25.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Oktober Pemilihan Pelsus, Jemaat GMIM Doa-Puasa Bermohon Pandemi Segera Berlalu

MANADOPOST.ID— Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), sekira 45 hari lagi akan memilih pelayan khusus (Pelsus) baru. 15 Oktober untuk pemilihan Penatua dan Diaken kolom dan 17 Oktober untuk ketua kategorial BIPRA.

Demi kelancaran `pesta demokrasi` sekitar 1 juta anggota sidi jemaat ini, warga GMIM di 127 wilayah dan 1.003 jemaat, yang tersebar di wilayah Minahasa, Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, Makassar, dan bahkan hingga ke luar negeri, diminta berdoa dan berpuasa, agar pandemik Covid-19 segera berlalu.

“Kepada jemaat sudah dimintakan untuk mendoakan dan mensukseskan semua proses pemilihan di aras jemaat. Termasuk didalamnya Pelsus, Diaken dan Penatua,” tutur Sekum BPMS GMIM Pdt Event Tangel, Senin (30/8).

Tahapan pemilihan tambah Pdt Tangel, sudah dimulai. Senin kemarin sudah mulai dilaksanakan katekisasi di jemaat-jemaat. Katekisasi ini bagi semua anggota sidi jemaat yang akan dipilih nanti. Karena semua anggota sidi jemaat bisa dipilih.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Diawali dengan pelaksanaan katekisasi sidi jemaat sebagai bakal calon Pelsus, selambat-lambatnya dua bulan sebelum pelaksanaan pemilihan,” katanya.

Juknis tahapan lanjutnya, juga sudah disampaikan kepada panitia melalui BPMJ masing-masing. “Ia. Maksudnya pelaksanaan tahapan pemilihan sesuai jeputusan BPMS tentang pemilihan,” ujarnya.

Diketahui dalam juknis pemilihan di semua aras tersebut, disertakan beberapa poin. Dimulai dari dasar pemilihan, calon yang akan dipilih, syarat-syarat pemilihan. Kemudian masuk dalam pelaksanaan, panitia pemilihan dan agenda lainnya. Terlebih yang hangat adalah calon Pelsus yang akan dipilih nanti. Lengkap dengan Kriteria tercantum didalamnya.

Beberapa penguatan tentang kriteria juga disampaikan. Seperti Ketua BPMW GMIM Kalawat 1 Pdt Nico Cornelis Rarumangkay MTh. Menurutnya semua sudah ada dalam Alkitab. “Yakni 1 Timotius 3:1-13 dan Titus 1:5-9. Itu menurut Rasul Paulus,” tegas Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer Watutumow tersebut.

Halnya disampaikan Pdt Inggrid HM Mala. Menurutnya kriteria yang layak dipilih menjadi Pelsus sudah ada di petunjuk teknis. Lengkap di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan ayat-ayatnya.

“Kriteria syarat ini standar baku. Secara sempurna seratus persen, apa ada orang boleh akan mencapai samua itu secara penuh. Tapi secara umum yang terpilih pasti karena dikenal baik, capable, rohani, dan dapat bertanggung jawab dalam pelayanan gereja,” terangnya.

Tambah Pendeta Jemaat GMIM Petra Mahakeret ini, harus direfleksikan seperti perenungan firman minggu berjalan ini. “Secara pribadi pemahaman saya, walaupun Elisa dengan berhari-hari bersama Elia dan lainnya, tapi semua kembali kepada Tuhan Allah. Dia yang berkuasa, Dia yang punya otoritas dalam perkenanan dan kehendak-Nya, kalau jadi (terpilih) pasti jadi,” katanya menambahkan semua sesuai kehendak Tuhan.

“Biar sudah kondisikan, tapi kalau Tuhan tidak berkenan, tidak memberi legitimasi kepada Elisa, tetap tidak akan jadi (terpilih). Regenerasi ataupun berlanjut, pelayanan itu hak kedaulatan Allah. Bukan warisan, bukan keturunan, bukan kelayakan, bukan melalui fit n proper. Tapi sesuai perkenanan Dia sang Kepala Gereja,” tegasnya.

Usulan juga disampaikan Pnt Welly Waworundeng. “Usul Sinode GMIM sampaikan ajakan kepada seluruh jemaat agar melaksanakan doa dan puasa sepanjang bulan September untuk menghadapi pemilihan Pelsus bulan Oktober, Agara bisa berjalan lancar di masa pandemi covid-19 ini. Bisa diprogramkan di semua aras jemaat. Paling tidak panitia pemilihan dan pelsus di setiap jemaat dapat memprogramkan doa dan pusannya,” ujar Pnt Welly yang juga Ketua PKB GMIM Sobat Kristus.(***)

MANADOPOST.ID— Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), sekira 45 hari lagi akan memilih pelayan khusus (Pelsus) baru. 15 Oktober untuk pemilihan Penatua dan Diaken kolom dan 17 Oktober untuk ketua kategorial BIPRA.

Demi kelancaran `pesta demokrasi` sekitar 1 juta anggota sidi jemaat ini, warga GMIM di 127 wilayah dan 1.003 jemaat, yang tersebar di wilayah Minahasa, Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, Makassar, dan bahkan hingga ke luar negeri, diminta berdoa dan berpuasa, agar pandemik Covid-19 segera berlalu.

“Kepada jemaat sudah dimintakan untuk mendoakan dan mensukseskan semua proses pemilihan di aras jemaat. Termasuk didalamnya Pelsus, Diaken dan Penatua,” tutur Sekum BPMS GMIM Pdt Event Tangel, Senin (30/8).

Tahapan pemilihan tambah Pdt Tangel, sudah dimulai. Senin kemarin sudah mulai dilaksanakan katekisasi di jemaat-jemaat. Katekisasi ini bagi semua anggota sidi jemaat yang akan dipilih nanti. Karena semua anggota sidi jemaat bisa dipilih.

“Diawali dengan pelaksanaan katekisasi sidi jemaat sebagai bakal calon Pelsus, selambat-lambatnya dua bulan sebelum pelaksanaan pemilihan,” katanya.

Juknis tahapan lanjutnya, juga sudah disampaikan kepada panitia melalui BPMJ masing-masing. “Ia. Maksudnya pelaksanaan tahapan pemilihan sesuai jeputusan BPMS tentang pemilihan,” ujarnya.

Diketahui dalam juknis pemilihan di semua aras tersebut, disertakan beberapa poin. Dimulai dari dasar pemilihan, calon yang akan dipilih, syarat-syarat pemilihan. Kemudian masuk dalam pelaksanaan, panitia pemilihan dan agenda lainnya. Terlebih yang hangat adalah calon Pelsus yang akan dipilih nanti. Lengkap dengan Kriteria tercantum didalamnya.

Beberapa penguatan tentang kriteria juga disampaikan. Seperti Ketua BPMW GMIM Kalawat 1 Pdt Nico Cornelis Rarumangkay MTh. Menurutnya semua sudah ada dalam Alkitab. “Yakni 1 Timotius 3:1-13 dan Titus 1:5-9. Itu menurut Rasul Paulus,” tegas Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer Watutumow tersebut.

Halnya disampaikan Pdt Inggrid HM Mala. Menurutnya kriteria yang layak dipilih menjadi Pelsus sudah ada di petunjuk teknis. Lengkap di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan ayat-ayatnya.

“Kriteria syarat ini standar baku. Secara sempurna seratus persen, apa ada orang boleh akan mencapai samua itu secara penuh. Tapi secara umum yang terpilih pasti karena dikenal baik, capable, rohani, dan dapat bertanggung jawab dalam pelayanan gereja,” terangnya.

Tambah Pendeta Jemaat GMIM Petra Mahakeret ini, harus direfleksikan seperti perenungan firman minggu berjalan ini. “Secara pribadi pemahaman saya, walaupun Elisa dengan berhari-hari bersama Elia dan lainnya, tapi semua kembali kepada Tuhan Allah. Dia yang berkuasa, Dia yang punya otoritas dalam perkenanan dan kehendak-Nya, kalau jadi (terpilih) pasti jadi,” katanya menambahkan semua sesuai kehendak Tuhan.

“Biar sudah kondisikan, tapi kalau Tuhan tidak berkenan, tidak memberi legitimasi kepada Elisa, tetap tidak akan jadi (terpilih). Regenerasi ataupun berlanjut, pelayanan itu hak kedaulatan Allah. Bukan warisan, bukan keturunan, bukan kelayakan, bukan melalui fit n proper. Tapi sesuai perkenanan Dia sang Kepala Gereja,” tegasnya.

Usulan juga disampaikan Pnt Welly Waworundeng. “Usul Sinode GMIM sampaikan ajakan kepada seluruh jemaat agar melaksanakan doa dan puasa sepanjang bulan September untuk menghadapi pemilihan Pelsus bulan Oktober, Agara bisa berjalan lancar di masa pandemi covid-19 ini. Bisa diprogramkan di semua aras jemaat. Paling tidak panitia pemilihan dan pelsus di setiap jemaat dapat memprogramkan doa dan pusannya,” ujar Pnt Welly yang juga Ketua PKB GMIM Sobat Kristus.(***)

Most Read

Artikel Terbaru

/