24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Syalom, Happy Sunday

MANADOPOST.ID–Syalom, Happy Sunday (Selamat Berhari Minggu). Yah, kata itu melekat saat jemaat bertemu sapa dalam ibadah Minggu di Gereja. Meski tak bersalaman sesuai petunjuk ‘New Normal’, tapi jemaat antusias menginjakan kaki pertama kali setelah hampir empat bulan aktivitas peribadatan dilaksanakan di rumah masing-masing.

Minggu, (05/7) jemaat GMIM mulai melaksanakan ibadah di Gereja. Seperti di  jemaat GMIM Trifena Kaasar. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah juga petunjuk teknis kenormalan baru dari Sinode GMIM.

Konsep ibadah tak sepenuhnya berubah, hanya saja ada penerapan ‘New Normal’ dalam persiapan hingga proses ibadah berlangsung. Seperti petunjuk teknis kenormalan baru yang dikeluarkan Sinode GMIM, kehadiran jemaat hanya 40 persen dari kapasitas gereja.

Jadi, ibadah digilir per kolom, ada yang beribadah di pagi hari dan di waktu malam. Jemaat wajib memakai masker, sementara saat memasuki gereja, tiga pelayan khusus yang bertugas menerima tamu, akan mengecek suhu tubuh, menyemprotkan Hand Sanitazer.
Masuk ke ruang ibadah, tempat duduk sudah diberi tanda mana yang bisa digunakan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ada kursi yang berisi 3 orang ada juga yang diisi 2 hingga 1 jemaat saja. Tak ada puji-pujian kolom. Duduk berjarak 1-2 meter walaupun pasangan suami Istri. Ibadah berlangsung singkat, meski ada perjamuan kudus. Dan tak ada kelompok puji-pujian jemaat saat sebelum dan sesudah khotbah seperti biasanya.

Ibadah dimulai 07.00 WITA dan pukul 08.15 WITA jemaat sudah mulai meninggalkan rumah ibadah sambil memberi persembahan di pintu keluar sesuai arahan dari BPMJ dan pelayan khusus. Tak ada jabat tangan seperti kebiasaan sebelum dan setelah ibadah selesai.

Sebelumnya jemaat sudah disosialisasikan terkait teknis ibadah dalam konsep ‘New Normal’. Siapa yang dijadwalkan di ibadah pagi maupun malam. Bagaimana petunjuk saat ke gereja juga dalam proses ibadah hingga saat akan meninggalkan rumah ibadah.

Sesilia salah satu warga jemaat mengatakan sangat bersyukur akhirnya bisa beribadah di gedung gereja. “Selama ini hanya beribadah di rumah. Melalui pengeras suara atau lewat media sosial tapi suasananya berbeda saat beribadah di Gereja,” tandasnya.

Menurutnya beribadah di rumah banyak kendala, baik dari pengeras suara maupun media sosial. “Karena kalau melalui pengeras suara kadang suara toa tidak terdengar jelas, baik karena jarak rumah maupun karena gangguan teknis lain. Melalui Medsos juga jaringan internet tak sepenuhnya stabil,” ujarnya sembari berharap pandemi ini segera berakhir.(vel)

MANADOPOST.ID–Syalom, Happy Sunday (Selamat Berhari Minggu). Yah, kata itu melekat saat jemaat bertemu sapa dalam ibadah Minggu di Gereja. Meski tak bersalaman sesuai petunjuk ‘New Normal’, tapi jemaat antusias menginjakan kaki pertama kali setelah hampir empat bulan aktivitas peribadatan dilaksanakan di rumah masing-masing.

Minggu, (05/7) jemaat GMIM mulai melaksanakan ibadah di Gereja. Seperti di  jemaat GMIM Trifena Kaasar. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah juga petunjuk teknis kenormalan baru dari Sinode GMIM.

Konsep ibadah tak sepenuhnya berubah, hanya saja ada penerapan ‘New Normal’ dalam persiapan hingga proses ibadah berlangsung. Seperti petunjuk teknis kenormalan baru yang dikeluarkan Sinode GMIM, kehadiran jemaat hanya 40 persen dari kapasitas gereja.

Jadi, ibadah digilir per kolom, ada yang beribadah di pagi hari dan di waktu malam. Jemaat wajib memakai masker, sementara saat memasuki gereja, tiga pelayan khusus yang bertugas menerima tamu, akan mengecek suhu tubuh, menyemprotkan Hand Sanitazer.
Masuk ke ruang ibadah, tempat duduk sudah diberi tanda mana yang bisa digunakan.

Ada kursi yang berisi 3 orang ada juga yang diisi 2 hingga 1 jemaat saja. Tak ada puji-pujian kolom. Duduk berjarak 1-2 meter walaupun pasangan suami Istri. Ibadah berlangsung singkat, meski ada perjamuan kudus. Dan tak ada kelompok puji-pujian jemaat saat sebelum dan sesudah khotbah seperti biasanya.

Ibadah dimulai 07.00 WITA dan pukul 08.15 WITA jemaat sudah mulai meninggalkan rumah ibadah sambil memberi persembahan di pintu keluar sesuai arahan dari BPMJ dan pelayan khusus. Tak ada jabat tangan seperti kebiasaan sebelum dan setelah ibadah selesai.

Sebelumnya jemaat sudah disosialisasikan terkait teknis ibadah dalam konsep ‘New Normal’. Siapa yang dijadwalkan di ibadah pagi maupun malam. Bagaimana petunjuk saat ke gereja juga dalam proses ibadah hingga saat akan meninggalkan rumah ibadah.

Sesilia salah satu warga jemaat mengatakan sangat bersyukur akhirnya bisa beribadah di gedung gereja. “Selama ini hanya beribadah di rumah. Melalui pengeras suara atau lewat media sosial tapi suasananya berbeda saat beribadah di Gereja,” tandasnya.

Menurutnya beribadah di rumah banyak kendala, baik dari pengeras suara maupun media sosial. “Karena kalau melalui pengeras suara kadang suara toa tidak terdengar jelas, baik karena jarak rumah maupun karena gangguan teknis lain. Melalui Medsos juga jaringan internet tak sepenuhnya stabil,” ujarnya sembari berharap pandemi ini segera berakhir.(vel)

Most Read

Artikel Terbaru

/