29.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022
- Advertisement -spot_img

TAG

internasional

Alamak !! Taiwan Katakan Indonesia Masuk Kategori Tinggi Penyebaran Covid-19

Setelah Hong Kong, giliran Taiwan yang memasukkan Indonesia sebagai negara berisiko tinggi Covid-19. Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) menyebutkan, di kategori tersebut, Indonesia bersama dengan Brazil, India, Inggris, Peru, dan Israel, dikutip dari Antara.

Australia Lawan Varian Delta, Tiga Kota Dilockdown

Negara bagian terpadat di Australia, New South Wales (NSW), melaporkan sedikit peningkatan kasus Covid-19 yang didapat secara lokal pada Selasa (29/6). Sementara para pejabat memperketat pembatasan untuk menahan penyebaran varian Delta yang sangat menular di beberapa wilayah lain.

Vaksin Booster Diperlukan Bagi Penerima Vaksin J&J, Ini Kata Ahli Penyakit Menular Amerika

Para ahli penyakit menular menimbang perlunya vaksin booster (penguat) berbasis mRNA Pfizer-BioNTech atau Moderna untuk orang Amerika yang menerima vaksin satu dosis Johnson & Johnson. Itu lantaran meningkatnya prevalensi varian Delta yang lebih menular.

Sejumlah Negara ini Miliki Peningkatan Kasus Covid-19 Seperti Indonesia

Manjurnya vaksin Covid-19 menjadi harapan bagi sebuah negara untuk menekan angka kasus baru. Hanya saja, meski sudah berusaha membeli vaksin Sinovac dari Tiongkok dan memberikan dosisnya kepada sebagian warganya, Indonesia kini menghadapi gelombang baru akibat mutasi Covid-19. Tak hanya Indonesia, ternyata empat negara lain juga melaporkan hal yang sama.

Ini Alasan Malaysia Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji 2021

Menteri Agama Malaysia Datuk Seri Dr Zulkifli Mohamad Al Bakri menyatakan pembatalan pemberangkatan jamaah haji 2021. Hal itu menyusul pernyataan pemerintah Arab Saudi yang mengatakan bahwa Ibadah Haji 1442 H hanya diperuntukkan oleh warga lokal dan ekspatriat yang berada dalam negara tersebut.

Alamak ! Social Distancing Bisa Selamanya, Ini Penjelasan Peneliti Dari London

Salah satu cara mencegah Covid-19 adalah dengan menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Lalu sampai kapan? Pertanyaan itu muncul karena pandemi Covid-19 tak ada tanda-tanda selesai. Jarak sosial dan tindakan Covid-19 lainnya harus tetap dilakukan selamanya. Ini seperti disampaikan seorang ilmuwan SAGE. Sementara itu, peneliti dari University College London, Profesor Susan Michie, mengiyakannya. Dia mengatakan beberapa pembatasan mungkin diperlukan dalam jangka panjang.

Terungkap ! 95 Persen Partikel Virus Dihembuskan Pasien Covid-19 Ke Udara, Ini Penjelasan Para Peneliti

Para peneliti menemukan bahwa tetesan pernapasan yang dikeluarkan dari mulut dan hidung pasien Covid-19 bisa menular ke orang lain melalui udara di dalam ruangan. Proses tersebut telah diamati sebagai pendorong utama penyebaran Covid-19 menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS. Itulah mengapa pentingnya masker dan menjaga jarak sosial untuk membatasi penularan virus.

Latest news

- Advertisement -spot_img
/