Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan tindakan tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan Corry memasuki area diduga bekas tambang Newmont yang saat ini dikelola warga lokal. Lokasi yang dimaksud berada di Gunung Hoa, Kecamatan Ratatotok.
Pengakuan warga mereka diminta berhenti bekerja oleh kelompok Corry. "Untuk sementara kami ini dihentikan. Pasukannya mereka ada banyak ini. Kami cuma berapa orang di sini," ungkap pria dalam video itu yang diketahui bernama Onald.
Dalam video yang beredar di kalangan masyarakat lingkar tambang, Corry tampak mendatangi area kerja para penambang. Sumber menyebut, Corry diduga datang bersama beberapa pria yang disebut-sebut sebagai pasukan dan meminta sejumlah uang kepada warga yang sedang menggarap lahan. "Give me money," kata seorang perempuan yang terinformasi berinisial SE alias Sen dalam video tersebut. Sen ini di kalangan penambang lokal disebut-sebut orangnya Corry.
Padahal, menurut keterangan warga, lahan tersebut merupakan bekas wilayah operasional PT Newmont yang telah lama berhenti beroperasi. Sejak perusahaan tersebut tutup, sebagian area disebut dikelola masyarakat setempat melalui wadah koperasi.
Di sisi lain, Corry disebut kerap mengklaim memiliki surat kuasa tertanggal tahun 1990 yang dikaitkan dengan pihak Newmont. Namun, klaim tersebut dipertanyakan warga mengingat aktivitas perusahaan tambang tersebut telah lama berakhir di wilayah tersebut.
“Situasi di atas sudah kritis. Kita didatangi dan diancam pasukan Ibu Corry untuk berhenti beraktivitas. Mereka peras duit money dari saya,” ungkap warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari CG terkait dugaan pemerasan tersebut. Upaya konfirmasi ke kontak WhatsApp Corry belum ditanggapi saat berita tayang.
Di sisi lain, warga berharap aparat penegak hukum dapat turun tangan untuk memastikan kepastian hukum serta menjaga situasi keamanan di kawasan tambang rakyat Ratatotok.(gnr)
Editor : Grand Regar