Yesaya 60:22 " Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar,
dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat;
Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya."
Firman Tuhan yang dahsyat, janji Tuhan buat kita umat-Nya,
Biarlah firman ini menjadi pondasi kekuatan kita menjalani tahun yang baru ini.
Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan.
Kita percaya dan kita imani, Tuhan yang akan angkat kita pada waktu yang telah Tuhan tentukan.
Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.
Tuhan mampu membalikan keadaan, Tuhan punya kuasa.
Tuhan juga pegang waktu Nya, Semua sesuai waktunya TUhan, sebab Tuhan tahu kapan waktu yang tepat buat kita terima berkatNya, karena ketika kita belum siap, berkat malah akan menjadi bahaya buat kita, tapi waktu Tuhan, waktu yang tepat.
Dia maha Tahu. Seringkali penundaan merupakan cara Tuhan supaya kita merasakan kuasa Tuhan.
Waktu Tuhan akan membuat kita dewasa membuat kita lebih kenal Tuhan, lebih besar yang Tuhan siapkan dan sediakan buat kita, lebih dari yang kita minta dan impikan.
Peristiwa Lasarus, Tuhan datang bukan pada saat Lazarus sakit dan di sembuhkan, tapi Tuhan datang ketika Lazarus sudah mati dan Tuhan bangkitkan.
Tuhan Tunda untuk sesuatu yang lebih besar yang Tuhan siapkan buat kita.
2 korintus 6:2 Sebab Allah berfirman:
"Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,
dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau."
Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Mazmur 102:14 Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion,
sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.
Kita lah Sion, kitalah gereja Tuhan, jangan kendor, jangan menjadi lemah, tapi jadilah kuat supaya ketika waktunya Tuhan kita siap dan kita naik bukan turun, menjadi kepala dan bukan ekor.
Doa kita Tuhan pasti jawab, di waktunya Tuhan, dan yang dia berikan lebih dari yang kita doakan. Amin(*)
Editor : Deiby Rotinsulu