MANADOPOST.ID– Kondisi sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah Provinsi Sulawesi Utara kian memprihatinkan.
Kerusakan berupa lubang menganga dan permukaan jalan yang hancur ditemukan di banyak titik, terutama pada ruas strategis yang menghubungkan daerah-daerah vital perekonomian masyarakat.
Beberapa ruas yang disorot antara lain jalur Minahasa Selatan–Minahasa Tenggara (Minsel-Mitra), Kota Tomohon, hingga sejumlah kawasan di Kabupaten Minahasa Utara.
Kondisi itu dinilai telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan maksimal dari instansi terkait.
Selain mempercepat kerusakan kendaraan, jalan berlubang juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
Tidak sedikit pengendara yang harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi ruas-ruas yang rusak parah tersebut.
Ironisnya, di sejumlah wilayah masyarakat terpaksa mulai turun tangan secara swadaya.
Warga mengumpulkan dana dan bergotong royong melakukan perbaikan sementara demi mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran aktivitas ekonomi.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua LSM Rakyat Anti Korupsi (RAKO), Harianto Nanga, mendesak pemerintah agar tidak menutup mata terhadap persoalan yang terus dikeluhkan masyarakat.
"Pemerintah jangan hanya menjadi penonton. Kinerja instansi terkait harus dievaluasi secara menyeluruh. Pejabat yang tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebaiknya diganti. Sepanjang yang saya amati, tingkat kerusakan jalan saat ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir," tegas Harianto.
Menurutnya, infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga keselamatan warga.
Karena itu, pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan semakin meluas dan menimbulkan korban. (*)
Editor : Gregorius Mokalu