Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Materi Khotbah Berdasarkan Bacaan Alkitab Roma 12: 9-21

Clavel Lukas • Kamis, 18 Juli 2024 | 15:53 WIB

 

Ilustrasi Alkitab.
Ilustrasi Alkitab.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus,

Hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang terdapat dalam Roma 12:9-21. Dalam perikop ini, Rasul Paulus memberikan panduan praktis bagi kita tentang bagaimana hidup dalam kasih yang tulus dan nyata sebagai pengikut Kristus.

1. Kasih yang Tulus (Ayat 9) Paulus memulai dengan penekanan bahwa kasih kita haruslah tulus, tanpa kepura-puraan. Kasih yang sejati adalah kasih yang tidak bersyarat, tidak egois, dan tidak mencari keuntungan pribadi. Kita dipanggil untuk membenci yang jahat dan berpaut pada yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti kita harus menghindari segala bentuk kejahatan dan selalu mencari serta melakukan kebaikan.

2. Kasih Persaudaraan (Ayat 10) Paulus melanjutkan dengan menyatakan bahwa kita harus saling mengasihi sebagai saudara seiman dan saling mendahului dalam memberi hormat. Kasih persaudaraan ini mengharuskan kita untuk saling memperhatikan, mendukung, dan menghormati satu sama lain. Dalam komunitas gereja, kasih persaudaraan ini terlihat dalam tindakan saling membantu dan saling mendoakan.

3. Semangat Pelayanan (Ayat 11-13) Paulus menekankan pentingnya semangat dalam pelayanan. Kita harus bekerja dengan tekun dan bersemangat dalam melayani Tuhan. Selain itu, kita juga dipanggil untuk bersukacita dalam pengharapan, bersabar dalam kesesakan, dan tekun dalam doa. Dalam ayat 13, Paulus mengingatkan kita untuk membantu orang-orang kudus yang kekurangan dan untuk selalu bersedia menerima orang asing. Ini berarti kita harus bersikap murah hati dan peduli terhadap kebutuhan sesama.

4. Mengasihi Musuh (Ayat 14-21) Bagian terakhir dari perikop ini adalah panggilan yang paling menantang: mengasihi musuh. Paulus mengajarkan kita untuk memberkati orang yang menganiaya kita, bukan mengutuk mereka. Kita dipanggil untuk berempati dengan orang lain, bersukacita dengan yang bersukacita, dan menangis dengan yang menangis. Kita harus hidup dalam kerendahan hati, tidak menganggap diri lebih tinggi daripada orang lain.

Paulus juga mengingatkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi untuk mengusahakan perdamaian dengan semua orang. Jika musuh kita lapar, kita harus memberinya makan; jika ia haus, kita harus memberinya minum. Dengan melakukan hal ini, kita akan mengatasi kejahatan dengan kebaikan.

Saudara-saudara, hidup dalam kasih yang tulus adalah panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Kasih yang tulus itu tidak hanya ditunjukkan kepada sesama saudara seiman, tetapi juga kepada musuh-musuh kita. Kita dipanggil untuk hidup dalam kasih persaudaraan, semangat pelayanan, dan kasih yang melampaui batas-batas kebencian dan permusuhan.

Marilah kita memohon kekuatan dari Tuhan agar kita dapat mengasihi dengan tulus, melayani dengan semangat, dan mengasihi musuh kita dengan kasih Kristus. Dengan demikian, kita akan menjadi saksi-saksi hidup dari kasih Allah yang agung dan membawa damai serta sukacita bagi dunia ini.

Amin.

Editor : Clavel Lukas
#roma #MTPJ #khotbah #GMIM #Renungan