Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pemuda Beo Nekat Gantung Diri, Diduga karena Asmara

Ridel Palar • Selasa, 31 Oktober 2023 | 23:18 WIB

Polsek Beo saat melakukan olah TKP (Istimewa)
Polsek Beo saat melakukan olah TKP (Istimewa)

MANADOPOST.ID — Masyarakat Beo di Kabupaten Kepulauan Talaud dihebohkan dengan penemuan mayat gantung diri Senin (30/10).

Diketahui identitas mayat merupakan pemuda berinisial APN (17) yang berdomisili di Marumun Lingkungan II Kelurahan Beo Barat.

Kapolsek Beo AKP Jakop Lambunan menjelaskan, laporan awal masuk berdasarkan informasi warga setempat.

"Saat menerima laporan, kami langsung pergi ke TKP dan mengambil keterangan dari beberapa saksi," terangnya.

Dari hasil interogasi orang dekat dan pacar korban ada beberapa informasi yang didapat.

"DS yang merupakan pacar korban mengakui keduanya sering terjadi  pertikaian. Pertikaian terjadi karena korban sering memaksa untuk bertemu. Namun saksi (pacar korban) tidak ingin bertemu karena tinggal bersama keluarga. Dan tidak dizinkan untuk keluar," jelas Lambunan.

Dari keterangan pacar korban itu pula  terungkap bahwa korban sering mengancam bahwa akan bunuh diri ketika masalah tidak diselesaikan.

Masalah di sini salah satunya soal chatting WhatsApp yang tidak dibalas.

"Korban pernah mengancam bahwa akan bunuh diri dengan menggunakan senjata tajam. Dengan adanya ancaman-ancaman dari korban tersebut, sang pacar sering tidak percaya dan mengabaikan ancaman. Karena korban sering tidak serius untuk mengancam," ungkap Kapolsek.

Terakhir kali, korban dan pacar saling berkomunikasi adalah Minggu malam (29/10) pukul 20.00 Wita.

Dalam chatting-an WhatsApp tertulis bahwa keduanya tidak bisa bertemu karena DS tidak diizinkan untuk keluar rumah. Percakapan berakhir namun korban tetap mengirim pesan minta maaf.

"Kemudian di pagi hari DS bangun untuk pergi ke sekolah. Ketika sedang belajar, saksi diberitahukan oleh seseorang dengan menggunakan via telepon bahwa pacarnya telah meninggal dunia dengan cara menggantung diri," tutur Kapolsek.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban selain bekas lilitan tali di leher yang mengakibatkan nafas terhenti.

"Diketahui juga korban tinggal di rumah sendiri atau tidak ada keluarga yang tinggal bersama. Kedua orang tua korban sudah berpisah atau sudah ada pasangan masing-masing," tutupnya. (del)

Editor : Kenjiro Tanos
#Beo #Gantung Diri #Talaud