MANADOPOST.ID — Upaya percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah di Kabupaten Kepulauan Talaud terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud di Manado, 11 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto, Ketua DPRD Kepulauan Talaud Engelbertus Tatibi, Sekretaris Daerah Talaud Yohanis Kamagi, Grup Head Operasional Bank SulutGo Nolvy Kilanta, serta anggota TP2DD dari berbagai organisasi perangkat daerah dan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Welly Titah mengapresiasi kolaborasi strategis yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah di Talaud.
“Kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung digitalisasi transaksi keuangan daerah. Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan bank pengelola RKUD terus diperkuat,” ujar Welly.
Senada dengan itu, Joko Supratikto turut mengapresiasi capaian Kabupaten Kepulauan Talaud dalam Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Menurutnya, Talaud berhasil meraih skor 98,00 persen dan menempati peringkat kelima dari 70 kabupaten di wilayah Sulawesi pada semester II 2025.
“Capaian ini sangat baik. Namun tetap diperlukan komitmen pimpinan serta sinergi antar OPD dan stakeholder untuk mempercepat implementasi digitalisasi daerah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Joko.
Meski mencatat prestasi yang baik, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud masih menghadapi sejumlah tantangan dalam implementasi digitalisasi.
Sekretaris Daerah Yohanis Kamagi menjelaskan, tantangan tersebut antara lain banyaknya kendaraan berpelat Manado, minimnya literasi masyarakat terkait pembayaran pajak dan retribusi secara digital, serta perlunya penguatan kanal e-commerce untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, TP2DD Talaud memiliki program unggulan Siswa Duta Digital yang bertujuan meningkatkan edukasi serta partisipasi masyarakat dalam melakukan transaksi nontunai, termasuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Sementara itu, Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan SP-PUR Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Ircham Andrianto Taufick menyampaikan dua rekomendasi aksi strategis guna meningkatkan penilaian pada Championship P2DD.
Ia menjelaskan, langkah tersebut meliputi penyusunan Roadmap ETPD 2026–2030 serta implementasi diagnostic tools.
“Melalui implementasi dua aksi strategis ini, Kabupaten Talaud akan memiliki arah kebijakan dan program yang lebih jelas sehingga dapat berdampak pada peningkatan PAD serta kemandirian fiskal daerah,” jelas Ircham.
Dalam sesi diskusi, Ketua DPRD Talaud Engelbertus Tatibi menekankan pentingnya penguatan sinergi antar lembaga serta penggalian potensi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), termasuk melalui pengembangan UMKM di Talaud.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan bank pengelola RKUD menjadi perhatian utama guna mengoptimalkan pengelolaan PAD dengan sistem monitoring yang lebih baik.
Menutup pertemuan tersebut, Bupati Welly Titah berharap seluruh kesepakatan dalam HLM dapat segera diimplementasikan agar digitalisasi di Kabupaten Kepulauan Talaud semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Editor : Ayurahmi Rais