26.2 C
Manado
Rabu, 28 Oktober 2020

P/KB GMIM Tatap New Normal

MANADOPOST.ID—Komisi Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM tatap new normal. Melalui diskusi virtual web seminar (webinar) membahas kesiapan memasuki new normal, Minggu (7/6) kemarin. P/KB mengupas terkait perannya dalam memasuki era baru ini. Diikuti lebih dari 70 partisipan, P/KB GMIM akhirnya menelurkan sejumlah kesimpulan dan rekomendasi dalam diskusi komunikatif yang berlangsung sekira tiga jam ini.

Dimoderatori Koordinator P/KB GMIM Rayon Tomohon Pnt dr Roland Roeroe serta dipandu host Pnt Alfa Pandey dan Co-host Pnt Franky Mocodompis, webinar bertajuk ‘P/KB GMIM Dalam Tatanan Normal Baru’ ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Yaitu bidang kesehatan dr Franckie Maramis yang juga Ketua Pengurus Wilayah IDI Sulut.

Bidang Ekonomi Dr Oldie Rotinsulu, dosen FEB Unsrat. Dari sisi hukum ada Wakil Dekan Fakultas Hukum Unsrat Dr Danny Pinasang. Serta tinjauan dari sudut pandang Sinode GMM ada Wakil Ketua BPMS Pdt Anthonius Dan Sompe MTeol MPdk.

Diskusi interaktif ini, dibuka dan diawali penyampaian Ketua Komisi P/KB GMIM Pnt Dr GS Vicky Lumentut (GSVL) yang menjelaskan soal sejumlah tantangan saat memasuki era normal baru. “Dalam webinar ini, kita sebagai P/KB, kepala keluarga sekiranya bisa menghasilkan rekomendasi melalui para pembicara. Untuk memberikan kontribusi pikiran dari P/KB GMIM untuk pemerintah,” harap GSVL membuka diskusi.

Narasumber pun mulai menjelaskan terkait persiapan serta dampak new normal di beberapa sektor. Dimulai dari aspek ekonomi yang dipaparkan Dr Oldie Rotinsulu.  Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulut ini menjelaskan, Covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan, namun juga ekonomi. Sehingga ekonomi dunia begitu terguncang. Mulai dari dunia usaha, pekerjaan sampai semua sektor.

“Pendapatan yang menurun dan belanja meningkat membuat banyak masyarakat menjadi susah. Aktivitas terlockdown, penerimaan negara secara nasional  turun sekira 10 persen. Banyak PHK dan dirumahkan.  Terdampak juga di pertumbuhan ekonomi baik nasional  maupun daerah,” beber Rotinsulu.

Sehingga, jika pertumbuhan ekonomi turun maka bisa prediksi ekonomi  bakal runyam. Banyak sektor ekonomi terdampak. Seperti transportasi, pariwisata, jasa dan jasa perusahaan “Namun, ada yang malah menguat. Seperti industri informasi dan komunikasi, jasa kesehatan serta sebagian jasa pendidikan,” ungkapnya.

Dihubungkan dengan new normal, lanjut Rotinsulu, sebagai masyarakat, termasuk P/KB GMIM, mau tidak mau harus belajar hal baru untuk mempersiapkan diri. Termasuk menambah kreativitas.

“Covid jadi katalis bagi kita untuk lebih kreatif. Bekerja dan belajar dari rumah. Dan membuka peluang-peluang baru industri, termasuk di sektor pertanian karena mayoritas anggota P/KB adalah petani. Namun juga harus dibarengi edukasi dari Gereja agar bisa beradaptasi dengan perubahan,” tegas Rotinsulu.

Suasana diskusi pun makin menarik, saat masuk dalam aspek kesehatan. Moderator Pnt Roeroe, dengan latar belakang dokter menguasai pemasalahan dan memberi pengantar sehingga dapat dipahami peserta, sebelum dijelaskan narasumber. “Virus ini (Covid-19, red) sebenarnya sudah lama. Sudah ada sejak MERS dan SARS dulu,” ujar Roeroe, dalam pengantar singkatnya

Terkait hal ini, dr Franckie Maramis menyebutkan, Sulut masih dalam proses memasuki era new normal. Apalagi dengan sejumlah indikator yang dibutuhkan saat memasuki era normal baru.

“Sekarang ini akan terjadi perubahan perilaku yang mendasar kepada umat manusia. Terjadi perubahan terhadap protokol kesehatan untuk  kehidupan yang baru sesudah ada pandemi Covid-19 ini,” kata Maramis.

Dipaparkannya, dengan adanya informasi yang sangat mudah diakses, maka pengetahuan masyarakat akan kondisi ini bertambah. “Di sektor kesehatan, khususnya tenaga medis, mungkin akan ada perubahan saat new normal benar-benar dilakukan. Misalnya, mungkin dokter 4.0, sebagai tenaga medis, akan ada pengetahuan-pengetahuan baru dan perkembangan-perkembangan baru,” jelasnya.

Sementara, peran P/KB GMIM, lanjutnya, yaitu bisa membantu menekan penyebaran. Turut ambil bagian dalam tindakan promotif. “Hal ini dapat dilakukan P/KB asalkan diberikan edukasi untuk putus penyebaran. Sehingga P/KB juga bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” imbaunya.

Hanya saja, untuk menerapkan new normal di kondisi sekarang masih butuh proses. “Sejumlah indikator harus dipenuhi. Seperti  penurunan jumlah penyebaran, serta faskes yang harus bisa mendukung new normal. Karena efisiennya dari 100 kapasitas faskes, 60 diantaranya harus standar penanganan Covid-19,” paparnya.

Peran IDI sendiri, lanjut dr Maramis, yaitu bagaimana mencegah penyebaran. “Kita sudah mengeluarkan pedoman dan diserahkan kepada pemerintah yang kemudian dijadikan kebijakan. Selalu ada komunikasi antara IDI dan Kemenkes. Dalam pernyataan presiden, untuk bidang kesehatan harus melibatkan  IDI,” tegasnya.

Dr Maramis pun menjelaskan soal hal-hal yang harus terpenuhi jika akan masuk ke new normal. “Epidemiologi yaitu penurunan kasus dalam dua minggu di bawah 50  persen. Jumlah kasus yang dirawat harus menurun. Kasus meninggal harus menurun. Kemudian kesiapan layanan masyarakat termasuk ketersediaan ruang isolasi, APD dan  ventilator harus terpenuhi,” urainya.

Di sisi lain, dari segi kesiapan institusi GMIM dalam era normal baru, Wakil Ketua BPMS Pdt Anthonius Sompe mengatakan, Gereja, secara khusus P/KB harus terus menjaga integritas. Di era normal baru, P/KB harus jaga jati diri dan integritas. P/KB harus mampu beradaptasi dan inovasi.

Sekalipun menghadapi pandemi, harus konsisten dalam menjalani tiga panggilan gereja yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani.  “Komitmen pada sinodal dan tugas serta tanggung jawab. Setia menjalani peran sebagai suami dan ayah pada keluarga. Pelayanan kepada masyarakat bangsa dan negara,” tegas Pdt Sompe.

Selain itu, harus tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan. “Tugas komisi P/KB harus menggembalakan, melatih dan membina. P/KB harus jadi teladan, mengenal kekuatan kelemahan diri,” sebutnya..

Sementara, untuk ruang lingkup GMIM secara umum, Pdt Sompe mengatakan, masih menunggu aturan dari pemerintah. “Memang konteks GMIM memiliki keberadaan jemaat sangat berbeda. Ada yang di Sulut, ada yang di luar daerah bahkan di luar negeri. Sangat bervariasi untuk diberikan respon. Saat ini, surat imbauan BPMS masih berlaku, ibadah dari rumah dan yang lainnya. Kami juga masih mempelajari dan menunggu, sembari terus mendoakan pemerintah baik pusat, pemerintah provinsi maupun kabupaten kota,” tegas Pdt Sompe.

Sedangkan dari aspek hukum, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum Univesitas Sam Ratulangi Dr Danny Pinasang SH Mhum menjelaskan, new normal harus dibarengi aturan hukum yang jelas.

“Harus ditunjang dengan UU serta aturan-aturan yang berlaku. Aturan dan substansi hukum harus jelas, jika memang harus memasuki era new normal. Karena, implementasi di daerah berbeda, standar penanganan Covid-19 juga berbeda,” papar Pinasang. “Sehingga, dari sisi yuridis harus ada peraturan yang jelas untuk era  new normal,” sambungnya.

Terkait hal ini, Pnt GSV Lumentut menegaskan, salah satu bentuk peran P/KB dalam memasuki era new normal adalah ikut membantu mensosialisasikan pencegahan penularan Covid-19.

“P/KB juga akan membentuk tim yang nanti akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Nanti juga akan bekerjasama selain antar denominasi gereja, juga lintas agama,” ungkap Lumentut, yang juga Wali Kota Manado ini.

Ditambahkannya, memasuki era new normal, dengan segala macam tantangan yang ada, P/KB harus terus berinovasi. “Seperti contoh di sektor pertanian. Mayoritas anggota P/KB adalah petani. Di masa new normal nanti petani justru harus bisa beradaptasi. Salah satunya dengan bantuan teknologi. Nanti Gereja akan memberikan pelatihan menggunakan teknologi dalam memasarkan hasil pertanian,” jelasnya.

Setelah memaparkan tinjauan dari berbagai aspek, diskusi webinar ini pun mencapai kesimpulan dan menghasilkan rekomendasi awal  yang akan diteruskan ke pemerintah baik pemerintah provinsi melalui Gubernur Olly Dondokambey SE maupun pemerintah daerah di 15 kabupaten/kota. Kesimpulan dan rekomendasi tersebut dibacakan Wakil Sekretaris P/KB Sinode GMIM Pnt dr Pitter Lumingkewas

Di akhir diskusi, para partisipan Webinar mengambil kesempatan untuk mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Ketua Komisi P/KB GMIM yang juga adalah Wali Kota Manado Pnt Dr GS Vicky Lumentut, yang jatuh Senin (8/6) hari ini. Diskusi kemudian ditutup ucapan terima kasih dan doa tutup Pnt Hanny Joost Pajouw
(asr/fgn)

-

Artikel Terbaru

SGR Kunjungi Pasar Tradisional dan Posko Pemenangan Likupang

Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) Shintia G Rumumpe (SGR), Rabu (28/10) berbelanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Tradisional Likupang.

Berbelanja di Pasar Sukur dan Kema, SGR Cek Kondisi Pedagang

Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) Shintia G Rumumpe (SGR), Rabu (28/10) berbelanja dan menyapa pedagang di Pasar Sukur dan Kema, Rabu (28/10).

Bahaya! Sudah Enam Bulan, Bekas Longsor Belum Diperbaiki

MANADOPOST.ID—Bekas longsoran di salah satu badan jalan penghubung Kecamatan Tahuna Barat dan Kecamatan Kendahe terus membesar.

Pekan Depan, Sekolah Tatap Muka Kembali Aktif

MANADOPOST.ID--Proses belajar tatap muka di  Kota Kotamobagu mulai diperbolehkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) daerah setempat, sebagaimana surat edaran bernomor 400/DISDIK-KK01424/2020.

50 Desa Kembali Aktifkan Gugus Tugas

MANADOPOST.ID--- Guna memaksimalkan pencegahan penularan covid-19 di setiap desa, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) membentuk Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 di setiap Desa.