Syalom,
Di tengah dunia yang terus menekan kita untuk berbuat lebih banyak dan menjadi lebih dari sebelumnya, begitu mudah kita melewatkan suatu ritme hidup yang sangat berbeda, sebagaimana yang ditawarkan Yesus kepada murid-murid-Nya: hidup yang tetap berada di dalam Dia.
Dalam Yohanes 15, Yesus menyebut diri-Nya sebagai “pokok anggur yang benar” (ay. 1), dan murid-murid-Nya sebagai “ranting-ranting” (ay. 5).
Ranting-ranting pokok anggur tidak bertumbuh karena kerja kerasnya sendiri, melainkan karena menerima asupan gizi dari pokok anggurnya.
Di dalam Yesus, kita mempunyai harapan untuk menjalani hidup yang tidak lagi dikuasai oleh kecemasan dan pergulatan.
Amin.