang tidak ikut akan ada sesi tersendiri,” terang Dr Ida.

Lanjutnya, sekarang ini yang masuk UT Manado banyak lulusan SMA/SMK sederajat. “Kami juga mengajarkan agar mahasiswa baru lebih mandiri, di mana kesuksesan mereka untuk belajar di UT itu tergantung dari motivasi dan inisiatif diri sendiri. Sehingga begitu mereka lulus akan lebih mandiri dalam menentukan sesuatu. Ketika mereka lulus bukan hanya ilmu yang didapat tapi juga ada keterampilan. Kemudian tahun ini kami berencana akan buat kalender yang juga berisi informasi tentang UT dan itu akan dibagikan ke sekolah-sekolah agar mereka lebih kenal UT,” tukasnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/