Bacaan Alkitab : Mazmur 104 : 1-18
Tema Mingguan: "Allah Memberi Hidup Kepada Semua Ciptaan"
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Mengapa kita manusia harus mengenai, percaya dan mengakui Tuhan Allah? Jawabannya sederhana sebab Allah yang memberi hidup kepada semua ciptaan. Inilah tema perenungan firman di minggu ini berdasarkan Kitab Mazmur 104. Pemazmur menolong kita untuk menyaksikan kebesaran, kebijaksanaan, kebaikan dan kemuliaan Tuhan dalam seluruh karya ciptaan-Nya.
Pemazmur bukan saja seorang penyair yang berbakat, melainkan juga seorang kontemplatif. Dia bersukacita, kagum, memuji dan menyembah Tuhan. Dia mengundang kita untuk menatap semesta alam dengan sikap hormat kepada Allah karena seluruh alam rata ini adalah ciptaan Tuhan.
Mazmur 104 ini dapat digolongkan sebagai madah perseorangan. Namun dilihat dari latar belakang liturgisnya, ada yang berpendapat mazmur ini dinyanyikan pada hari rata pengumpulan hasil yang kemudian menjadi hari rata Pondok Daun. Di kemudian hari, mazmur ini dianggap berasal dari masa sesudah pembuangan Babel.
Secara keseluruhan susunan Mazmur 104 ini terdiri dari ayat 1-4 Tuhan Mahabesar; ayat 5-9: Tuhan penakluk samudera purba; ayat 10-18: Tuhan Memberi hidup; ayat 19-23: Tuhan pengatur waktu; ayat 24-26: Tuhan Maha bijak; ayat 27- 30: Tuhan Memberi hidup: ayat 31-36: Harapan, janji dan doa.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Mazmur 104 ini dibuka dengan suatu ajakan kepada diri sendiri untuk memuji Tuhan. Kita perhatikan bahwa hati pemazmur benar-benar terarah pada Tuhan. Pemazmur berkata: “Tuhan Allahku, Engkau sangat besar” Ini merupakan pengakuan iman dari pemazmur untuk mendefinisikan Tuhan Allahnya yang sebetulnya tidak terpahami dengan sempurna oleh akal pikiran manusia. Sebab siapakah manusia yang mampu menjangkau Allah dan memiliki pengetahuan segala-galanya tentang Dia. Justru Allah sendirilah yang rela menyatakan diri-Nya kepada manusia ciptaan-Nya. Allah yang berinisiatif memperkenalkan diri-Nya lewat segala firman-Nya kepada para nabi (PL) dan melalui Firman yang menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus (PB). Ada syair lagu yang berkata: “Di dalam Yesus Kau nyatakan ya Bapa isi hati-Mu...” (KJ. 367, bait 2). Sebetulnya untuk mengetahui rancangan ilahi dan pekerjaan sempurna dari Allah, manusia harus mengenal Yesus Kristus, mendengar dan memahami pengajaran-Nya, pelayanan-Nya bahkan pengorbanan-Nya, yang kesemuanya itu adalah untuk kebaikan umat manusia. Maka bersyukurlah kita telah menjadi anak-anak Allah di dalam Yesus Kristus.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Kita lihat dalam Mazmur ini bahwa teolgi tentang penciptaan sangat mendalam, dan maksudnya untuk membuat kita berpikir dan menghayati bahwa Tuhan Allah kita itu Maha besar dan tujuan akhlr dari segala karya ciptaan-Nya ialah agar semua ciptaan-Nya (terutama seluruh manusia) memperoleh hidup dan mengagungkan Dia. Oleh karena itu kita wajib menjaga dan melestarikan semua sumber data alam yang secara luar biasa telah diadakan oleh Allah di bumi ini agar menjadi persediaan sumber hidup demi keberlangsungan umat manusia. Semua ciptaan Allah itu termasuk hewan, tumbuh-tumbuhan, tanah, air, udara dan segala potensi yang terkandung dalam alam semesta ini memiliki hak juga untuk hidup atau bertahan supaya terjadi keseimbangan, bermanfaat satu dengan yang lain dalam satu kesatuan ciptaan, terlebih lagi untuk kebaikan umat manusia. Namun tak bisa dipungkiri bahwa fakta menunjukkan bumi dan segala sumber daya alamnya semakin terancam eksistensi dan kelestariannya akibat ketamakan dan keserakahan manusia. Tak heran alam kemudian “memberontak” karena geram dengan ulah manusia. Akibatnya timbul bencana alam dan berbagai masalah lingkungan yang mengancam keselamatan manusia.
Oleh karena itu di dalam mazmur ini dapat kita temukan sesuatu unsur yang khusus bagi manusia untuk hidup, yakni bekerja. Di ayat 14 dikatakan: “Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari tanah.” Perhatikan kata “diusahakan”, di dalam alkitab NIV dipakai kata “to cultivate” yang berarti mengolah, bekerja Dengan demikian ungkapan mazmur tersebut hendak mengingatkan bahwa kita sebagai manusia terpanggil untuk bekerja mengelola alam demi kebaikan kita sambil memperhatikan keutuhan ciptaan lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. Bukan sebaliknya mengeruk keuntungan dari alam dan memusnahkan ciptaan lain. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
1. Bagaimana kita menghargai seluruh ciptaan Allah?
2. Jelaskan peran konkret P/KB GMIM dalam menjaga dan melestarikan bumi dan segala ciptaan Tuhan!
Baca Juga: Pelita GMIM 1-7 Oktober 2023, Lukas 10:25-37 Wujudkan Belas Kasihan
Editor : Aprilia Sahari