Harga Rica Kian Pedas, Tembus Rp200 Ribu per Kg, Pengamat Soroti Lemahnya Ketahanan Pangan Sulut

Gregorius Mokalu • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:05 WIB
Harga Rica Terus Meroket
Harga Rica Terus Meroket

MANADOPOST.ID– Harga cabai rawit atau rica di Sulawesi Utara kini benar-benar terasa "pedas" bagi masyarakat. Di sejumlah pasar tradisional hingga swalayan modern, harga komoditas andalan dapur warga Sulut itu dilaporkan menembus Rp200 ribu per kilogram.

Lonjakan harga tersebut menjadi keluhan banyak warga karena rica merupakan salah satu bahan pokok yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan khas Sulawesi Utara.

Kenaikan harga diduga dipicu oleh cuaca panas berkepanjangan yang berdampak pada produksi petani. Berkurangnya hasil panen membuat pasokan di pasar menurun, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi.

Namun Pengamat Kebijakan Publik Harianto Nanga menilai, kondisi tersebut tidak semata-mata disebabkan faktor cuaca.

Menurutnya, situasi ini juga menunjukkan masih lemahnya ketahanan pangan daerah dalam mengantisipasi gejolak produksi dan distribusi komoditas strategis.

"Ini cuaca memang panas. Tapi saya pikir hal itu bisa diantisipasi dan dikendalikan. Pemerintah harus menunjukan perannya," nilai Harianto.

Ia menegaskan pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan, termasuk memastikan ketersediaan stok, memperkuat distribusi, serta memberikan dukungan kepada petani agar dampak cuaca ekstrem tidak langsung memicu lonjakan harga di tingkat konsumen.

Meningkatnya harga rica hingga menyentuh Rp200 ribu per kilogram menjadi peringatan bahwa penguatan sektor pangan daerah tidak bisa lagi ditunda. 

"Setiap gejolak produksi berpotensi langsung membebani masyarakat dan mendorong kenaikan inflasi di daerah," kritik Harianto. (*)

Editor : Gregorius Mokalu
meroket sulawesi utara harga Rica