30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Sekum GMIM: Pakai Tata Ibadah Khusus

Pemakaman Jenazah Covid-19, Jemaat Wajib Lakukan Ibadah di Pekuburan

MANADOPOST.ID–Belakangan terjadi beberapa penolakan rencana pemakaman pasien Covid-19 di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut). Persoalan memiriskan ini mengundang perhatian rohaniwan di Nyiur Melambai.

“Warga gereja khususnya di lingkup pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa diimbau tidak ikut serta dalam menolak pemakaman jenazah Covid-19 untuk dikuburkan di lingkungan mereka,” ungkap Sekretaris Sinode GMIM Pdt Evert Tangel STh MPdK, Rabu (15/4).

Pdt Tangel menilai, jenazah orang yang positif Covid-19 serta pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah meninggal, penanganannya telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) satuan tugas.”Sebenarnya tidak ada yang perlu dikuatirkan. Penanganannya sejak kematian sudah sesuai aturan,” terangnya.

Lanjutnya, sebagai warga gereja, jemaat harus dan wajib melaksanakan ibadah pemakaman di ladang pekuburan.”Tentu dengan memakai tata ibadah khusus pemakaman jenazah Covid-19 yang dikeluarkan oleh BPMS GMIM,” imbuhnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia berharap ke depan tidak ada lagi warga gereja khususnya GMIM yang terlibat dalam melakukan penolakan pemakaman jenazah yang positif maupun terindikasi Covid-19.

“Saling tolong menolong dan saling mendoakan itu penting,” pesan Pdt Tangel. Pdt Tangel juga mengingatkan agar warga gereja untuk mematuhi setiap anjuran yang dikeluarkan pemerintah. Agar semua kegiatan dikonsentrasikan dan berada di rumah. Kecuali kalau memang suasana membaik.

“Pada prinsipnya ibadah kita saat ini berkonsep ibadah keluarga. Tetap di rumah saja sambil terus berdoa, rajin cuci tangan, dan pakai masker,” tandasnya.(cw-02/asr/gnr)

MANADOPOST.ID–Belakangan terjadi beberapa penolakan rencana pemakaman pasien Covid-19 di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut). Persoalan memiriskan ini mengundang perhatian rohaniwan di Nyiur Melambai.

“Warga gereja khususnya di lingkup pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa diimbau tidak ikut serta dalam menolak pemakaman jenazah Covid-19 untuk dikuburkan di lingkungan mereka,” ungkap Sekretaris Sinode GMIM Pdt Evert Tangel STh MPdK, Rabu (15/4).

Pdt Tangel menilai, jenazah orang yang positif Covid-19 serta pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah meninggal, penanganannya telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) satuan tugas.”Sebenarnya tidak ada yang perlu dikuatirkan. Penanganannya sejak kematian sudah sesuai aturan,” terangnya.

Lanjutnya, sebagai warga gereja, jemaat harus dan wajib melaksanakan ibadah pemakaman di ladang pekuburan.”Tentu dengan memakai tata ibadah khusus pemakaman jenazah Covid-19 yang dikeluarkan oleh BPMS GMIM,” imbuhnya.

Dia berharap ke depan tidak ada lagi warga gereja khususnya GMIM yang terlibat dalam melakukan penolakan pemakaman jenazah yang positif maupun terindikasi Covid-19.

“Saling tolong menolong dan saling mendoakan itu penting,” pesan Pdt Tangel. Pdt Tangel juga mengingatkan agar warga gereja untuk mematuhi setiap anjuran yang dikeluarkan pemerintah. Agar semua kegiatan dikonsentrasikan dan berada di rumah. Kecuali kalau memang suasana membaik.

“Pada prinsipnya ibadah kita saat ini berkonsep ibadah keluarga. Tetap di rumah saja sambil terus berdoa, rajin cuci tangan, dan pakai masker,” tandasnya.(cw-02/asr/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/