Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik Hari Kamis 9 April, Bacaan I Kisah Para Rasul 3:11-26, Bacaan Injil Lukas 24:35-48

Fandy Gerungan • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:06 WIB

Photo
Photo

Hari Kamis dalam Oktaf Paskah (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 3:11-26

Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo.

Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?

Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.

Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.

Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.

Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.

Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini.

Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.

Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 105:1-2,3-4,6-7,8-9

Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Bacaan Injil Lukas 24:35-48

Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?

Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"

Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve!. Kadang sebagai orang muda, kita mudah terpukau dengan hal-hal yang terlihat keren, hebat, dan luar biasa. Kita melihat perubahan besar, kesuksesan, atau keajaiban dalam hidup orang lain.

Lalu kita berpikir itu semua karena kemampuan manusia semata. Padahal sering kali, kita lupa bahwa ada Tuhan yang bekerja diam-diam di balik semuanya.

Kita juga tidak jarang hidup dalam “ketidaksadaran”. Kita tahu mana yang benar, tapi tetap memilih yang salah karena ikut arus, gengsi, atau sekadar ingin diterima.

Tanpa sadar, kita menjauh sedikit demi sedikit dari Tuhan, dan menganggap itu hal biasa.

Tapi Tuhan tidak pernah berhenti mencari kita. Dia tidak menunggu kita jadi sempurna dulu baru datang, justru Dia hadir di tengah keraguan, ketakutan, dan kekacauan hidup kita.

Bahkan saat kita masih bingung dan belum yakin, Tuhan tetap mendekat dan menawarkan damai.

Menariknya, iman itu bukan soal langsung percaya tanpa ragu. Bahkan orang-orang yang paling dekat dengan Tuhan pun pernah mengalami ketakutan dan kebingungan.

Artinya, kalau hari ini kamu masih ragu, itu bukan tanda kamu gagal itu tanda kamu sedang dalam proses.

Yang penting adalah mau membuka hati. Karena ketika hati mulai terbuka, kita mulai bisa melihat bahwa Tuhan itu nyata dalam hidup kita lewat hal sederhana, lewat orang-orang di sekitar kita, bahkan lewat masalah yang kita hadapi.

Sebagai orang muda, kita punya peran besar. Kita bukan cuma penonton dalam cerita iman ini. Kita dipanggil untuk jadi saksi bukan dengan ceramah panjang, tapi lewat cara kita hidup: cara kita bersikap, memilih, dan bangkit dari kesalahan.

Jadi hari ini, jangan cuma kagum, jangan cuma dengar. Berani ambil langkah kecil untuk berubah. Karena dari langkah kecil itu, Tuhan bisa membuat sesuatu yang besar dalam hidupmu. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan