Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 25 Februari - 2 Maret 2024, Markus 8:31-9:1 Menyangkal Diri dan Memikul Salib adalah Kekuatan Bukan Kelemahan

Aprilia Sahari • Rabu, 21 Februari 2024 | 15:03 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Tema: "Menyangkal Diri dan Memikul Salib adalah Kekuatan Bukan Kelemahan"
Bacaan Alkitab: Markus 8:31-9:1

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Seseorang pernah berkata, "Keselamatan memang gratis, tetapi tidak murah." Itu menuntut nyawa Yesus, demikian juga itu akan menuntut kita. Mungkin Ia tidak menuntut nyawa kita. Tetapi itu akan menuntut diri kita. Untuk diserahkan dan dikendalikan oleh Dia. Inilah yang disebut menyangkal diri dan memikul salib yang dalam perenungan Minggu Sengsara ini yang tidak dimengerti oleh murid-murid Yesus.

Markus menceritakan Tuhan yang sementara menjelaskan urusan penting yang sedang dihadapi-Nya. Pokok pelajaran itu rupanya begitu penting. Apa pokok yang sedang diajarkan-Nya? Inilah pokok pengajaran-Nya: "Anak Manusia menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari (Markus 8:31).

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Sebenarnya Markus jarang menggunakan sebutan Anak Manusia, sebab sebutan itu rasanya terlalu merendahkan Tuhan Yesus. Markus lebih banyak memakai sebutan Anak Allah, bahkan dalam kalimat pertama Injilnya, ia sudah langsung memakai sebutan Anak Allah (1:1). Tetapi di sini Markus tidak menghindarkan sebutan Anak Manusia, sebab Yesus sengaja memakai sebutan itu untuk menekankan kerendahan-Nya. Kalau seandainya Yesus bukan manusia melainkan hanya berhakikat Allah, maka Ia tidak akan turun ke dunia dan merasakan segala penderitaan manusia. Hal ini tidak disadari Petrus yang memikirkan tentang Mesias yang dikehendakinya bukan yang diinginkan Allah.

Karenanya, dalam ayat 32 "Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia". Tanggapan Kristus sangat keras: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia" (ayat 33). Yesus mengingatkan Petrus dan murid-murid-Nya yang lain tentang dua hal: menyangkal diri dan memikul salib. Menyangkal diri artinya melupakan kepentingannya sendiri untuk fokus mengikut keinginan Tuhan Yesus. Dan memikul salib, bukan salib Yesus tapi salib mereka agar orang-orang jahat tunduk di bawah salib Yesus dan mendapatkan keselamatan dari-Nya. Mereka mungkin saja akan sampai kehilangan nyawa. Untuk itu mereka butuh keberanian untuk menyangkal diri dan memikul salib. Juga, keberanian untuk kehilangan nyawa serta keberanian menjadi saksi Kristus dengan akhir hayat. Inilah konteks ketika Yesus memberikan pernyataan-Nya yang terkenal: "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, Ia akan menyelamatkannya" (ayat 35). Yesus memimpin dengan memberikan teladan, menyerahkan hidup-Nya untuk kebaikan kita dan kemuliaan Bapa-Nya.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Dari waktu ke waktu kita menghadapi keputusan sulit - keputusan yang membuat kita mengevaluasi kembali apa yang paling berarti bagi kita dalam hidup ini, karena memilih yang satu berarti kehilangan yang lain. Beranikah kita menyangkal diri dan memikul salib. Dunia mungkin melihat ini tanda kelemahan, tapi jadikanlah penyangkalan diri dan salib yang kita pikul sebagai tanda kekuatan serta bukti kasih Tuhan Yesus kepada mereka yang menolak-Nya.

Yesus bermaksud menyampaikan kebenaran ini kepada murid-murid-Nya dan orang banyak tentang keputusan terpenting dalam hidup manusia - mengikut Dia. Untuk menjadi murid, kata-Nya, mereka harus "menyangkal diri dan dan memikul salib" agar dapat mengikuti Dia (ayat 34). Mereka mungkin tergoda untuk menjauhkan diri dari pengorbanan yang diperlukan demi mengikut Yesus dan memilih untuk mengikuti keinginan sendiri. Namun, Dia mengingatkan mereka bahwa dengan pilihan itu mereka akan kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga.

Menyangkal diri dan memikul salib adalah kekuatan bukan kelemahan. Tapi banyak dari kita menganggap kelemahan, dan kita sering tergoda mengejar hal-hal yang tampaknya sangat bernilai, tetapi yang mengalihkan kita dari mengikut Yesus. Mintalah kepada Allah untuk menuntun kita dalam pilihan-pilihan yang kita hadapi setiap hari sehingga kita akan memilih dengan bijak dan menghormati-Nya. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:
1. Pilihan apa saja yang pernah Pria/Kaum Bapa ambil, yang ternyata menjauhkan atau mendekatkan kita dari Yesus?
2. Bagaimana contoh menyangkal diri dan memikul salib yang harus Pria/Kaum Bapa lakukan di tengah kehidupan berkeluarga, berjemaat dan bermasyarakat?

Baca Juga: Pelita GMIM 4-10 Februari 2024, Amos 5:7-13 Bersama Tuhan Melawan Ketidakadilan

Baca Juga: Pelita GMIM 11-17 Februari 2024, 1 Timotius 2:1-7 Naikkan Doa Untuk Ketentraman Bangsa

Baca Juga: Pelita GMIM 18-24 Februari 2024, Zakharia 11:4-17 Celakalah Gembala-Ku Yang Meninggalkan Domba-domba

Editor : Aprilia Sahari
#PKB GMIM #GMIM #Pelita GMIM #Renungan GMIM