27C
Manado
Rabu, 14 April 2021

Tahun Ini Bisa Buka Puasa Bersama, Ini Panduannya

MANADOPOST.ID— Tahun ini akan menjadi kedua kalinya umat Muslim, termasuk di Sulut, berpuasa di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Jika tahun lalu tidak bisa berbuka puasa bersama alias bukber dengan keluarga atau teman, tahun ini diperbolehkan. Dengan catatan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

Hal itu sesuai surat edaran mengenai panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 Masehi yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Agama (lihat grafis). Panduan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 dan ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 5 April lalu.

“Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19,” jelas Qoumas.

Dalam surat edaran tersebut juga disebutkan, pelaksanaan salat Idul Fitri dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas tempat yang digunakan.

“Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memerhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan covid-19 mengalami peningkatan berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing,” demikian bunyi surat edaran itu.

Begitupun dengan salat fardu, tarawih, tadarus Alquran yang juga harus memerhatikan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

“Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman satu meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing,” tulisnya.

Dalam surat itu juga berisi seruan bagi pengurus maupun pengelola masjid wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan. Termasuk mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan desinfektan secara teratur, dan menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala. Tidak ketinggalan juga untuk menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Selain itu, dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah dan ukhuwwah wathaniyah.(tan)

Artikel Terbaru