Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Kamis 26 Februari 2026, Bacaan I Ester 4:10a,10c-12,17-19, Bacaan Injil Matius 7:7-12

Fandy Gerungan • Senin, 23 Februari 2026 | 14:36 WIB

Photo
Photo

Pekan Prapaskah I (Warna Liturgi Ungu)

Bacaan I Ester 4:10a,10c-12,17-19

Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:

Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:

"Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja."

Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,

Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 138:1-2a,2bc-3,7c-8

Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.

Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.

TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

Bacaan Injil Matius 7:7-12

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,

atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara-saudari terkasih, dalam hidup ini tidak jarang kita berada pada posisi seperti Ester: terjepit oleh keadaan, dikelilingi risiko, dan dihadapkan pada keputusan besar yang dapat menentukan nasib banyak orang.

Ester tahu bahwa melangkah ke hadapan raja tanpa dipanggil bukanlah perkara sepele. Ada ancaman nyata, ada ketakutan yang masuk akal, dan ada kemungkinan terburuk yang harus ia hadapi.

Namun di balik semua itu, ada satu hal yang lebih besar daripada rasa takutnya: tanggung jawab dan iman.

Ester tidak bertindak gegabah. Ia menyadari keterbatasannya, namun ia juga percaya bahwa keselamatan bangsanya tidak hanya bergantung pada kekuatannya sendiri.

Ia melangkah dengan kesadaran penuh akan risiko, tetapi juga dengan kepercayaan bahwa Tuhan bekerja melalui keberanian dan ketaatan manusia. Sikap ini mengajarkan kita bahwa iman bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan keberanian untuk tetap melangkah meski takut.

Injil hari ini membawa kita lebih dalam pada sikap hati seorang beriman. Tuhan mengajak kita untuk tidak pasif dalam hidup rohani. Kita diajak untuk berani meminta, tekun mencari, dan tidak lelah mengetuk. Ini bukan sekadar soal doa yang diucapkan, tetapi tentang relasi yang hidup dengan Allah.

Seperti seorang anak yang percaya kepada orang tuanya, kita dipanggil untuk datang kepada Bapa dengan keyakinan bahwa Ia tidak akan memberi yang mencelakakan, melainkan yang sungguh baik bagi kita.

Sering kali kita ragu untuk berdoa dengan sungguh-sungguh. Kita takut kecewa, takut doa kita tidak dikabulkan, atau bahkan merasa tidak layak untuk meminta.

Namun Injil menegaskan bahwa Allah mengenal kebutuhan kita lebih dalam daripada yang kita sadari sendiri. Ketika kita datang kepada-Nya dengan hati yang jujur, Ia mendengarkan dan menjawab dengan cara-Nya yang penuh kasih.

Renungan hari ini juga mengingatkan kita bahwa relasi dengan Allah tidak bisa dipisahkan dari relasi dengan sesama. Apa yang kita harapkan orang lain lakukan kepada kita, itulah yang seharusnya kita lakukan terlebih dahulu. Iman yang sejati selalu berbuah dalam tindakan kasih, keadilan, dan empati.

Maka, seperti Ester, marilah kita berani melangkah dalam iman. Seperti yang diajarkan Yesus, marilah kita datang kepada Bapa dengan penuh kepercayaan. Dan dalam keseharian kita, marilah kita menjadi saluran kebaikan itu sendiri bagi sesama. Sebab di sanalah doa kita menemukan wujudnya, dan iman kita menjadi nyata. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan