Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

LAM-PTKes Tegaskan Peran Strategis di Pendidikan Tinggi Kesehatan

Foggen Bolung • Senin, 11 Agustus 2025 | 17:03 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) menegaskan posisinya sebagai mitra strategis negara dalam menjaga mutu pendidikan tinggi kesehatan. Beroperasi di bawah mandat resmi Undang-Undang Sisdiknas No. 20/2003 dan UU Pendidikan Tinggi No. 12/2012, lembaga ini tetap berada dalam pengawasan rutin BAN-PT tanpa mengurangi peran negara sebagai penanggung jawab utama.

Dalam seminar FORKOM-LAM Seri II bertajuk “Perjalanan LAM-PTKes Menjadi Lembaga Akreditasi Nasional dan Internasional Bidang Ilmu Kesehatan”, Selasa (5/8) pekan lalu, Ketua LAM-PTKes Prof. Usman Chatib Warsa menegaskan pentingnya kolaborasi negara, profesi, dan akademisi. “LAM-PTKes hadir untuk mendampingi dan memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Kami menjalankan mandat ini secara sah, dengan pengawasan rutin dari BAN-PT dan kementerian. Kolaborasi adalah kunci menciptakan mutu pendidikan kesehatan yang unggul dan diakui dunia,” ujarnya.

Sejak mulai beroperasi pada 2015, LAM-PTKes telah mengakreditasi lebih dari 4.000 program studi kesehatan di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadikannya garda terdepan dalam membangun tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.

Seminar ini turut menghadirkan tokoh-tokoh nasional seperti Prof. Dr. H. Fasli Jalal (Wamendiknas RI 2010–2011), drg. Usman Sumantri (Ketua Rapat Anggota LAM-PTKes), dan Prof. Dr. Titi Savitri (Presiden SEARAME). Diskusi menggarisbawahi pentingnya sistem akreditasi yang kredibel, independen, dan berstandar internasional untuk menjawab tantangan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

LAM-PTKes telah menetapkan standar mutu pendidikan tenaga kesehatan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) serta diperkuat dengan standar global. Pengakuan internasional pun telah diraih, mulai dari World Federation for Medical Education (WFME), Asia Pacific Quality Register (APQR), hingga ASEAN Quality Assurance Framework (AQAF). Lembaga ini bahkan telah melakukan akreditasi di Vanuatu dan sejumlah negara ASEAN.

Melalui proses akreditasi yang transparan dan berbasis kebutuhan nyata, LAM-PTKes mendorong mobilitas tenaga kesehatan antarnegara, mendukung Mutual Recognition Arrangement (MRA) di ASEAN, serta meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di panggung internasional. Semua upaya ini diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.(fgn)

Editor : Foggen Bolung
#Akreditasi #Pendidikan #Kesehatan #lam-ptkes