Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Sulut Paripurnakan KUA PPAS APBD 2025

T
Penulis: Tanya Rompas❯

Photo
Photo
MANADOPOST.ID— DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar paripurna Penyampaian dan Penjelasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2025. Disampaikan langsung Gubernur Olly Dondokambey.


Advertisement

Dalam penjelasannya, politikus PDI Perjuangan itu menyampaikan jika penyusunan KUA-PPAS telah dilaksanakan dan bahas di setiap tahun berjalan untuk menentukan arah pembangunan dan anggaran tahun berikutnya.

Photo
Photo

“Tahapan ini menjadi sangat penting dan strategis sebagai pedoman bersama dalam berbagai hal. Baik kebijakan umum atas APBD dalam pelaksanaan program dan kegiatan, pedoman dalam mengarahkan sumber daya fiskal untuk mencapai target-target pembangunan, bahkan sebagai instrumen untuk menunjukkan prioritas pembangunan yang transparan dan akuntabel dalam satu tahun anggaran,” urainya.

Lebih jauh disampaikan Olly, semua dapat mengambil peran yang optimal dalam setiap pembahasan KUA-PPAS APBD Tahun 2025. Dimana orientasinya tentu demi kelancaran pembangunan tahun 2025 sekaligus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Photo
Photo

Untuk tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025, 'Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan'. “Tema ini mencerminkan tekad kita mendorong pertumbuhan ekonomi yang mencakup seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan,” tukasnya. Untuk mewujudkan tema ini, kebijakan prioritas pembangunan diarahkan pada tiga aspek utama.

Di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta penguatan karakter dan jati diri bangsa, pembangunan infrastruktur berkualitas yang diarahkan pada peningkatan infrastruktur konektivitas, pengembangan transisi energi, percepatan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN), serta reformasi pengelolaan sampah, pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, menurunkan ketimpangan, dan menghasilkan produk-produk ramah lingkungan.

Photo
Photo

Sejalan dengan RKP Tahun 2025, dia melanjutkan, arah kebijakan pembangunan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2025 juga telah disusun mewujudkan Sulawesi Utara sebagai Super Hub di Kawasan Timur Indonesia. Hal ini sesuai dengan rancangan visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025-2045 yaitu Menjadikan Sulawesi Utara sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia dan Pasifik yang Mandiri, Maju dan Berkelanjutan. Dengan tema “Sulawesi Utara sebagai Super Hub di Kawasan Timur Indonesia”.

Advertisement

Untuk prioritas pembangunan daerah tahun 2025 meliputi pemerataan pembangunan yang berkualitas dan berdaya saing, penguatan kapasitas sumber daya manusia Sulawesi Utara, peningkatan daya saing perekonomian daerah, peningkatan daya saing investasi daerah, penanggulangan kemiskinan, pembangunan pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Photo
Photo

Disampaikan OD, sapaan akrabnya, KUA-PPAS APBD Provinsi Sulut Tahun 2025 telah disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan mengacu pada pedoman APBD, sesuai dengan ketentuan pasal 89 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dan sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020. Disamping itu, Kebijakan Umum APBD Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025 terdiri atas kebijakan pendapatan, kebijakan belanja daerah, dan kebijakan pembiayaan.

“Saya berharap seluruh proses penyusunan dan pembahasan KUA-PPAS ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan yang terbaik untuk kemajuan daerah kita. Marilah kita bekerja keras, berkolaborasi, dan bersinergi mewujudkan semua rencana pembangunan di daerah ini demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” kuncinya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen SpB-KBD yang memimpin paripurna didampingi Wakil Ketua Raski Mokodompit dan Billy Lombok mengapresiasi langkah cepat Pemprov Sulut memasukkan KUA PPAS APBD 2025. “Kita akan fokus membahas dokumen ini untuk kepentingan masyarakat Sulut,” sebut Silangen di hadapan peserta paripurna, di antaranya Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw, Anggota DPRD Sulut, Sekretaris Provinsi Sulut, dan jajaran Pemprov Sulut.(adv)

Advertisement


Skema KUA-PPAS APBD 2025

Pendapatan: Rp 4.000.282.639.132,-

Belanja: Rp 3.711.240.033.884,-
Penerimaan Pembiayaan: Rp 35.000.000.000,-
Pengeluaran Pembiayaan: Rp 324.042.605.248,-

Target Ekonomi Makro Provinsi Sulut Tahun 2025
1) Pertumbuhan ekonomi pada angka 5,43 -5,85
persen.
2) Inflasi diangka 3 ± 1 persen.
3) PDRB ADHB sebesar 184,1 Triliun.
4) PDRB ADHK sebesar 122,6 Triliun.
5) PDRB Perkapita sebesar 70 Juta.
6)Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di angka 5,01-5,56 persen.
7) Tingkat Kemiskinan diangka 6,19-5,59 persen

Advertisement
Editor : Tanya Rompas
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aspirasi Kini Lebih Mudah Sampai ke DPRD Sulut Lewat Platform Digital SIAP SULUT

Aspirasi Kini Lebih Mudah Sampai ke DPRD Sulut Lewat Platform Digital SIAP SULUT

SIAP SULUT dirancang untuk mengelola seluruh tahapan aspirasi, mulai dari penerimaan, registrasi, verifikasi, klasifikasi, disposisi, pembah

DPRD Sulut 'Digoyang' Demo, Mahasiswa Desak Penyelesaian 8 Persoalan Nasional dan Daerah

DPRD Sulut 'Digoyang' Demo, Mahasiswa Desak Penyelesaian 8 Persoalan Nasional dan Daerah

Aksi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi, sekali

Update Terbaru Aksi Demo di DPRD: Usai Ibadah, Massa PERMSTA Bubarkan Diri

Update Terbaru Aksi Demo di DPRD: Usai Ibadah, Massa PERMSTA Bubarkan Diri

Setelah menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan dan diakhiri dengan ibadah bersama, massa aksi telah membubarkan diri dan meninggalkan l

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer