29.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Refleksi Iman : Kitab Mikha 5:1-14

Mungil bukan berarti kecil

Oleh

Pdt Lucky Rumopa MTh

Ketua Jemaat GMIM Batusaiki Molas

KOTA kecil sebelah selatan Buenos Aires. Argentina. “Lanus” tidak menyangka menjadi pusat perhatian dunia sebab disanalah pada tanggal 30 Oktober 1960 lahir seorang bayi mungil yang diberi nama Diego Armando Maradona.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pemain “bola kaki” yang membawa Argentina dua kali juara dunia dan dengan berbagai prestasinya yang akhirnya pada tanggal 25 Nopember 2020 dia wafat dan dikenang sebagai Legendaris Sepak-bola dunia ;  terlebih dengan Gol “tangan Tuhan” yang dia lakukan saat menghadapi Inggris Piala Dunia 1986 di Mexico.

Kemudian juga sebuah kota kecil “Tupelo”Mississippi. Amerika yang tidak diperhitungkan. menjadi perhatian dunia sebab disanalah seorang anak kecil yang lahir bersama adiknya pada tanggal 8 Januari 1935  di sebuah rumah kecil dan dibesarkan dalam lingkup Gereja Pantekosta Assembly of God dialah Elvis Presley legendaris penyanyi Pop dan Rock’n roll yang sejak kecil tertarik dalam nyanyian gereja khusus lagu “Country old shep” saat doa pagi kemudian menjadi penyanyi terkenal yang menghasilkan album album emas yang masih digemari hingga sekarang.

Banyak kota kota kecil dunia yang tidak diperhitungkan namun melahirkan orang orang berpengaruh sebut saja desa Braunau am Inn. Austria. Pada tanggal 20 April 1889 lahir seorang anak keempat dari enam bersaudara yang menggoncangkan dunia dengan membantai 11 juta orang bahkan pembunuhan massal terhadap enam juta orang Yahudi, dialah yang dikenal sebagai Adolf Hitler pemimpin partai Nazi di Jerman berkuasa sejak 1934 hingga 1945 dengan kebijakan fasisme memicu perang dunia ke II.

Berbeda dengan Nelson Mandela yang mengadakan perlawanan terhadap sistim pemisahan “ras” atau apartheid. Dia dilahirkan berlawanan dengan Hitler tetapi dia lahir dikota kecil “Mveso” 18 Juli 1918 di wilayah tenggara Transkei Afrika Selatan dan dia dikenang sebagai orang baik.

Mandela mendedikasikan hidupnya untuk berjuang melawan penindasan akibat perbedaan ras agama dan suku yang memberi inspirasi bagi dunia bahwa kita hidup bersama di bawah kolong langit ini. Maka tidak perlu ada klaim mengklaim sebagai pemilik dunia karena ada yang menciptakan kita sebagai manusia yang sama di mata Tuhan.

Yang menarik adalah ibu kota Rumania yaitu Bucharest. Pada tahun 1459 adalah sebuah desa kecil yang akhirnya menjadi kota keenam terbesar di uni eropa. Nama ini diambil dari nama “Bucur”seorang gembala yang setiap hari menggunakan serulingnya membimbing domba dombanya kepadang rumput.

Itu sebabnya hingga sekarang pusat kota Rumania dikenal sebagai Dambovita dengan sungainya mengalir ke Danube yaitu perjalanan sang gembala itu sangat mempengaruhi peradaban di Rumania. Kita sedang memperhatikan betapa sesuatu yang tidak diperhitungkan justru menghadirkan hal hal besar.

Apalagi ketika kita sedang diperhadapkan dengan serangan pandemi Covid-19 kita juga menyadari bila dunia ini sering dihantam beberapa kali dengan “wabah” dan setiap kali manusia mencari penawar atau “vaksin” maka teringatlah kita kepada Edwar Jenner orang pertama yang memberi kontribusi terhadap eksperimennya yang menemukan vaksin “cacar” yang telah membunuh jutaan orang sekitar tahun 1750-an dan sekitar 10 persen populasi Inggris mati karena virus cacar. Akhirnya Jenner dinobatkan sebagai pelopor imunisasi.

Dia lahir di kota kecil Berkeley, Gloucestershire Inggris dan menghentikan virus cacar yang membunuh manusia puluhan tahun tanpa vaksin. Semoga di era pandemi “corona” kita temukan jenner-jenner baru untuk menemukan vaksinnya. Atau sekelas “einstein” yang juga terkenal sebagai ilmuwan fisika abad 20 yang mengemukakan teori relativitas dan pengembangan mekanika kuantum, statistik dan kosmologi.

Albert Einstein lahir di kota kecil mungil tidak diperhitungkan juga; Wuttemberg, sekitar 100 kilometer dari kota Stuttgart Jerman. Tapi menghadirkan sesuatu yang besar untuk dunia.

Kitab Mikha 5:1-14 : adalah perikop yang mengungkapkan sebuah nubutan terhadap kelahiran seorang yang akan memerintah Israel, lambang pemerintahannya ada pada-Nya (Yesaya 9:5)  Yang kemudian digenapi dalam kitab Lukas 2:4 dimana kelahiran-Nya di Kota Daud “Betlehem”(Efrata) sebuah kota kecil. Kata Betlehem sudah dikenal sejak abad ke 14 SM dengan nama “beit-Lahm” (Kej 35:16 disebut Effrata) Beit berarti rumah dan “Lechem” atau lahm adalah roti/manna/makanan sehingga pengertian Betlehem adalah “Rumah Roti”.

Bila kita melihat perkataan Yesus dalam kitab Yohanes 6:32-35 Dialah Roti Hidup (Firman Allah),  artinya makanan tersebut bukan makanan fisik yang mengkuatkan jasmani manusia saja tetapi makanan rohani yang dimaksudkannya. Oleh sebab itu penggenapan Kitab Mikha itu ditujukan kepada diri Yesus yang adalah firman, dan yang telah menjadi daging.

Dan Mikha bernubuat Dia akan menuntun dan menggembalakan manusia (ay3). Pada Injil Matius 4:4 disana dikatakan Manusia hidup bukan dari Roti (makanan) saja tetapi setiap firman yang keluar dari mulut Allah, dan firman itu adalah Yesus itu sebabnya Dia mengatakan sebagai “roti hidup” .

Betlehem adalah kota kecil “mungil” dan yang tidak diperhitungkan tetapi dari sanalah hadir seseorang yang disebut “Raja Mesias” atau penyelamat Israel. Yohanes 6:26 mengingatkan bahwa yang dimaksud dengan Roti Hidup itu adalah setiap orang percaya kepada Yesus itu berarti gereja adalah “Rumah Roti” (Betlehem) dimana Yesus diam dalam firman-Nya. Rasul Paulus dalam Kitab 1 Korintus 3:16 menegaskan bahwa hidup orang percaya diam Roh Allah.

Mikha adalah seorang nabi yang hidup pada masa yang sama dengan nabi Amos Hosea dan Yesaya. Peranan Nabi Mikha sangat besar dalam membangun mentalitas iman orang Israel terhadap keadilan, kebenaran dan moralitas umat. Tetapi dia satu satu nabi pertama yang menubuatkan kehancuran Yerusalem dan Bait Suci (3:12).

Nabi Mikha berperan sejak tahun 742 SM-687 SM dalam kekuasaan raja Yotam, Ahas dan Hizkia. Mikha selalu mengingatkan bahwa Tuhan akan menggunakan orang asing untuk memerintah bangsa ini, oleh karena mereka tidak tunduk kepada Tuhan. Oleh sebab itu, perikop pasal 5 ini Nabi Mikha bernubuat tentang Raja Mesias yang akan memerintah Israel. Suasana dari janji Allah malalui nubutan Nabi Mikha ayat 4-8 adalah sebuah pengharapan dari tekanan Asyur dan mentalitas pemimpin Raja Ahas yang cendrung tunduk kepada Asyur 2 Raja–raja 16:1-2 dia melakukan yang jahat di mata Tuhan.

Membangun patung-patung dan menggunakan sihir-sihir bangsa lain (ay 9-14). Kehadiran Raja Penyelamat akan membinasakan dan menghancurkan kekuatan kekuatan Sinkretisme (kawin campur) dengan berhala berhala dan akan menggantikan dengan suasana sukacita dan kedamaian (ay 3-4).

Kita telah memasuki minggu adven ke II itu berarti minggu-minggu penantian perayaan Natal Yesus Kristus yang bersifat sukacita, dimana  keadaan dan suasana yang tidak diukur pada realitas fisik tetapi pada pengharapan iman. Sebagaimana penderitaan umat Israel yang harus menghadapi penindasan bangsa asing dan teknan tekanan secara politik pemimpin bangsa yang tidak mengandalkan Tuhan, maka Mikha mengingatkan tentang kehadiran Raja Mesias yang akan menyelamatkan manusia.

Peringatan Mikha tetap relevan dalam situasi kondisi dunia sekarang ini. Ketika pandemi covid-19 yang belum memberi tanda tanda pemulihan, sementara kita harus menghadapi tekanan tekanan politik bahkan melalui Pilkada di bulan Desember yang menghadirkan tensi kompetisi yang semakin tinggi dengan saling menjajal dan memanfaatkan media elektronik untuk memperlihatkan sebagai pemimpin yang baik.

Maka Mikha pun mengingatkan kita akan hadirnya Mesias yang walaupun telah digenapi oleh Yesus dalam Kitab Lukas pasal 2 tetapi penantian kita adalah kedatangan-Nya yang kedua kali yang jauh lebih penting persiapan kita dari protocol corona. Dimana bumi dan langit akan lenyap (Wahyu 21) Tetapi Tuhan menjanjikan sesuatu kehidupan yang baru bersama Raja Mesias dalam dimensi hidup yang lain.

Kesesakan dan himpitan hidup serta tantangan Natal dalam suasana tekanan sosial pandemi covid-19 dan Pilkada kita tidak terjebak pada persiapan temporer melainkan sebuah pengharapan yang memberi kita ketenangan iman, oleh karena kita ini adalah bet-lahm itu sendiri dimana rumah Roti hidup kita, tempat dimana Firman Allah diam dan bersaksi bagi dunia dan sesama kita. Mungil belum tentu kecil sebab justru dari Kota Betlehem yang mungil lahir bayi mungil yang menjadi juru selamat dunia.

Selamat merayakan Natal Yesus Kristus, Minggu Adven ke II : Batusaiki 2020

Oleh

Pdt Lucky Rumopa MTh

Ketua Jemaat GMIM Batusaiki Molas

KOTA kecil sebelah selatan Buenos Aires. Argentina. “Lanus” tidak menyangka menjadi pusat perhatian dunia sebab disanalah pada tanggal 30 Oktober 1960 lahir seorang bayi mungil yang diberi nama Diego Armando Maradona.

Pemain “bola kaki” yang membawa Argentina dua kali juara dunia dan dengan berbagai prestasinya yang akhirnya pada tanggal 25 Nopember 2020 dia wafat dan dikenang sebagai Legendaris Sepak-bola dunia ;  terlebih dengan Gol “tangan Tuhan” yang dia lakukan saat menghadapi Inggris Piala Dunia 1986 di Mexico.

Kemudian juga sebuah kota kecil “Tupelo”Mississippi. Amerika yang tidak diperhitungkan. menjadi perhatian dunia sebab disanalah seorang anak kecil yang lahir bersama adiknya pada tanggal 8 Januari 1935  di sebuah rumah kecil dan dibesarkan dalam lingkup Gereja Pantekosta Assembly of God dialah Elvis Presley legendaris penyanyi Pop dan Rock’n roll yang sejak kecil tertarik dalam nyanyian gereja khusus lagu “Country old shep” saat doa pagi kemudian menjadi penyanyi terkenal yang menghasilkan album album emas yang masih digemari hingga sekarang.

Banyak kota kota kecil dunia yang tidak diperhitungkan namun melahirkan orang orang berpengaruh sebut saja desa Braunau am Inn. Austria. Pada tanggal 20 April 1889 lahir seorang anak keempat dari enam bersaudara yang menggoncangkan dunia dengan membantai 11 juta orang bahkan pembunuhan massal terhadap enam juta orang Yahudi, dialah yang dikenal sebagai Adolf Hitler pemimpin partai Nazi di Jerman berkuasa sejak 1934 hingga 1945 dengan kebijakan fasisme memicu perang dunia ke II.

Berbeda dengan Nelson Mandela yang mengadakan perlawanan terhadap sistim pemisahan “ras” atau apartheid. Dia dilahirkan berlawanan dengan Hitler tetapi dia lahir dikota kecil “Mveso” 18 Juli 1918 di wilayah tenggara Transkei Afrika Selatan dan dia dikenang sebagai orang baik.

Mandela mendedikasikan hidupnya untuk berjuang melawan penindasan akibat perbedaan ras agama dan suku yang memberi inspirasi bagi dunia bahwa kita hidup bersama di bawah kolong langit ini. Maka tidak perlu ada klaim mengklaim sebagai pemilik dunia karena ada yang menciptakan kita sebagai manusia yang sama di mata Tuhan.

Yang menarik adalah ibu kota Rumania yaitu Bucharest. Pada tahun 1459 adalah sebuah desa kecil yang akhirnya menjadi kota keenam terbesar di uni eropa. Nama ini diambil dari nama “Bucur”seorang gembala yang setiap hari menggunakan serulingnya membimbing domba dombanya kepadang rumput.

Itu sebabnya hingga sekarang pusat kota Rumania dikenal sebagai Dambovita dengan sungainya mengalir ke Danube yaitu perjalanan sang gembala itu sangat mempengaruhi peradaban di Rumania. Kita sedang memperhatikan betapa sesuatu yang tidak diperhitungkan justru menghadirkan hal hal besar.

Apalagi ketika kita sedang diperhadapkan dengan serangan pandemi Covid-19 kita juga menyadari bila dunia ini sering dihantam beberapa kali dengan “wabah” dan setiap kali manusia mencari penawar atau “vaksin” maka teringatlah kita kepada Edwar Jenner orang pertama yang memberi kontribusi terhadap eksperimennya yang menemukan vaksin “cacar” yang telah membunuh jutaan orang sekitar tahun 1750-an dan sekitar 10 persen populasi Inggris mati karena virus cacar. Akhirnya Jenner dinobatkan sebagai pelopor imunisasi.

Dia lahir di kota kecil Berkeley, Gloucestershire Inggris dan menghentikan virus cacar yang membunuh manusia puluhan tahun tanpa vaksin. Semoga di era pandemi “corona” kita temukan jenner-jenner baru untuk menemukan vaksinnya. Atau sekelas “einstein” yang juga terkenal sebagai ilmuwan fisika abad 20 yang mengemukakan teori relativitas dan pengembangan mekanika kuantum, statistik dan kosmologi.

Albert Einstein lahir di kota kecil mungil tidak diperhitungkan juga; Wuttemberg, sekitar 100 kilometer dari kota Stuttgart Jerman. Tapi menghadirkan sesuatu yang besar untuk dunia.

Kitab Mikha 5:1-14 : adalah perikop yang mengungkapkan sebuah nubutan terhadap kelahiran seorang yang akan memerintah Israel, lambang pemerintahannya ada pada-Nya (Yesaya 9:5)  Yang kemudian digenapi dalam kitab Lukas 2:4 dimana kelahiran-Nya di Kota Daud “Betlehem”(Efrata) sebuah kota kecil. Kata Betlehem sudah dikenal sejak abad ke 14 SM dengan nama “beit-Lahm” (Kej 35:16 disebut Effrata) Beit berarti rumah dan “Lechem” atau lahm adalah roti/manna/makanan sehingga pengertian Betlehem adalah “Rumah Roti”.

Bila kita melihat perkataan Yesus dalam kitab Yohanes 6:32-35 Dialah Roti Hidup (Firman Allah),  artinya makanan tersebut bukan makanan fisik yang mengkuatkan jasmani manusia saja tetapi makanan rohani yang dimaksudkannya. Oleh sebab itu penggenapan Kitab Mikha itu ditujukan kepada diri Yesus yang adalah firman, dan yang telah menjadi daging.

Dan Mikha bernubuat Dia akan menuntun dan menggembalakan manusia (ay3). Pada Injil Matius 4:4 disana dikatakan Manusia hidup bukan dari Roti (makanan) saja tetapi setiap firman yang keluar dari mulut Allah, dan firman itu adalah Yesus itu sebabnya Dia mengatakan sebagai “roti hidup” .

Betlehem adalah kota kecil “mungil” dan yang tidak diperhitungkan tetapi dari sanalah hadir seseorang yang disebut “Raja Mesias” atau penyelamat Israel. Yohanes 6:26 mengingatkan bahwa yang dimaksud dengan Roti Hidup itu adalah setiap orang percaya kepada Yesus itu berarti gereja adalah “Rumah Roti” (Betlehem) dimana Yesus diam dalam firman-Nya. Rasul Paulus dalam Kitab 1 Korintus 3:16 menegaskan bahwa hidup orang percaya diam Roh Allah.

Mikha adalah seorang nabi yang hidup pada masa yang sama dengan nabi Amos Hosea dan Yesaya. Peranan Nabi Mikha sangat besar dalam membangun mentalitas iman orang Israel terhadap keadilan, kebenaran dan moralitas umat. Tetapi dia satu satu nabi pertama yang menubuatkan kehancuran Yerusalem dan Bait Suci (3:12).

Nabi Mikha berperan sejak tahun 742 SM-687 SM dalam kekuasaan raja Yotam, Ahas dan Hizkia. Mikha selalu mengingatkan bahwa Tuhan akan menggunakan orang asing untuk memerintah bangsa ini, oleh karena mereka tidak tunduk kepada Tuhan. Oleh sebab itu, perikop pasal 5 ini Nabi Mikha bernubuat tentang Raja Mesias yang akan memerintah Israel. Suasana dari janji Allah malalui nubutan Nabi Mikha ayat 4-8 adalah sebuah pengharapan dari tekanan Asyur dan mentalitas pemimpin Raja Ahas yang cendrung tunduk kepada Asyur 2 Raja–raja 16:1-2 dia melakukan yang jahat di mata Tuhan.

Membangun patung-patung dan menggunakan sihir-sihir bangsa lain (ay 9-14). Kehadiran Raja Penyelamat akan membinasakan dan menghancurkan kekuatan kekuatan Sinkretisme (kawin campur) dengan berhala berhala dan akan menggantikan dengan suasana sukacita dan kedamaian (ay 3-4).

Kita telah memasuki minggu adven ke II itu berarti minggu-minggu penantian perayaan Natal Yesus Kristus yang bersifat sukacita, dimana  keadaan dan suasana yang tidak diukur pada realitas fisik tetapi pada pengharapan iman. Sebagaimana penderitaan umat Israel yang harus menghadapi penindasan bangsa asing dan teknan tekanan secara politik pemimpin bangsa yang tidak mengandalkan Tuhan, maka Mikha mengingatkan tentang kehadiran Raja Mesias yang akan menyelamatkan manusia.

Peringatan Mikha tetap relevan dalam situasi kondisi dunia sekarang ini. Ketika pandemi covid-19 yang belum memberi tanda tanda pemulihan, sementara kita harus menghadapi tekanan tekanan politik bahkan melalui Pilkada di bulan Desember yang menghadirkan tensi kompetisi yang semakin tinggi dengan saling menjajal dan memanfaatkan media elektronik untuk memperlihatkan sebagai pemimpin yang baik.

Maka Mikha pun mengingatkan kita akan hadirnya Mesias yang walaupun telah digenapi oleh Yesus dalam Kitab Lukas pasal 2 tetapi penantian kita adalah kedatangan-Nya yang kedua kali yang jauh lebih penting persiapan kita dari protocol corona. Dimana bumi dan langit akan lenyap (Wahyu 21) Tetapi Tuhan menjanjikan sesuatu kehidupan yang baru bersama Raja Mesias dalam dimensi hidup yang lain.

Kesesakan dan himpitan hidup serta tantangan Natal dalam suasana tekanan sosial pandemi covid-19 dan Pilkada kita tidak terjebak pada persiapan temporer melainkan sebuah pengharapan yang memberi kita ketenangan iman, oleh karena kita ini adalah bet-lahm itu sendiri dimana rumah Roti hidup kita, tempat dimana Firman Allah diam dan bersaksi bagi dunia dan sesama kita. Mungil belum tentu kecil sebab justru dari Kota Betlehem yang mungil lahir bayi mungil yang menjadi juru selamat dunia.

Selamat merayakan Natal Yesus Kristus, Minggu Adven ke II : Batusaiki 2020

Most Read

Artikel Terbaru

/