Lukas 18 : 26-27
Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."
Sobat obor, tidak sedikit orang yang benar-benar secara harafiah meninggalkan segala- galanya untuk mengikut Kristus dan melayani sepenuh hati tanpa takut kehilangan harta. Tokoh-tokoh penginjilan dari Eropa di masa lalu, yang secara kesejahteraan hidup jauh dari ketertinggalan Asia waktu itu, menunjukkan keseriusan mereka mengikut Kristus dan meninggalkan kenikmatan dunia. Betapa mulianya hati para penginjil di tanah Minahasa misalnya Riedel dan Schwarz yang meninggalkan keluarganya di tanah Eropa dan tak berharap kembali, bahkan mati dan dikuburkan di tanah kita ini. Apa kira-kira yang mereka dapatkan? Harta sorga. Harta sorga berupa hidup kekal dan keselamatan jauh lebih berharga daripada kenikmatan dunia ini. Semua yang kita miliki saat ini adalah fana tak lama umurnya pula, tapi apa yang kita dapatkan dengan Tuhan itu adalah selama- lamanya.
Terdengar muluk-muluk bagi manusia duniawi. Makanya para pendengar dalam perikop ini bertanya- tanya: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?". Agak mustahil bagi mereka meninggalkan kenikmatan duniwai untuk mengikut Yesus. Rasa cinta dunia dan hal-hal yang ada di dalamnya sangat umum ditemukan dalam hati hampir setiap orang saat ini. Jika segalanya harus kita jual, dan kalau tidak maka tak ada yang bisa memperoleh hidup kekal, maka siapakah yang dapat diselamatkan? Apa yang tidak mungkin bagi manusia bahkan terkadang mustahil seperti halnya peristiwa membelah Ldut Teberau atau mengubah air menjadi darah dimungkinkan Allah. Maka, apa yang tidak mungkin bagi manusia mungkin bagi Allah. Tuhan Yesus sementara membicarakan tentang anugerah keselamatan yang diberi dengan cuma-cuma itu. Sebenarnya bukan tentang berapa yang kita punyai dan berapa banyak yang harus kita sumbangkan kepada orang miskin. Tetapi tentang hati yang penuh penyerahan kepada Tuhan dan tidak menjadikan-Nya sebagai yang kedua, ketiga dan seterusnya. Semoga kita dimampukan memahami rahasia yang indah dari Tuhan ini. Soli Deo Gloria. Amin.
Baca Juga: Obor GMIM Senin 8 Juli 2024, Lukas 18:18 Masih Peduli?
Baca Juga: Obor GMIM Selasa 9 Juli 2024, Lukas 18 : 19-20 Esensi Taurat
Baca Juga: Obor GMIM Rabu 10 Juli 2024, Lukas 18:21 Menilai Diri
Baca Juga: Obor GMIM Kamis 11 Juli 2024, Lukas 18:22-23 Masih Tinggal Satu Hal Lagi
Baca Juga: Obor GMIM Jumat 12 Juli 2024, Lukas 18:24-25 Hamba Tuhan Atau Uang?
Editor : Aprilia Sahari