Syalom,
Ada ungkapan umum pada zaman Daud yang menyatakan bahwa “Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait.” (2 Samuel 5:8 ). Metafora ini sebenarnya ditujukan kepada musuh-musuh Daud.
Namun, Daud memutuskan untuk menerima putra Yonatan, Mefiboset, yang cacat pada kedua kakinya, ke dalam istana dan menghormatinya dengan memberikan tempat untuk “makan sehidangan denganku” (9:7).
Paulus memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana kita sepatutnya memperlakukan orang lain. “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat” (Roma 12:10).
Marilah kita menerapkan cara hidup tersebut, lewat sikap kita yang menghormati setiap orang yang kita jumpai dengan kasih Yesus.
Amin.