24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Hari Ini, Grand Final Pelsis Berprestasi Sulut

- Advertisement -

MANADOPOST.ID– Pemilihan Siswa Kristen (Pelsis)  Berprestasi Sulut 2020 memasuki babak grand final, Senin (8/12), di Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Panitia Pelaksana Kristen Kaunang.

Menurut dia, peserta yang ikut dari 350 pendaftar tingkat SMP, dan SMA/SMK telah melewati tiga tahapan seleksi, sekalipun memiliki tantangan tersendiri karena ancaman Covid-19. “Tetapi puji Tuhan sampai hari ini tidak ada peserta yang didapati sakit sampai terseleksi untuk menuju grand final,” ujarnya.

Dia membeber, yang masuk grand final ini sudah melalui tahapan  test tulis, karantina dan talent show. Semua ini sudah berlangsung dengan baik.

“Kami berharap kiranya kualitas peserta terus terjaga tetapi lebih dari pada itu biarlah kegiatan ini menjadi sarana siswa kristen bersaksi , memberi diri dalam pelayanan, serta bisa menjadi teladan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus,” ujar Kristen.

- Advertisement -

Sementara itu, Ketua Umum Pelayanan Siswa Kristen Sulawesi Utara Josua Liow mengatakan,  pemilihan SKB 2020 telah memberi warna baru dalam pelayanan siswa yang ada di sekolah-sekolah di Sulawesi Utara. Selain itu katanya, memperkuat iman percaya tetapi menjadi siswa kristen yang berkarakter Kristus Yesus menjadi penting dan berarti.

“Demikian juga siswa kristen dibekali untuk terus mencintai Negara Republik Indonesia karakter building melalui gerakan revolusi mental dan bela negara. Ini menjadi bahan utama dalam pembekalan pemilihan siswa Kristen berprestasi, agar setiap peserta ikut merawat kerukunan dan toleransi dan lebih dari pada itu menghormati landasan Ideolog Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” ujarnya.

Lanjutnya, hal ini penting agar siswa kristen tahu memposisikan diri dalam pergaulan bangsa , di depan pemerintah, gereja, sekolah maupun keluarga. Artinya kita boleh berprestasi tapi kita jangan kehilangan  identitas sebagai umat beragama, kita boleh beragama tapi jangan primordial melainkan kita diharuskan mampu merawat jati diri sebagai anak Bangsa Indonesia, dan kita boleh pinter dan cerdas tapi kita wajib jujur dalam kehidupan bahwa kita umat ciptaan Tuhan, harus saling hormat menghormati satu sama lain dan saling membantu.

“Tolong menolong sekalipun hidup ini penuh persaingan tetapi jangan kita abaikan tradisi hidup  Gotong-royong sehingga semangat hidup bersama dapat di wujudkan melalui cara bersama hidup rukun aman dan Nyaman.

Inilah esensi dari pemilihan siswa berprestasi tahun 2020 se-Sulut,” pungkas Josua, sembari menambahkan, grand final nanti protokol kesehatan mutlak dilaksanakan dan ada live streaming karena penonton dibatasi. (*/ite)

MANADOPOST.ID– Pemilihan Siswa Kristen (Pelsis)  Berprestasi Sulut 2020 memasuki babak grand final, Senin (8/12), di Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Panitia Pelaksana Kristen Kaunang.

Menurut dia, peserta yang ikut dari 350 pendaftar tingkat SMP, dan SMA/SMK telah melewati tiga tahapan seleksi, sekalipun memiliki tantangan tersendiri karena ancaman Covid-19. “Tetapi puji Tuhan sampai hari ini tidak ada peserta yang didapati sakit sampai terseleksi untuk menuju grand final,” ujarnya.

Dia membeber, yang masuk grand final ini sudah melalui tahapan  test tulis, karantina dan talent show. Semua ini sudah berlangsung dengan baik.

“Kami berharap kiranya kualitas peserta terus terjaga tetapi lebih dari pada itu biarlah kegiatan ini menjadi sarana siswa kristen bersaksi , memberi diri dalam pelayanan, serta bisa menjadi teladan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus,” ujar Kristen.

Sementara itu, Ketua Umum Pelayanan Siswa Kristen Sulawesi Utara Josua Liow mengatakan,  pemilihan SKB 2020 telah memberi warna baru dalam pelayanan siswa yang ada di sekolah-sekolah di Sulawesi Utara. Selain itu katanya, memperkuat iman percaya tetapi menjadi siswa kristen yang berkarakter Kristus Yesus menjadi penting dan berarti.

“Demikian juga siswa kristen dibekali untuk terus mencintai Negara Republik Indonesia karakter building melalui gerakan revolusi mental dan bela negara. Ini menjadi bahan utama dalam pembekalan pemilihan siswa Kristen berprestasi, agar setiap peserta ikut merawat kerukunan dan toleransi dan lebih dari pada itu menghormati landasan Ideolog Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” ujarnya.

Lanjutnya, hal ini penting agar siswa kristen tahu memposisikan diri dalam pergaulan bangsa , di depan pemerintah, gereja, sekolah maupun keluarga. Artinya kita boleh berprestasi tapi kita jangan kehilangan  identitas sebagai umat beragama, kita boleh beragama tapi jangan primordial melainkan kita diharuskan mampu merawat jati diri sebagai anak Bangsa Indonesia, dan kita boleh pinter dan cerdas tapi kita wajib jujur dalam kehidupan bahwa kita umat ciptaan Tuhan, harus saling hormat menghormati satu sama lain dan saling membantu.

“Tolong menolong sekalipun hidup ini penuh persaingan tetapi jangan kita abaikan tradisi hidup  Gotong-royong sehingga semangat hidup bersama dapat di wujudkan melalui cara bersama hidup rukun aman dan Nyaman.

Inilah esensi dari pemilihan siswa berprestasi tahun 2020 se-Sulut,” pungkas Josua, sembari menambahkan, grand final nanti protokol kesehatan mutlak dilaksanakan dan ada live streaming karena penonton dibatasi. (*/ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/